๐ญ๐ญ๐ญ
Aktris Kim Jeong Eun kan hangulnya sama kayak Presiden Korut Kim Jong Un. sama-sama ๊น๏ฟฝ๏ฟฝ์
Terus dia punya temen namanya Lee Jaemyung, sama kayak nama Presiden Korea saat ini.
Waktu itu Kim Jeong Eun nelpon restoran mau reservasi "Kita mau reservasi atas nama Kim Jong Un dan Lee Jaemyung" ๐คฃ๐คฃ
Restorannya jawab? "Hah? apa?" Terus dia jelasin saya aktris Kim Jeong Eun. Tapi ditutup telponnya sama restorannya (dikira prank).
TIap kali dia nongkrong sama Lee Jaemyung, rasanya seperti lagi Inter-Korean Summit.
https://t.co/NK1QuG5xfn
Lu kalo pada mau pinter ilmu geografi & tau semua bendera negara2, solusinya bukan rajin baca atlas, tapiโฆ โจJADILAHH FANS BOLAโจ
๐ญ๐ญ๐ญ 100/100 langsung tau tuh nama negara2 yg asing bgt di kuping + hapal benderanya lagi๐ญ๐ญ๐ญ
โข Seus 16 gols (0 de pรชnalti) em Copas do Mundo.
โข O gol contra a Arรกbia Saudita em 2002 que iniciou sua trajetรณria mundialista.โจ
โข O gol que levou a Alemanha ร prorrogaรงรฃo contra a Argentina nas quartas de final de 2006.
โจโข O histรณrico doblete no 4 a 0 sobre a Argentina nas quartas de final de 2010.
โจโข O segundo gol no inesquecรญvel 7 a 1 sobre o Brasil em 2014, que o tornou o maior artilheiro da histรณria dos Mundiais, superando o brasileiro Ronaldo Fenรดmeno.
โข Campeรฃo do Mundo em 2014.โจโข Vice-campeรฃo em 2002.โจโข Terceiro lugar em 2006 e 2010.
O recorde caiu hoje para Lionel Messi, mas o legado de Miroslav Klose รฉ eterno. ๐ฉ๐ชโญ๏ธ
Daripada tiap malem abis berjam-jam untuk scrolling Tiktok, mending coba deh untuk ganti pake website ini, ya ini gratis.
Hasilnya lu bisa belajar lebih banyak tapi pikiran juga lebih ringan cocok buat yang suka explore.
1. Google Arts & Culture
Bisa jalan-jalan ke ribuan museum terkenal di dunia langsung dari rumah.
2. FutureLearn
Banyak banget kursus gratis soal skill, psikologi, bisnis, sama teknologi.
3. Radio Garden
DENIZ UNDAV
โ Usia 22 Tahun (2018)
Terjebak di Divisi 4 Jerman. Bermain di tim cadangan Braunschweig. Fisiknya dinilai tak atletis.
โ Usia 23โ24 Tahun (2019โ2020)
Bikin 17 gol dan 13 assist untuk klub divisi 3 Jerman SV Meppen. Lalu pindah ke Union SG klub divisi 2 Belgia.
โ Usia 25 Tahun (2021/2022)
Jadi motor utama Union SG, membantu klub itu promosi ke divisi teratas Belgia. Bikin 26 gol dalam 39 laga, jadi top scorer Liga Belgia dan terpilih jadi Belgian Professional Footballer of the Year.
โ Usia 26 Tahun (2022/2023)
Berkat performa gilanya di Belgia, klub Premier League, Brighton & Hove Albion, membelinya seharga โฌ7 juta. Banyak menjadi cadangan dan hanya bisa bikin 5 gol.
โ Usia 27โ28 Tahun (2023โ2025)
Tak mau membusuk di bangku cadangan Brighton, dia pindah dgn status pinjaman VfB Stuttgart.
Bikin 18 gol dan 10 assist di Bundesliga 2023/2024, membantu Stuttgart secara mengejutkan finis di peringkat ke-2 (di atas Bayern Munchen) dan lolos ke Liga Champions.
Di usia 27 tahun, melakoni debutnya untuk Timnas Jerman walaupun NOL caps di level junior.
โ Saat Ini Jelang Genap Usia 30 Tahun
Mencetak 3 gol dan 2 assist untuk Jerman di Piala Dunia 2026 (terbanyak di tim Jerman). Membantu Jerman lolos ke fase knockout untuk kali pertama sejak 2014.
Luar biasa!
Di usia 22 tahun, Deniz Undav masih bermain di kasta keempat sepak bola Jerman.๐ฉ๐ช๐ฒ
Setahun kemudian ia naik ke Divisi 3. Di usia 24 tahun, ia meninggalkan Jerman untuk bergabung dengan Union Saint-Gilloise yang saat itu masih bermain di Divisi 2 Belgia.
Tak butuh waktu lama. Undav membawa Union promosi, lalu menjadi top skor sekaligus Pemain Terbaik Liga Belgia di musim berikutnya.
Ia kemudian mendapat kesempatan bermain di Premier League bersama Brighton. Kariernya tidak berjalan sesuai harapan, tetapi Undav tidak menyerah. Ia kembali ke Jerman dan menemukan versi terbaik dirinya bersama Stuttgart.
Tanpa pernah membela tim nasional kelompok umur Jerman, Undav akhirnya menembus tim senior dan mencetak gol internasional pertamanya di usia 28 tahun.
Kini, menjelang usia 30 tahun, ia menjadi salah satu pemain penting Jerman di Piala Dunia 2026 dan membantu Die Mannschaft melangkah ke babak 16 besar.
Dari Divisi 4 Jerman hingga panggung Piala Dunia.
Salah satu kisah paling luar biasa yang diberikan sepak bola.
#FIFAWorldCup
Kalau lo tumbuh nonton sepak bola era 2002-2017, ada satu hal yang hampir pasti: Jerman selalu ada ketika turnamen memasuki fase-fase akhir.
Mereka mungkin tidak selalu juara, tapi hampir selalu menjadi tim yang paling sulit disingkirkan. Bahkan ketika tidak bermain sepak bola paling indah, mereka tetap menemukan cara untuk menang. Itulah kenapa selama hampir dua dekade Jerman terasa seperti boss terakhir yang harus dikalahkan.
Perjalanan itu dimulai di Piala Dunia 2002. Datang tanpa status favorit utama, mereka justru mencapai final dan hanya kalah dari Brasil-nya Ronaldo. Dua tahun kemudian mereka gagal di Euro 2004, tetapi kegagalan itu menjadi titik awal revolusi sepak bola Jerman.
Di Piala Dunia 2006, sebagai tuan rumah, mereka bangkit dan finis di peringkat ketiga. Turnamen itu juga menjadi awal mimpi buruk baru bagi Argentina. Setelah bermain imbang 1-1, Jerman menyingkirkan Argentina lewat adu penalti dalam salah satu laga paling dramatis era modern.
Euro 2008 mereka kembali ke final sebelum dikalahkan Spanyol. Lalu datang Piala Dunia 2010, saat generasi emas mulai matang. Inggris dihancurkan 4-1, Argentina dibantai 4-0, dan Jerman kembali finis di empat besar.
Euro 2012? Semifinal.
Piala Dunia 2014? Puncak segalanya.
Mereka menghancurkan Brasil 7-1 di Belo Horizonte, salah satu pertandingan paling brutal sepanjang sejarah sepak bola, lalu mengalahkan Argentina di final lewat gol Mario Gรถtze pada babak tambahan waktu. Bagi banyak fans Argentina, malam itu menjadi luka yang bahkan lebih menyakitkan dibanding 2006.
Euro 2016? Semifinal lagi.
Piala Konfederasi 2017? Juara, bahkan dengan skuad yang sebagian besar berisi pemain lapis kedua dan pemain muda.
Kalau dihitung, dari 8 turnamen besar antara 2002 hingga 2017, Jerman mencapai semifinal atau lebih jauh sebanyak 7 kali. Konsistensi seperti itu nyaris mustahil ditemukan di sepak bola internasional modern.
Dan bagi Argentina, mereka adalah cryptonite yang terus muncul di momen-momen paling menyakitkan.
Final Piala Dunia 1990.
Perempat final Piala Dunia 2006.
Perempat final Piala Dunia 2010.
Final Piala Dunia 2014.
Empat moment Argentina harus melihat mimpi mereka dihancurkan oleh negara yang sama.
Karena itu, ketika orang mengatakan Jerman adalah monster turnamen, itu bukan mitos. Selama 15 tahun mereka benar-benar hidup dari turnamen ke turnamen, selalu hadir di fase akhir, selalu menjadi ancaman, selalu membuat lawan merasa pertandingan belum aman sampai peluit terakhir berbunyi.
Yang membuatnya ironis adalah apa yang terjadi setelahnya.
Sejak 2018, aura itu menghilang.
Mereka datang ke Rusia sebagai juara bertahan, lalu tersingkir di fase grup. Empat tahun kemudian di Qatar, mereka kembali gagal lolos dari fase grup. Sesuatu yang pada era Lahm, Schweinsteiger, Klose, รzil, Mรผller muda, dan Kroos muda terasa mustahil untuk dibayangkan.
Masalahnya bukan cuma hasil. Yang hilang adalah identitas. Dulu lawan takut pada Jerman bahkan sebelum pertandingan dimulai. Sekarang justru Jerman yang sering terlihat ragu pada dirinya sendiri.
Dari 2002 sampai 2017, Jerman adalah mimpi buruk sepak bola dunia.
Dari 2018 sampai 2024, mereka menjadi pengingat bahwa bahkan raksasa terbesar pun bisa kehilangan mahkotanya.
Dan bagi fans Argentina, mungkin ada sedikit ironi di sana. Setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang cryptonite bernama Jerman, akhirnya Argentina menemukan era kejayaannya justru ketika monster itu mulai kehilangan taringnya.
Oh boy! Just went with a bunch of #ManofTommorrow cast & crew to see #TheFurious. I didn't think Kenji Tanagaki could outdo himself after the spectacular Walled In, but man The Furious really showed him as one of the best action filmmakers working. We all loved it!
Skuad Inter Milan 2010 diisi oleh barisan pemain veteran yg dibuang klub lamanya tp mendadak jadi pahlawan, mulai dari Wesley Sneijder, Samuel Eto'o, sampai Lucio.
Mourinho berhasil nyatuin amarah mereka jadi motivasi juara yg gila.
Siapa dlm skuad Treble Inter itu yg menurut kalian kontribusinya paling krusial tp jarang disebut media luar?