Dulu kita pasangan yang saling mencari. Sekarang kita orangtua yang saling menggantikan. Rumah ini tetap utuh, tapi rasanya seperti ada jarak yang pelan-pelan tumbuh di antara kita.
Ramadhan pertama tanpa Opih.
Yang paling menyakitkan bukan puasanya, tapi menyadari tak ada lagi sosok yang dulu selalu ada saat sahur dan berbuka.
Rindu ini tidak berkurang — hanya makin dalam.
Seperti rumah yang tetap berdiri, namun jendelanya jarang dibuka. Tak ada obrolan yg lupa waktu, tak ada peta kecil untuk pergi entah kemana.
Lelah pulang membawa sunyi, dan peluk yang dulu jadi tempat tinggal kini sering tertinggal di jalan.