Pasca vonis MA ttg Suket Gibran ada yg bilang vonis itu berlaku ke depan (prospektif) dan ada yang bilang berlaku surut (retroaktif). Kalau berlaku prospektif atau ex-nunc istilah yang dipakai dalam vonis adalah "dibatalkan" atau MA "membatalkan" artinya berlaku prospektif. Sedangkan kalau berlaku retroaktif atau ex-tunc yang artinya berlaku surut (retroaktif) diksi amar putusan MA berbunyi "batal" (bukan membatalkan). MA menyatakan batal artinya suket itu dianggap tak pernah ada dan penggunaannya sejak awal tidak sah.
Vonis MA terkait Suket Gibran menyatakan "batal" , bukan "membatalkan". Ia adalah ex-tunc artinya berlaku retroaktif dan Suket itu dianggap tidak pernah ada sehingga penggunaannya dianggap tidak sah sejak awal.
kok gue belum ngelihat feminis2 twiter bersuara soal kasus ini ya??? beberapa gw cek akunnya juga gada brisik soal ini? kenapa tuhhh ya??? ini melebihi cat calling lohh…
kok gue belum ngelihat feminis2 twiter bersuara soal kasus ini ya??? beberapa gw cek akunnya juga gada brisik soal ini? kenapa tuhhh ya??? ini melebihi cat calling lohh…
1. Cewek2 di bawah umur
2. Biasa jaga aurat
3. Digrebek dini hari pas lagi tidur no hijab oleh aparat yg ALL MEN
4. Dgn status cuma SAKSI
5. Asas praduga tak bersalah?
6. Ngapain razia duit, emas dll kalo nyari senjata?
7. None of this makes sense to me
8. Negara macam apa ini?
⚠️TRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO
Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari.
🕒 Kronologi Kejadian (Versi Ponpes):
Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu.
Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah.
Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari.
Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi.
🛡️Klarifikasi & Versi Pihak Kepolisian:
Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo.
Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA.
Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita.
(Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)
⚠️TRAGEDI PENGGEREBEKAN PONPES HAMALATUL QURAN SUKOHARJO
Sebuah insiden traumatis menimpa para santriwati di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Sukoharjo pada Rabu (29/10/2026) dini hari.
🕒 Kronologi Kejadian (Versi Ponpes):
Pukul 03.20 WIB: Belasan polisi & Brimob bersenjata lengkap mendobrak pintu asrama saat santriwati tertidur karena tidak sempat membukakan pintu.
Tanpa Hijab & Ditodong: Santriwati yang kaget dan belum sempat mengenakan hijab/cadar ditarik keluar, ditodong laras panjang, hingga mengalami intimidasi fisik & verbal (wajah dicengkram & dibentak). Bahkan, balita 3 tahun ikut terbawa dan mengalami trauma, serta anak 5 tahun sempat terpisah.
Pukul 03.51 - 17.00 WIB: Santriwati digiring ke Polsek Mojolaban lalu dipindah ke Polres Sukoharjo untuk diinterogasi tanpa didampingi wali/kuasa hukum dan tanpa surat panggilan. Mereka juga sempat kelaparan karena baru diberi makan sore hari.
Penyitaan Barang (~Rp50 Juta): Polisi menyita peralatan ekstrakurikuler (busur panah & drone), HP santri/ustadzah, uang tunai, emas, dirham, hingga 3 unit motor tanpa surat penyitaan. Aktivitas ponpes lumpuh akibat garis polisi.
🛡️Klarifikasi & Versi Pihak Kepolisian:
Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penyidikan kasus pembakaran warung di Grogol, Sukoharjo.
Polisi mengamankan dan memeriksa 27 orang saksi (termasuk anak di bawah umur) dari dua lokasi di Karanganyar & Sukoharjo dengan melibatkan pendampingan P2TP2A/UPTD PPA.
Setelah pemeriksaan, seluruh santri dan pihak ponpes yang diperiksa telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat, meskipun pihak ponpes menyayangkan prosedur penggerebekan yang dinilai tidak humanis dan mendesak pengembalian barang-barang yang disita.
(Sumber: Yayasan Dakwah & Sosial Al-Mukmin / Rilis Resmi Pesantren)
Keren ya pemuda di Indonesia Youth Summit 2026. Seisi ruangan penuh, tapi yang punya nyali cuma SATU orang. 🤫 The rest of the crowd? Sibuk jadi penonton budiman takut ilang panggung, atau emang udah kenyang cuan? 🤑 One brave man raised 3 fingers to Raffi Ahmad, while others perfectly executed their main skill, pretending to be blind & deaf. Real definition of tone deaf.
King, 👑 mu masih di mana? Sini biar netizen pasangkan. Respect, daring to stay sane in a room full of cowards! ��🔥
From this to this, sebelum masuk ke studio vs sesudah film selesai. Ini adalah film yg penting di kala yg genting. Sisa rasanya akan bertahan lama. Akhir pekan ini bila ada keluangan, segera penuhi kursi2 bioskop untuk menonton Laut Bercerita.
Ulasan lengkap menyusul... :)
MERINDING ASLI😭
GUA FIKIR ABANG ITU STAND ALONE.
TERNYATA BANYAK JUGA YG IKUT BARENG DIA🔥🫵
RESPECT BANGET ASLI SAMA ORANG-ORANG YG MASIH MAU BERSUARA . PROUD OF U 🫶
Nih kalo kamu SERIUS mau EFEKTIF melawan rezim ya: caranya adalah dengan sekarang juga literally kampanye buat Pramono nyapres 2029.
Sukarno tidak pernah nyapres. Sukarno diculik terus dipaksa jadi pemimpin gerakan kemerdekaan.
Banyak peristiwa sejarah di dunia seperti ini.
Ada dua pilihan cara kampanye:
1. Kampanye kasar (eksplisit dukung).
2. Kampanye edukatif (yang dibahas adalah masalah dan kebijakan dan lembaga dan tata kelola, bukan figur Pramono-nya. Kebetulan aja Pramono figur yang cocok buat melaksanakan visi-visi itu).
Yang nomor dua ini bisa dibagi-lagi jadi dua peran yang butuh dua keahlian berbeda:
2a. Produksi ide. Sebenarnya ini tugasnya mahasiswa, dan *fungsi utama* demo di jalan seharusnya adalah jadi wahana penstrategian dan formalisme ide nasional.
Kalau suatu demo tidak jelas agendanya apa, demo itu adalah demo gagal. Mahasiswa yang mengaku kaum intelektual harus malu.
Belajar dari Tritura 1966 dan Reformasi 1998, idenya ga boleh asbun halu kayak 17+8, tetapi harus jelas di level praktis: "tangkap", "bubarkan", "bentuk", "batalkan" orang atau lembaga atau hukum yang spesifik.
2b. Penyebaran ide ke seluruh masyarakat. Ini *beda lagi*.
Omong-omong, untuk metode 1 (dukung eksplisit), ada metode yang lebih ilmiah daripada cuma ngebuzzer low IQ aja: ngarang bebas dengan educated guess membayangkan apa yang terjadi apabila 2029 Prabowo lengser dan diganti Pramono.
Itu dua strateginya. Kemudian, kalau setelah itu kejadian:
(a) Nilai rupiah jatuh + IHSG sampai 3rb + krisis BBM + rating bond market Indonesia jadi junk, sehingga mengakibatkan
(b) PHK massal dan gaji PNS tidak turun massal dan harga-harga naik liar dan kelangkaan sembako dan bensin dimana-mana, sehingga menyebabkan
(c) pecahnya berbulan-bulan demo raksasa di Jakarta dan terutama di daerah,
Pramono harus somehow bisa dijadikan figur sipil yang mengayomi / membekingi demo, terlepas dari dia mau atau nggak.
(Well kalau beneran sangat ga mau ya alternatifnya Mahfud, Anies, Ganjar, atau Najwa).