🚨 GUYS MARI KAWAL BERITA INI! UP UP UP!
Kasus anak perempuan 15 tahun yang jadi korban pemerkosaan di lokasi pengungsian ini jangan sampai tenggelam. Korban sudah melapor, sekarang kita kawal sama-sama supaya kasusnya benar-benar diproses dan korban dapat keadilan.
🚨Tips Mitigasi Abu Vulkanik dari Mas Ben yang sudah diringkas.
Abu vulkanik TIDAK SAMA dengan debu biasa. Isinya silika. Tajam plus bisa jadi "semen" kalo salah cara bersihinnya.
1. Bersihin halaman
Tunggu hujannya kelar dulu.
Semprot atau sapu pelan-pelan.
Jangan siram pake ember. Nanti malah jadi lapisan semen di lantai.
2. Bersihin kaca & mobil
Wajib siram air dulu.
Jangan langsung dilap kering.
Silika itu tajam. Bisa baretin kaca, body, kacamata.
3. Masker wajib upgrade
Lupain masker bedah ijo.
Pake masker KN95/KN. Basahin dikit biar debunya nyangkut.
Lebih bagus lagi + kacamata safety.
4. Mata kemasukan abu
JANGAN DIKUCEK.
Langsung bilas air mengalir sampai bersih.
Dikucek = makin perih + iritasi.
5. Motor/Mobil jangan ditunda cucinya
Abu vulkanik sifatnya asam.
Didiemin = ngundang karat.
Cuci, jangan cuma dilap.
6. Tutup semua celah rumah
Ventilasi, jendela, pintu. Sumpel pake koran/kertas.
Sekali abu masuk rumah, butuh seminggu buat bersih total.
7. Jangan sok kuat
Tanpa masker di tengah abu = ngirup serpihan beling.
Risiko ISPA & iritasi serius.
Sumpek dikit gapapa daripada ke RS.
dapet info abu erupsi krakatau udah sampe bogor, depok, hingga jaksel.. ini ada saran dari kakak yg berpengalaman handle abu vulkanik, bisa diterapkan ya temen2, stay safe! semoga kita semua selalu dilindungi.. si ndut terserah
Update Peta Zona Merah Abu Vulkanik Anak Krakatau per 19:35 WIB
Welcome pendatang baru: Sungai Penuh, Lubuklinggau, Tangerang Raya, Depok, Bandung, Sumedang, Banjar
SIGMET Alert via InaSIAM @infoBMKG
Update Peta Zona Merah Abu Vulkanik Anak Krakatau per 19:35 WIB
Welcome pendatang baru: Sungai Penuh, Lubuklinggau, Tangerang Raya, Depok, Bandung, Sumedang, Banjar
SIGMET Alert via InaSIAM @infoBMKG
Stop wak...✋️✋️✋️
Buat kalian yang di Jabodetabek yang bertanya kenapa disana tidak terjadi seperti di bandung sekitarnya. Begini penjelasannya 🙏
ANATOMI GEOLOGI & ATMOSFER WAK
KENAPA DENTUMAN ANAK KRAKATAU MELEDAK DI BANDUNG, TAPI SENYAP DI JABODETABEK?!
Banyak yang heran kenapa suara dentuman dan getaran kaca dari letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda justru bergemuruh hebat di Bandung Raya, padahal jarak Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) justru jauh lebih dekat ke Selat Sunda!
Jawabannya terletak pada kombinasi unik antara struktur geologi tanah bekas danau purba, efek mangkuk topografi, dan mekanisme gelombang infrasound di atmosfer malam hari wak!
Rincian perbandingan kondisi geologi tanah, topografi, dan pengaruh suhu udara wak.
1. BANDUNG RAYA: EFEK MANGKUK PURBA & AMPIFIKASI LUNAK
* Geologi Tanah
Bandung Tengah dan Selatan (Gedebage, Dayeuhkolot) didominasi lempung lunak /soft clay hasil endapan Aluvial Danau Purba Bandung. Ketika gelombang akustik/infrasound berfrekuensi rendah menyentuh lapisan tanah lunak ini, terjadi fenomena amplifikasi lokal tanah merespons gelombang suara menjadi getaran/site-effect yang menggetarkan pintu dan kaca rumah!
* Topografi Mangkuk
Bandung dikelilingi pegunungan tinggi. Mangkuk alami ini bertindak sebagai KOTAK RESONANSI yang memantulkan dan mengurung gelombang suara acoustic trapping, membuat dentuman bergema bertubi-tubi wak.
2. BOGOR, DEPOK, BEKASI, & JAKARTA
MENGAPA TERSERAP DAN LENGAP?
* Geologi Jabodetabek
Bogor didominasi batuan vulkanik keras/tuf lapuk padat, sementara Jakarta, Depok, dan Bekasi didominasi dataran aluvial pantai/sungai yang tebal dan telah terkompaksi lebih padat dibanding lempung lunak danau purba. Karakteristik batuan padat ini justru menyerap/meredam gelombang rambatan, sehingga tidak menghasilkan respon getaran lokal pada struktur bangunan.
* Topografi Terbuka
Berbeda dengan Bandung yang berbentuk cekungan tertutup, kawasan Jabodetabek berupa dataran terbuka. Gelombang suara dari Selat Sunda melintas begitu saja ke udara bebas tanpa memicu gema tertutup.
3. PERAN KRUSIAL SUHU UDARA & INVERSI ATMOSFER (INFRASOUND SKIPPING)
* Efek Pembelokan Gelombang (Refraksi Atmosfer)
Gelombang ledakan gunung api merambat sebagai INFRASOUND ke lapisan udara atas. Pada malam hari di Bandung, terjadi inversi suhu (lapisan udara dingin tertahan di dasar cekungan, dilapisi udara hangat di atasnya).
* Skipping Effect
Kondisi ini membengkokkan gelombang suara dari lapisan stratosfer untuk MELOMPAT menembus Jabodetabek dan jatuh memantul kembali /skipping tepat di atas kawasan dataran tinggi Bandung yang bersuhu dingin!
Kombinasi antara lapisan lempung lunak bekas Danau Purba, suhu dingin malam hari, serta jebakan mangkuk geologi inilah yang menjadikan Bandung sebagai PENGERAS SUARA ALAMI bagi letusan Anak Krakatau wak!
Ada yang tinggal di Jabodetabek tapi semalam sempat dengar desir halus, atau benar-benar senyap sama sekali dibanding warga Bandung?
🚨 UPDATE:
Kondisi Gunung Anak Krakatau dari Pesisir Carita Anyer, terpantau masih erupsi.
Suara dentuman masih terdengar jelas, dan getarannya sampai ke daerah pesisir pantai.
Stay safe semuanya & tetap waspada yaa 🥹
#PrayforIndonesia
🚨DENTUMAN DI BANDUNG BUKAN BERASAL DARI ANAK KRAKATAU.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena dentuman terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya pada Jumat, 4 September 2026 hingga Sabtu dini hari, 5 September 2026. Namun, dentuman tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi, menjelaskan fenomena dentuman dapat disebabkan oleh sejumlah aktivitas geofisika. Di antaranya swarm earthquake atau rangkaian gempa kecil, gempa akibat aktivitas di kawasan karst, maupun gempa yang dipicu runtuhan.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, tidak terdapat rekaman gempa yang terjadi di wilayah Bandung Raya ketika fenomena dentuman tersebut dilaporkan masyarakat. "Tapi fenomena hari ini, kami mencatat tidak ada rekaman gempa, baik di sesar aktif, Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun beberapa sesar lainnya pada saat itu di wilayah Bandung Raya," ujar Suaidi.
Suaidi menilai fenomena tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut oleh para peneliti di bidang sains kebumian, geofisika, dan meteorologi. "Ini memang belum terjawab, tapi ada literatur yang menjelaskan bahwa aktivitas skyquake tadi mungkin berkaitan dengan adanya aktivitas gas metana yang ada di danau purba," ucapnya.
TRUS YANG SEMALEM DENTUMAN APA DONG?😨
Menurut keyakinan saya, kalau gunung Krakatau meletus hebat maka kita akan meninggal dengan 3 cara berbeda:
1. Karena abu vulkaniknya.
2. Karena kelaparan akibat gagal panen yg disebabkan langit tertutup asap vulkanik.
3. Karena terlantar akibat pemerintah sibuk lanjutin MBG. Berkaca dari situasi banjir Sumatera yang gak juga selesai…
INI PENJELASANYA WAK
HEBOH DENTUMAN MISTERIUS DI BANDUNG RAYA TADI MALAM
TERKUAK DUDUK PERKARA & DUGAAN TERKUAT PENYEBABNYA!
Warga Bandung Raya hingga sejumlah wilayah di Jawa Barat mendadak dihebohkan oleh suara dentuman keras bertubi-tubi yang disertai getaran pintu dan kaca rumah pada Jumat malam (4/9/2026) hingga Sabtu dini hari (5/9/2026) sekitar pukul 23.30–02.00 WIB!
Suara bergemuruh berfrekuensi rendah tersebut bikin warga was-was dan heboh di media sosial. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi?!
Rincian fakta terkini & penjelasan instansi/ahli terkait fenomena ini wak.
DUGAAN KUAT
GELOMBANG KEJUK ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU!
Badan Geologi dan PVMBG mengonfirmasi bahwa dugaan terbesar sumber suara dentuman tersebut berasal dari Erupsi Beruntun Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang terjadi sejak Jumat malam (4/9) pukul 22.42 WIB hingga Sabtu dini hari!
Bagaimana suara dari Selat Sunda bisa terdengar sampai Bandung Raya?!
Secara ilmiah, letusan eksplosif gunung api dapat menghasilkan gelombang kejut frekuensi rendah. Gelombang akustik ini mampu merambat sangat jauh melalui lapisan atmosfer (inversi suhu malam hari) hingga ratusan kilometer tanpa kehilangan energi secara signifikan, lalu beresonansi memicu getaran pada kaca rumah!
FAKTOR CUACA & GELOMBANG AKUSTIK ATMOSFER
Pakar atmosfer mengindikasikan bahwa kondisi kelembapan tinggi dan suhu udara dingin di langit Bandung pada malam hari memperkuat pemantulan gelombang suara dari atmosfer kembali ke permukaan tanah, sehingga suara dentuman terdengar sangat jelas seperti suara BASS/SOUND HOREG dari dekat!
BUKAN GEMPA TEKTONIK LOKAL
BMKG dan Badan Geologi memastikan bahwa selama jeda waktu fenomena dentuman terjadi, TIDAK TEREKAM adanya aktivitas gempa bumi tektonik lokal berkekuatan signifikan di wilayah Bandung Raya (seperti dari Sesar Lembang atau Sesar Garsela).
Meskipun dentuman sempat memicu kekhawatiran, masyarakat Bandung Raya dan sekitarnya diimbau untuk TETAP TENANG dan tidak terpengaruh oleh isu-isu hoaks yang mengaitkan fenomena ini dengan bencana lokal!
Semalam kalian di wilayah Bandung (Timur, Selatan, Kota, atau Cimahi) pada dengar suara dentuman dan kaca bergetar juga jam berapa wak?