Makanya ya, kalo naik jabatan/karier tuh kudu berjenjang. Fungsinya ya biar belajar. Biar tau cara menempatkan diri. Biar gak... apa tuh namanya... Ngampung!!
Mohon bantuannya @menuembegejelek
Saat ini, ada pihak SPPG yang mengancam dan mengintimidasi sebuah sekolah di kampung saya, bahkan mengancam akan membawa tim hukum. Hal ini dipicu oleh keputusan sekolah yang menolak pasokan MBG (Makan Bergizi Gratis) dari dapur mereka.
Penolakan dari pihak sekolah tentu sangat beralasan. Sebelumnya sudah sering terjadi insiden kelayakan makanan, seperti makanan basi dan buah busuk. Puncaknya, baru-baru ini ditemukan sebuah kapsul "obat" di dalam salah satu porsi MBG siswa.
Pihak sekolah sebenarnya beritikad baik dengan menyarankan pelibatan Kepolisian dan BPOM untuk menguji kandungan kapsul tersebut dan menyelidiki kasusnya secara transparan. Namun, pihak SPPG menolak.
Lebih fatalnya lagi, ketika pihak dapur dikonfirmasi, mereka bukan hanya menyangkal, tetapi juga melakukan tindakan yang sangat berbahaya. Mereka menjemput anak SD yang menemukan kapsul tersebut untuk diinterogasi secara sepihak, tanpa pendampingan dari pihak sekolah maupun orang tuanya. Ini adalah pelanggaran serius.
Sampai detik ini, pihak SPPG tidak menyegerakan penyelidikan internal mereka karena takut kasus ini viral. Tanpa ada iktikad menyelesaikan akar masalah, mereka justru menekan pihak sekolah untuk kembali menerima pasokan MBG mereka. Jika menolak, sekolah diancam akan dihadapkan dengan tim hukum dan dipaksa menandatangani surat pernyataan.
Saya akan terus memantau situasi ini. Jika pihak SPPG berulah lebih jauh, saya mohon bantuan teman-teman semua untuk memviralkan kasus ini. Kita harus bersuara dan mengawal isu ini agar pihak sekolah tidak menjadi korban intimidasi dan keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas.
#intinyadeh sekolah diintimidasi SPPG krn nolak MBG. Kronologi:
> Sering insiden: basi, buah busuk
> Puncaknya: ditemui kapsul obat di MBG
> Sekolah minta libatkan polisi & BPOM, SPPG nolak
> SPPG jemput anak SD yg nemu kapsul, interogasi sepihak tanpa ortu & sekolah
(1/3)
Semoga kalian keracunan makanan yang paling kalian sukai, yang paling mahal yang kalian dapat dari kubangan korupsi itu, jangan mati tapi sakitlah sampe mati
people are dying here mba… korban karhutla, bencana alam… ada yang keracunan mbg. ada yang decide untuk mengakhiri hidupnya karena masuk desil tinggi dan bantuan untuk menopang hidupnya diputus semua. we’re surviving and screaming for help here…
SEA countries should sue the Indonesian government over the health hazards caused by years and years of incompetence in handling forest fires. I’m saying this as an Indonesian myself.
Petisi penolakan geothermal Gunung Ungaran tembus 3.697 tanda tangan hingga Senin, 31 Agustus 2026.
Warga menyoroti risiko terhadap sumber air, lingkungan, pertanian, wisata, dan kawasan budaya.
Kepala ESDM Jateng Agus Sugiharto mengatakan masyarakat bebas menyampaikan pendapat, tetapi meminta kekhawatiran soal geothermal berdasarkan kajian dan bukti. “Jangan hanya menuduh atau memfitnah hal-hal yang belum dilakukan,” ujarnya.
Ini Gunung Ungaran - Semarang yang sudah dilelang oleh Bahlil - Menteri ESDM dan akan dibor sedalam 2KM untuk proyek Geothermal, di sebelahnya terdapat Candi Gedongsongo dan dibawah kaki gunung ungaran arah Ambarawa terdapat Rawa Pening.
Kedua kalinya, proyek panas bumi di Gunung Ungaran yang pernah gagal kini hidup kembali. Namun, masalah utama yang mengemuka adalah bahwa proyek ini berencana didirikan di atas "rumah para dewa".
Gunung Ungaran, terletak di Jawa Tengah, tidak hanya dikenal sebagai sumber potensi energi panas bumi, namun juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang tidak ternilai.
Sejarah sudah mencatat kegagalan dari proyek serupa di masa lalu.
Kini, proyek kembali berencana untuk mengubah lanskap alam dan budaya di Gunung Ungaran, dengan mengejar ambisinya menghasilkan listrik 55 megawatt, sementara menyepelekan nilai sejarah dan ancaman kerusakan lingkungan yang sangat besar.
Walau sudah disetujui Bahlil, we still can change by signing this petition gusy!
https://t.co/XmA49z8ncx
Salatiga sudah bukan lagi tempat slow living.
Warga (Kota-Kabupaten) Semarang dan Salatiga siap-siap yaa.
Ada resiko krisis air, gempa, polusi udara, jalan rusak, dan tempat-tempat kumuh di kawasan wisata. ☺️
Foto: Jawa Pos
Dua tahun embege berjalan, gizi anak tak membaik, ekonomi keluarga juga masih aja di ambang keterpurukan. Masih mau terus jalan sampai 2-3 tahun ke depan?