Tolong jelasin pake bahasa bayi 😢 kok kipas angin portable yg lagi viral ini bisa dingin besinya kaya es? Anginnya juga dingin.
Udah baca teknologinya di deskripsi toko tapi tetep ga ngerti juga, penasaran banget, ditempelin pipi beneran sama kaya es 🤣
@tirta_cipeng Yo dok, termasuk jangan menormalisasikan onani. Proses keluar e mani mungkin sehat, tapi proses menuju onaninya yang bisa merusak moral & otak seseorang+dosa, ngebokep, lama-lama butuh stimulus lebih ekstrim, muncul fetish aneh, perubahan orientasi seks s.d pelecehan seksual gini
GUYSS... TERNYATA OBAT CINA TUH BANYAK YANG AMPUH DAN SELALU DICARI ORANG ‼️
Catetttt📝
1. Li liang : diabetes, kencing manis, Hipertensi
2. Zhi wu : asam urat, nyeri sendi
3. Fufang : demam, badan lemas, trombosit
4. Zhiyang : gatal, alergi
5. Chang Seuw Tian: kanker, tumor,, miom, kista
6. Angkung Premium : saraf, stroke, kejang.
7. Die Da Yao Jing : luka, memar, keseleo, bekas jatuh.
8. Pi Kang Suang : Gatal, Jamur, Eksim
Penasaran banget sama Sorgum.
Pengen nanam di kampung.
Penanaman dan perawatannya apakah mirip jagung?
Apakah harus diselep seperti padi?
Apakah bibitnya mudah diperoleh?
Tak jawab mas pakai bahasa awam aja ya ntar Ndak dikira chat gpt lagi ,sorgum itu tanaman yang tidak butuh air butuh tapi sangat minimal sekali ,baik untuk menanggulangi tanah yang gampang erosi karena akarnya bisa mengikat tanah sangat baik bahasa gampang nya seperti ilalang , dia juga ga begitu rakus sama unsur hara jadi ditanah tandus sekalipun dia hidup , pertumbuhannya sangat cepat , tapi hati hati jangan dicampur dengan tanaman buah tahunan karena space nya akan habis ketutup sama pohon sorgum semua , sampean babat 1 batang akan tumbuh 10 batang ,daunnya bagus untuk pakan ternak ,,, kalau butuh benih nya Yo tentu saja ready ,
@anfess_ Gak ada perang, gak ada penjahat, gak ada berantem-berantem, isinya cuma menikmati hidupnya MC. Tenang, santai, cocok bener diliat pas lagi santai maupun banyak beban pikiran.
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Tak bosan-bosannya bilang 🙃
Freelance yg penting adalah "skill apa yg kita punya?"
Freelance terbagi jadi 3 (versiku😂)
1. Freelance dgn menawarkan skill ke klien langsung
Misalnya, tawarkan skill desain/edit video/nulis di medsos
2. Freelance dgn kerja di perusahaan
Misalnya, apply loker freelance content writer di perusahaan
3. Freelance dgn join di platformnya
Misalnya, bikin aku di upwork/fiverr/sribulancer lalu tawarkan jasa sesuai skill
Intinya begitu....