FYI, term jawir itu asalnya dari Jakarta. Bukan dari jawa ke jawa. Coba jalan2 ke desa di Jogja, Jateng, Jatim, gak ada lho yg tau jawir itu apaan. Jawir itu term klasis yg asalnya dari fenomena kuli jawa yg terpaksa merantau ke jawa bagian barat.
KAMI MENGANTAR ANAK GENERASI KEEMPAT DARI KELUARGA JAWA-SURINAME PULANG KE DESA BUYUTNYA!
Perjalanan ini dimulai dari Yogyakarta, menuju Stasiun Kutoarjo, untuk menjahit sejarah yang diputus. Tulisan ini kami persembahkan untuk korban kolonialisme, yang tak dicatat sejarah!
Gua orang Jawa juga, tapi tolong jangan diem aja kalau dirasisin. Mau dibilang baperan jg gapapa.
Masalahnya, bukan soal bapernya, tp soal apa yang terjadi kalau diem terus.
Jos*ph Goeb*els Menteri Propaganda era n*zi Jerman (penjahat perang), punya konsep propaganda, sesuatu yg diulang terus menerus lama2 akan dianggap normal atau bahkan bisa dianggap benar.
Bukan berarti kasusnya sama, tapi logikanya mirip. Klo stereotip atau candaan rasis diulang terus, takutnya org malah menormalisasi semua nantinya
Okelah Jatim punya keburukan horeg misalnya. Tapi apakah horeg ini kejahatan manusia? Jatim itu isinya rakyat jelata yang sudah kehilangan budaya aristokrasi selama 600 tahun, kamu mau expect apa? Horeg, jaranan, reog itu hiburan rakyat. Daripada judol, klitih, jual istri, hayoo?
Orang Jawa Timur itu orang2 yang produktif, rajin, Egaliter, gigih. Motto "Jer Basuki Mawa Beya" itu benar2 mencerminkan karakteristik Jatim. Tanpa menghisap SDA indonpun Jatim bisa makmur, beda sekali dengan brang kulon. Sudah digendong pempus, jadi anak emas masih juga pemalas.
Apparently having fun in lunch time is considered a crime against humanity in Japan, akin to dropping atomic bom on Hiroshima and Nagasaki or even worse.
@dittolongdit Sinom Malangan lawas, sepertinya karya Alm. Mbah Warsin... Ini dibacakan ulang oleh muridnya, yaitu Alm. Mbah Sumantri, Urung-Urung, Bakalan Krajan, Kota Malang
@dittolongdit Para ahli macapat malangan membuat "Prawane wong Lowokdoro, isih cilik jaluk laki, sun adang (Gadang) ing Mergosono, Kutha lawas (Kotalama) den baleni (Kebalen), Jodipan ingkang winarni, Temenggungan Dalemipun (Kidul Dalem), Klojen lan Kayutangan, Kauman den isin-isin (Kasin) .."
yo ojo mbok normalisasi lah pekok.
we the javanese should start treating racist insults against us as HARSHLY as our dulurs in priangan instead.
ora kabeh-kabeh kudu diTRIMO. ora kabeh-kabeh kudu NGALAH. sing ono gur soyo dipidak-pidak.