🚨 BREAKING:
Netanyahu, live on air:
He said: "In Iran, we targeted civilians, families, fathers, mothers, and children. We killed them."
He confessed to committing war crimes before the entire world.
ليس مشهدًا سينمائيًا...
إنها غزة. قنبلة تسقط، وغبار يملأ السماء، وفتى يهرب بدراجته بين الموت والركام.
هذا هو الواقع الذي يعيشه المدنيون كل يوم في غزة الحزينة.
🚨 DISGUSTING: Al Jazeera reporter Hani Mahmoud exposes a horrific war crime.
He confirms the Zionist regime intentionally bombed a funeral procession, slaughtering grieving families.
He reveals they are systematically wiping out four generations at once in Gaza!
🇺🇳🇮🇱 The UN has officially declared Gaza a genocide zone, noting that Israel is deliberately targeting children and infants.
It took them three full years to reach this conclusion.
هندوس يعتدون بالضرب على شاب مسلم في الهند
🇮🇳 الأم كانت تصرخ باكية: لا تضربوه، ابني سيموت، لكن لم يستمع أحد لتلك الأم، ظلوا يضربونه باستمرار بعصي والهراوات
30 April 2025.
Tanggal dimana seseorang yang ada di foto ini datang ke POLDA Metro Jaya dan melaporkan saya dengan pasal yang tak tanggung-ganggung hukumannya: 8 tahun dan 12 tahun!
Namun anehnya, orang itu ternyata datang ke kantor polisi.
Lalu membuat laporan… di meja pelayanan kehilangan.
Dan di situlah semua orang waras se Indonesia tercengang.
"Kehilangan apa yang dia laporkan? "
Atau...
Apa yang sebenarnya sedang ���dihilangkan”?
Waktu berjalan.
Hari berganti minggu.
Minggu berganti bulan.
Bulan berganti tahun.
Narasi liar mulai tumbuh, tapi tanpa arah. Tanpa pegangan.
Semua orang menebak.
Lalu terjadilah 26 Juni 2026.
Hari dimana saya dinyatakan bebas dari penahanan selama proses sidang atas pasal-pasal bengis setahun lalu.
Pada tanggal itu saya diberi kesempatan melihat beberapa barang bukti.
Dan seketika segala teka-teki 450 hari runtuh.
Saya hanya bisa berucap:
"MasyaAllah ta barakallahu".
Di detik itu semuanya, tiba-tiba masuk akal.
Ternyata, ini bukan hanya tentang sesuatu yang hilang.
Ini tentang sesuatu yang dibuat seolah-olah hilang.
Sebuah konstruksi.
Sebuah skenario.
Sebuah langkah kecil, yang jika dilihat sekilas tampak remeh,
tapi jika disusun dalam satu garis waktu, menjadi sangat presisi.
Sekarang coba kita ulang adegannya.
Seseorang datang ke kantor polisi.
Memilih meja pelayanan kehilangan.
Mencatat sesuatu sebagai “hilang”.
Pertanyaannya bukan lagi:
“apa yang hilang?”
Tapi:
“kenapa itu harus dinyatakan hilang… pada saat itu?”
Karena setelah saya melihat potongan bukti itu…
Saya tidak lagi melihat foto ini sebagai kejadian biasa.
Saya melihatnya sebagai:
titik awal dari sebuah narasi yang dirancang.
Dan jika satu titik awal saja sudah tidak jujur,
maka seluruh cerita setelahnya…
patut dipertanyakan.
Ini bukan tentang satu orang.
Bukan tentang satu laporan.
Ini tentang bagaimana kebenaran bisa dibentuk,
pelan, rapi, administratif,
tanpa suara.
Sampai suatu hari, ketika semuanya sudah terlalu jauh,
orang baru sadar, semua adegan yang dipertontonkan, adalah fiksi.
Seperti berkali-kali saya katakan, peristiwa ini sesungguhnya tidak harus dipaksakan menjadi sidang pengadilan.
Akan malu kita semua senegara.
Betul-betul malu.
⚠️ Extremely sensitive content⚠️
🚨A Palestinian child suffered a devastating head injury in an Israeli airstrike in Gaza. Despite severe trauma and extremely limited medical resources, doctors managed to save his life.
As documented by Dr. Jamal Salha, the child underwent emergency treatment after brain tissue had protruded from his skull. With operating rooms overwhelmed by casualties, the procedure was performed in the emergency room an extraordinary effort that saved him from death.