Banyak yang ributin project ini padahal salah kaprah.
Secara teknis tidak ada saldo BTC Satoshi yang dicuri.
Porsi BTC yang dipegang Satoshi memang sangat besar, sekitar 1.1 juta BTC atau lebih dari 5% total supply BTC.
Berita ini dimanfaatkan sebagai headline untuk mempromosikan project lain.
Kemudian project ini membuat narasi seolah-olah membagikan BTC Satoshi sebagai airdrop.
Padahal, BTC Satoshi tetap duduk manis di wallet-nya.
Yang dilakukan dev adalah melakukan fork Bitcoin.
Menciptakan network blockchain baru, coin baru, yang ga ada hubungannya dengan Bitcoin yang asli.
Sebelumnya sudah banyak project seperti ini seperti Bitcoin Cash, Bitcoin Gold, Bitcoin Diamond, dll.
Kebanyakan project seperti ini hilang entah ke mana.
Dev seharusnya fokus mengamankan saldo Satoshi dari ancaman Quantum, daripada membuat narasi-narasi aneh seperti ini.
JUST IN: 🇮🇷🇺🇸 Iran says it will target 18 US companies in the Middle East starting April 1st in retaliation for attacks.
• HP
• IBM
• Dell
• G42
• Intel
• Meta
• Tesla
• Cisco
• Apple
• Nvidia
• Oracle
• Boeing
• Google
• Palantir
• Microsoft
• JP Morgan
• Spire Solutions
• General Electric
Spanish PM Pedro Sanchez responds to Trump :
"23 years ago, U.S govt dragged us into a war with Iraq, A war said to fight to eliminate Saddam Hussein's nuclear weapons and bring democracy
But NO nuclear weapon was found in Iraq"
You can't fool us twice !! BRUTAL !!
Iran Kecolongan?
Tadi malam, dalam kondisi sebenarnya udah ngantuk banget (dan hampir saya matikan tuh laptop, mau tidur aja karena sudah 10 menit lewat waktu yang dijanjikan, pihak TV belum menghubungi lagi), saya dihadapkan pada pertanyaan yang menggelitik.
Intinya begini, narasumber yang lain menyebut Iran "kecolongan" karena tidak bisa menjaga pemimpinnya. Lalu host mengkonfirmasi ke saya, menanyakan pertanyaan yang -saya pikir- juga ada di benak banyak orang, "Bukankah seharusnya pemimpin dengan level setinggi itu penjagaan keamanannya sangat ketat?"
Saya sebelumnya sudah menyimak pernyataan tokoh politik senior Iran, saat ini menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani yang menyatakan bahwa Ayatullah Khamanei memang tidak mau diminta bersembunyi. Memang beliau yang maunya tetap bertahan di tengah masyarakat (rumah dan kantor beliau ada di dalam gang, di tengah kota Teheran).
Beliau bilang, baru mau ke bunker kalau semua warga Iran juga dapat kesempatan berlindung ke bunker.
Berkali-kali sebelumnya saya juga melihat video-video yang menunjukkan beliau berdoa, memohon kesyahidan. Suami saya, dulu banget, saat masih kuliah di Iran, pernah ikut i'tikaf di masjid, lalu diumumkan, "Rahbar minta diaminkan doanya." Jamaah i'tikaf ya nurut aja, amin.. amin.. Eh, kemudian ketahuan, doa beliau adalah doa minta segera disyahidkan.
Jadi, ya memang begitulah mental kebanyakan orang Iran, ingin mati syahid. Tapi, beda dengan syahid ala jihadis Wahaboy, harapan akan kesyahidan dipandu oleh kesadaran kritis, yaitu pemahaman geopolitik dan kegigihan mencapai kemajuan iptek, terutama pembuatan senjata untuk membela diri saat musuh menyerang.
Cuma, masih ada pertanyaan tersisa di benak saya, "Ya tapi kan harusnya langit Teheran dijaga dong, biar ga ada rudal atau jet tempur masuk?"
Di TV saya cuma bisa bilang, serangan ini kejutan, karena serangan terjadi saat negosiasi masih berlangsung, dan Menlu Oman di TV bahkan mengungkap, Iran bersedia menyimpan nol cadangan uranium yang diperkaya [yang berpotensi dijadikan bom]. Namun dalam waktu singkat, meski Pemimpin Tertinggi gugur, Iran mampu memberikan serangan balasan.
[Serangan terhadap kediaman Ayatullah Khamenei jam 8.30 pagi, serangan balasan dimulai 11.00 pagi waktu Iran]
Setelah diskusi dengan beberapa kawan, akhirnya ketemu jawaban yang lebih detil. Narasi bahwa “Iran kecolongan karena gagal mengintersep” adalah penyederhanaan yang keliru. Dalam perang modern, tidak ada sistem pertahanan udara yang 100% sempurna. Amerika gagal mencegah serangan 9/11 [dengan mengikuti klaim mereka bahwa Al Qaida yang menabrakkan pesawat ke Twin Tower], Israel tetap kebobolan sebagian roket Iran (bahkan juga roket Hamas) meski punya Iron Dome. Arab Saudi tidak mampu mencegat drone Ansharullah Yaman saat serangan Aramco 2019.
Kegagalan intersep [mencegat] bisa disebabkan oleh serangan multi-vector yang kompleks, faktor kejutan, infiltrasi intelijen, atau celah teknis. Menyimpulkan “lemah” atau "kecolongan" dari satu kegagalan adalah falasi "hasty generalization" (generalisasi yang terburu-buru).
Begitu juga, klaim bahwa terbunuhnya Ayatullah Khamenei adalah gara-gara kebocoran intelijen yang artinya "rezim tidak solid" atau lemah, juga generalisasi yang tergesa-gesa. Faktanya, semua negara mengalami infiltrasi: CIA beroperasi di Rusia, Mossad di berbagai negara, dan intel Rusia maupun China juga menyusup ke Barat. Dan... intel-intel Iran juga ada di Teluk. Makanya Iran menggempur sebuah hotel mewah di Dubai karena mendapatkan info bahwa tentara-tentara AS dievakuasi ke sana.
Terakhir, penyebab terbunuhnya Ayatullah Khamenei juga masih belum pasti, apakah jet tempur masuk ke wilayah Iran, atau rudal yang ditembakkan dari luar Iran. Jika rudal dari luar Iran, penjelasannya begini (kata teman saya):
Misil yang ditembakkan dari luar perbatasan masih jadi problem buat semua militer, bukan cuma Iran. Jika rudal itu dikirim dari Suriah, Bahrain, atau Irak, jaraknya sudah terlalu dekat. Misil sudah dalam posisi aktif untuk bisa dicegat. Apalagi (lihat peta), pangkalan militer AS ada di sekeliling Iran, serangan bisa berasal dari mana saja, sulit diduga, dan wilayah Iran sangat luas. Tidak mungkin menjaganya 100% tanpa bisa ditembus.
Sebaliknya, misil dari Iran menuju Tel Aviv, bisa ditembak di Yordania, UAE, dll, karena belum masuk posisi aktif (masih meluncur) jadi lebih mudah dijatuhkan. Itulah sebabnya, jika misil Iran sudah masuk fase aktif, bahkan Iron Dome dkk juga tidak bisa menangkis.
Apapun juga, intinya: Iran sudah (dan sedang) melawan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Kematian pemimpin dan para komandan militer adalah bagian dari resiko perjuangan mereka. Kesyahidan (yang rasional) menjadi impian bagi mereka.
YANG SALAH ITU: menyalah-nyalahkan korban. Justru harusnya, terus berfokus ke si pelaku: AGRESI terhadap negara berdaulat adalah salah, melanggar Piagam PBB pasal 2, dan pihak yang diserang berhak untuk membalas (Piagam PBB pasal 51).
Ini juga berlaku dalam cara kita memandang Palestina. Meski di sana ada friksi internal, ya sudah, itu urusan mereka. Selalu ingat bahwa yang salah itu ISRAEL; penjajahan Israel harus segera dihentikan. Jangan malah berkata, "Ya gimana kita mau bantuin? Mereka aja berantem satu sama lain?!"
JUST IN: 🇮🇷🇺🇸 Iranian state media host cries on live TV, says US President Trump will "pay" for killing Supreme Leader Khamenei.
"Revenge is coming. Revenge is coming soon."
Akhirnya tiba : Trump layangkan death-sentence untuk Iran!
47 tahun Iran teriak "Death to America"
Malam ini Trump balik badan.
🔻 Point penting dari video ini :
Militer AS udah mulai operasi tempur besar-besaran ke Iran.
Bukan bluffing. Udah jalan.
Ini kronologinya:
[1] Juni lalu, AS udah lebih dulu hancurin fasilitas nuklir Iran lewat operasi "Midnight Hammer" — tiga lokasi sekaligus: Fordo, Natanz, Isfahan. Ludes.
[2] Abis itu Trump kasih kesempatan: negosiasi dibuka. Iran maju mundur, ga ada keputusan.
[3] Iran malah diam-diam rebuild program nuklirnya + kembangkan rudal jarak jauh yang bisa nyasar ke Eropa.
[4] Trump: cukup. Malam ini operasi dimulai.
Operasi malam ini targetnya:
💥 Hancurin seluruh industri rudal Iran — rata tanah, total obliteration
💥 Annihilate angkatan laut Iran sepenuhnya
💥 Putus jalur senjata ke semua proxy di seluruh kawasan — Hezbollah (Lebanon), Hamas, Houthi (Yemen), milisi di Iraq dan Syria
💥 Eliminasi kemampuan mereka pakai IED dan roadside bomb yang udah bunuh ribuan orang
💥Pastikan Iran tidak akan pernah, dalam kondisi apapun, punya senjata nuklir
Trump langsung ngomong ke tentara Iran dan IRGC:
"Letakkan senjata kalian malam ini dan kalian dapat imunitas penuh. Atau, hadapi kematian yang pasti. Pilih."
Dan yang paling mengejutkan, Trump ngomong langsung ke rakyat Iran:
"Tetap di dalam rumah. Jangan keluar. Sangat berbahaya di luar. Bom akan jatuh di mana-mana.
Kalau kami selesai — ambil alih pemerintahan kalian. Itu milik kalian untuk diambil.
Ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian dalam beberapa generasi.
Selama bertahun-tahun kalian minta bantuan Amerika — tapi ga pernah dapat. Ga ada presiden yang mau lakuin apa yang gua lakuin malam ini."
Ini regime change yang diumumin secara terbuka, live, dari White House.
🚨 NEWS ALERT 🚨
Vladimir Putin warns:
“They have normalized pedophilia. Look at how they are trying to destroy the family. They are trying to erase religion. They are abusing children.
They are preparing to promote a genderless concept of God. The elites have completely lost their minds. There is no cure for this madness. Protect your children.”
If you want it shorter, more neutral, or headline-style, say the word.