Betul mereka ada di mana-mana, termasuk Jepara, Cirebon, bisa punya UMKM, menghasilkan milyaran.
Apakah mereka baik? Ya kebanyakan baik secara personal
Apakah adil? Bisa gak sebaliknya WNI leluasa melakukan hal yg sama di negara mereka?
Atau warga lokal kena dampak gak?
Seeng the same pattern here.
The magazine talked about the “brown natives” population in the same sentence on water buffalo and oxen populations (means of farming) as well as rhinos, elephants, orangutans, and tigers (exotic animals). Horses were never used for farming though.
Dear teman² Muslim,
Saran ini tidak perlu diikuti. Krn perkara tafsir Islam pny metode yg ckp ketat & hierarkial. Tdk semua org bs menafsirkan nash agama. Bhkn, org yg sdh mumpuni sekalipun perlu validasi dr cendekia/otoritas yg lbh tinggi.
Bacaan kita tdk boleh serampangan.
Paham sih kenapa ada yg sebel liriknya, mungkin belum bisa membahasakan dengan baik, jadi yg biasa aja gak terima juga.
Kalibrasi buat asmara sebenernya enggak banget sih kalau dipikir-pikir.
Ya kayak dijodohin paksa, atau terjebak hubungan toksik, analoginya gitu
Setahuku di pengukuran dan simulasi, kalibrasi itu menyamakan frekuensi/satuan hitung satu alat/sistem ke alat/sistem referensi.
Asmara di-kalibrasi jadinya maksain satu pihak menerima dan pakai standar nilai pihak referensi.
Bukan cara terbaik buat jatuh cinta sih 😄
Mungkin penulis ngira kalibrasi: 2 pihak saling tuning cari frekuensi tengah & akhirnya cocok. Boom jodoh!
Padahal gak gitu konsepnya, kalibrasi itu 1 alat sistem dijadiin standar, alat/sistem lain dipaksa berfungsi ke standar itu.
Tujuannya biar 2 alat jadi ngukur hal yg sama.