Segelas kopi, dan teri sebiji kadang sudah bisa menjadi pelipur lelah sebelum pulang ke rumah.
Semoga lelah bekerjamu yang diniatkan karena Allah jadi berkah, dan langkahmu selalu dimudahkan.
Selamat Hari Buruh
#Muhammadiyah
Kenyataan bahwa abis orang pada bilang "tidak" dan dia masih bisa bilang, "MBG itu penting," adalah bukti beliau nih tuli terhadap suara masyarakat bahkan secara langsung.
ini dilakukan diruang terbuka tp tdk ada sanksi sosial bahkan dianggap sebagai humor. jika ditegur dianggap sok alim.
pertanyaan nya, apakah dianggap pelaku ks jika dilakukan oleh laki2?
Kl ada yg marah-marah ketika ada pertanyaan valid atas suatu isu hukum, percayalah kalian ga akan lebih baik pas jadi pemimpin negara ini karena mentalitasnya sama aja: marah ketika ada dialog.
Bagus bgt yg udah jawab/mengutarakan pendapatnya secara civil di reply/QRT 👍
if we aren't careful, our "group kantor-yg-pengen-hajar-penggal-boss-kita" might violating the same law since we are gossiping those who aren't giving any consent.
It's not appropriate, yes, 100% agreed. However, is this kind of thing violating law? It's not even enforceable as it is a closed discussion.
I'm not agree with them but I've seen worse.
Might be unpopular opinion, tapi dalam hal ini gw bukan enabler dan gw cewe dengan riwayat ngebanting dan nyekek orang KS di transport publik ya.
Terlepas dari cupu banget si ade2 mahasiswa ini, JIKA ini masih dalam batas:
- percakapan ruang tertutup
- tidak dilontarkan langsung kepada “objek”nya (gw pake kata objek bukan objektifikasi, tapi Subjek-predikat-objek) ~ dalam hal ini perempuannya
- tidak menjadi aksi langsung (tindakan verbal, sentuhan, pemaksaan, dan lain2)
Maka kasus ini BELUM bisa di cap 100% sebagai KS.
Biarkan sanksi sosial, tapi kurang tepat jika harus DO.
Tindakan real kriminal (pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, perusakan fasilitas, kejahatan terencana) baru bisa dikategorikan sebagai layak DO.
Gw kembalikan pada niat < ucapan < ajakan (hasutan) < tindakan. Dan tindakan ini juga ada tingkatan keparahan.
Plus, sebagai nasib yg sering dianggap bro, gw dulu suka terdampar di obrolan cowo (dengan judul Presidium Malam). Dan itu memang kalo didenger perempuan bisa jadi kurang enak banget.
Tapi gak ada yg sampe tindakan, apalagi nyebar foto dll. Mentok di obrolan circle (belom ada wasap jaman itu, tapi kan udah ada kaskus, milis, dll). Apalagi sebar foto pribadi.
Nah, kalo udah sampe “nyebarin” foto pribadi apalagi stalking, itu bisa diperkarakan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
Anies Baswedan sudah memberikan contoh dalam menyampaikan statement dengan tone tegas, jelas penuh dengan rasa marah, terkait tindakan keji Israel yang baru saja merenggut nyawa prajurit TNI, anak bangsa Indonesia... Sejauh ini belum ada tanggapan serupa dari Presiden Prabowo.
Kasus Calciopoli 2006 direkayasa dengan menjadikan Juve dan Milan sebagai sasaran tembak utama. Investigasi lanjutan menunjukkan Inter sebenarnya juga terlibat, sayang ini keluar setelah kasus ini dianggap kadaluarsa lima tahun kemudian.
Muhammadiyah itu sering ditolak bukan karena salah, tapi karena terlalu cepat.
Setelah kejadian dan keramaian akhir2 ini, gue mulai berfikir ada benernya juga yg beliau sampaikan.
Info cara jadi warga MU @muhammadiyah@MuhammadiyinGL
Sumber terlampir.
Buat yang dapet captcha kaya gini, JANGAN DILAKUKAN!
Ini virus!!
Gila sih, UI-nya cukup buat meyakinkan kebanyakan orang, terjemahannya cukup rapi.
Jangan sampe kegocek!