ayat seperti ini, jika dipahami, artinya bukan hanya larangan, tapi juga menunjukkan sifat-Nya
bisa aja Allah pakai kata "Aku" di ayat ini, tapi malah pakai "Allah", menyebut panggilan-Nya sendiri.
ini seperti:
"Jangan begadang ya, Asta gak mau kamu sakit"
lembut. personal.
terlepas dari ketidaksukaan kita terhadap keluarganya, kita juga harus berlaku adil sejak dalam pikiran.
jangan sampai, ketidaksukaan menenggelamkan hal-hal baik yang kita punya.
apa yang disebut dia, benar.
itu kenapa kita punya buku berjenjang, kan? ada A, B1-B3, C, dan seterusnya.
siapa yang harus membaca untuk anak-anak kalau anak-anak tidak boleh dipaksa membaca?
nah, di sinilah letak pentingnya peran orangtua dan orang dewasa. kita yang harus membaca atau menjelaskan isi buku kepada anak-anak, itu pun harus mulai dari buku yang ringan. bertahap.
karna guys, hal terpenting yang harus kita ciptakan di ruang anak-anak itu adalah kebahagiaan, bermain dan berkenalan dengan dunia serta nilai-nilai baiknya.
memang ga wajib mereka harus bisa membaca dan kita gabole memaksa mereka.
berapa banyak temanku yang gasuka membaca buku karna dulu dipaksa orangtuanya untuk membaca?
toh kita pun, yang punya privilege langganan majalah bobo dan sebagainya, tidak memahami cerpen yang ada kan awalnya? apa yang kita nikmati? bener, ilustrasinya. gambar yang bikin kita terkagum.
jadi gada yang salah dari pendapat tidak boleh memaksa anak-anak untuk membaca buku, jika tujuannya agar mereka punya memori masa kecil yang indah.
guys, ga semua harus dikebut, beberapa hal ada yang harus tumbuh dengan lembut. seperti membaca, contohnya.