Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Tugas rakyat itu “mengawasi” bukan “memuji”
pejabat dan government kerja bagus itu ya bare mininum lah. Kalian digaji dari pajak yg disetor warga kok.
Mager banget baca narasi d tiktok yg anggep pihak yg kritik pemerintah itu = musuh.
Astaga.
Iya. Gw pernah ngalamin kejadian seperti ini.
Jadi gw, istri sama anak gw keluar rumah lah untuk beli makanan.
Tidak beberapa lama, ada motor yang mendahului. Pengendaranya bapak2 usia sekitar 50an. Sambil ngerokok.
Kemudian ada abu rokok yang sempat beterbangan ke arah belakang (arah saya) dan hampir mengenai mata saya. Kena di bawah mata.
Kemudian motor agak saya kencengin utk ngejar dia. Saya tegur sopan.
Eh dia malah meledak marah2. Saya antepin lah sampai kita berhenti di dekat tukang jualan martabak.
Istri gw udah bilang ga usah ladenin. Gw tetep adu mulut sama orang itu.
Dan gong-nya:
Orang2 yang misahin gw sama si bapak perokok itu bilangnya:
Udah cm perkara abu rokok aja pake segala ribut.
Kan kampret!
Gw bilang aja, sini mata lu gw tabirin abu rokok, mau nggak?!
Pada diem.
Dan gw langsung pergi mengingat istri gw udah ketakutan gw bakal dikeroyok.
Cm mau bilang: Brengseklah kalian perokok yang merokok sambil motoran!
At this point it really feels like this whole thing was just a made-up program to justify pulling money from APBN
And the most insulting part is they don’t even bother hiding it!
harga kebutuhan pokok di daerah sekitar SPPG mulai naik ya?
kenapa demikian?
apa dampak jangka panjangnya & siapa yang paling dirugikan?
Coba kita bayangkan,
manakala pemerintah secara tiba² menyerap jutaan ton telur, daging, dan susu setiap hari, maka hukum dasar ekonomi supply and demand akan bekerja secara brutal.
Jika kapasitas produksi peternak dan petani kita tidak dipacu terlebih dahulu, lonjakan permintaan yang masif ini hanya akan melontarkan harga pangan ke atas. laporan dari warga sekitar, ini sudah terjadi.
Ironisnya,
kenaikan harga ini akan memukul keluarga miskin dan rentan, yang tidak punya akses ke program ini, atau bahkan mereka yang menerima program namun harus membayar lebih mahal untuk kebutuhan pokok lainnya di pasar.
artinya rakyat tidak untung.
Di sisi lain,
kebijakan ini tampak sangat boros karena mengabaikan prinsip efisiensi alokasi.
Memberikan makan gratis secara universal, termasuk kepada anak-anak dari keluarga yang mampu membeli makanan bergizi sendiri.
Ini bentuk salah sasaran yang nyata atau targeting error.
Dalam ekonomi publikhh, setiap rupiah yang dibelanjakan untuk mereka yang tidak membutuhkan adalah kerugian bagi mereka yang seharusnya mendapat bantuan lebih besar.
Misalnya,
Jika dana yang "terbuang" untuk anak-anak orang kaya tersebut dialihkan untuk memperbaiki jalan raya di lampung dan banten, tentu dampak perputaran ekonominya jauh lebih besar.
Tanpa adanya pemilahan data yang tajam, program ini hanya akan menjadi bagi-bagi subsidi yang tidak produktif, menguras ruang fiskal kita, dan memperlebar ketimpangan.
Sawit, coklat, kopi, ngga bisa tumbuh di Eropa. Cuaca ngga mendukung.
Semua kebutuhan negara Eropa akan tanaman itu ditanam di negara qismin macam ndon.
Mereka dapet cuan, kita dapat alam yang hancur.
Lalu mereka bilang “Duh kasian, kalian kok ngga peduli lingkungan?”
Kontra Opini terjadi,
mualem dan Prabowo.
Gub. @aceh menceritakan kondisi lapangan.
dan presiden selalu menceritakan Indonesia, versinya sendiri.
bagi mualem yang meninggal, adl orang² yg darahnya sama dg dia.
bagi prabowo
kita semua memang hanya angka.