Lo pikir Sultan Agung cuma soal "nyerang Batavia terus kalah"?
Sebelum Batavia, ada perang 11 tahun yang jauh lebih kejam, lebih cerdik, dan lebih sukses , yang bikin dia PD nyerang Batavia
Perang ini dia MENANG, tapi caranya menang bakal bikin lo mikir ulang soal apa itu "strategi jenius."
Ini thread paling lengkap yang bisa gue susun soal hidup dia.
Siapin waktu.
Jadi ingat postingan 5 tahun lalu, saat menemukan fakta sosok bocah yang ada di kover album kedua @officialdewa19 ‘Format Masa Depan’ (1994) ini adalah adik dari @Ajeng_MetroTV bernama Satria, Keduanya anak Pak Haryo, salah satu orang yang membawa majalah @RollingStone Indonesia
Goblok bgt apa kalian ga mikir mrk itu sipil bkn tentara bkn komcad? @Kemhan_RI Mrk itu manajer koperasi ngapain disuruh latsarmil? Manajer ya kelola bisnis bkn mau maju ke medan tempur. Nyawa ga ada harganya di mata kalian, bego! Makanya asesmen dulu sblm sok main tentara2an 😡
Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan mengevaluasi pelaksanaan latihan militer Program SPPI Koperasi Merah Putih. Langkah ini diambil setelah tiga peserta dilaporkan meninggal dunia.
~NJ
Patut la ramai peniaga haram dekat bukit bintang tu, macam ni rupanya cara DBKL cari duit tepi
DBKL rampas barang peniaga haram dekat tepi jalan bukit bintang tu lepastu kena suap sikit, terus bolah ambil barang barang rampasan tu. Patut makin ramai penaiaga haram ni 😅
Menarik menyimak testimoni Portugis terhadap Raja kedua Demak, Pati Unus, terutama pasca penyerbuan Malaka yang saat itu dikuasai negara Semenanjung Iberia itu.
Rombongan Portugis diterima baik di Sidayu (Gresik)—bagian Kerajaan Demak. Terima kasih Prof @toniocampolopez
Gula dari tebu yang ditanam paksa di Jawa menjadi salah satu komoditi utama yang menyumbang devisa-kekayaan luar biasa negara Belanda—yang efek jangka panjangnya masih terasa sampai sekarang.
Sementara penduduk pribumi kelaparan, mati, dan kehilangan hak tanahnya. Kolonialisme!
Testimoni menarik dari pelaut dan Raja Portugis di abad 16 tentang keberadaan peta komprehensif yang digunakan pelaut-pelaut Jawa di Nusantara jauh sebelum era kolonial.
Kapal-kapal Jawa disebut memanfaatkan peta dan kompas dan Portugis mengambil pengetahuan itu di Malaka.
"Orang-orang yang datang ke Maluku untuk membeli cengkih adalah orang Jawa dan Melayu (banyak), dan juga orang Turki dan Rumes (tetapi yang terakhir ini datang dengan kapal Jawa dan Aceh)."
✍️Juan Acelga (Tidore, 1585)
Pandangan inggris dan barat terhadap jawa itu berubah total waktu raffles nemuin Borobudur dan dan kagum ketika dalamin sejarah-budaya jawa.
Makanya di peta “rasis” W.C Woodbridge 1827, Jawa itu jadi satu-satunya pulau di nusantara yang masuk kategori “half civilized”.
Sejujurnya ga pernah mau bahas ini,
tapi kepikiran ga tahan mau ngomong makin kesini.
Sbg mantan terapis yg dulu pernah kerja 5 tahun di RS Pusat Otak Nasional,
aku ngelihat Pak Prabowo kyk udh penurunan fungsi kognisi dan dari pas debat capres jg terlihat udh gak sinkron interaksi 2 arahnya.
Kyk ada masalah neurologis jg. Menurutku batasan usia presiden itu harusnya bs lbh ketat. Krn usia yg udh terlalu tua, kognisi dan daya ingat serta fungsi prefrontal cortex absolutely menurun
Ini juga yg aku lihat di Trump. Udh ketuaan jd pasti decision making dan kemampuan analisa menurun. Ditambah kalo dibahas secara psikologis jg bakal lbh kompleks lg.
Org ketika semakin tua fungsi kognisi turun tapi ego akan naik. Disitulah banyak org suka blg “org tua itu kolot”, sbnrnya penyebab kolot itu bisa dijelasin dari pov neurosains dan psikologis, tp ya kompleks bgt. Intinya batas usia itu penting, kalo dilanggar ya dampaknya panjang
cc:riefkariefani
Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
@DindaLaw88@Patur70728@LembagaKERIS Stick to the thread. Stick to the main point. Yg diangkat ts di awal post kan soal pengadaan yg ga perlu pas rupiah ambruk. Itu kontrak rafale di 2022 bukan barusan jd udh di dp lama. Beli alutsista ga kyk beli cilok lu byr lsg dpt. Yg dimksd bodoh tuh itu. Jgn geser2 gawang.
@TheLilywhitesID Sbg fan spurs gw malu sih fanbase sok keras pdhl timnya di papan bawah potensi degradasi. Ngetroll arsenal yg mantatin spurs bbrp musim terakhir en taun ini juara epl plus peluang juara ucl. Inget ye taun lalu spurs juara uel dari yg terburuk. Musuh di final tuh mu yg lg bapuk.
@DindaLaw88@Patur70728@LembagaKERIS Beda konteks. Tentara yg siram air keras ke andrie tentara goblok, layak dihukum 20 taun krn percobaan pembunuhan. Tapi yg ngritik pengadaan rafale itu misleading n irrelevant krn kontrak rafale udah dari 2022.
Guys, Benix baru sharing sesuatu langsung dari Wall Street New York yang menurut gue paling menampar muka kita sebagai bangsa dalam waktu belakangan ini.
Bukan soal rupiah.
Bukan soal IHSG.
Tapi soal sesuatu yang lebih fundamental:
Indonesia kehilangan ribuan triliun investasi bukan karena tidak ada yang mau masuk.
Tapi karena kita sendiri yang mengusir mereka.
Tiga negara yang mengadu dan ini memalukan:
Swiss:
Duta besar Swiss untuk Indonesia
Olivier Zender secara terbuka komplain.
Ada lebih dari 150 perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia dan mau ekspansi.
Mau invest di sawit, pabrik pengolahan susu, keju, petrochemical, farmasi.
Sampai sekarang tidak bisa.
Gara-gara perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa tidak kunjung diimplementasikan.
"Ini momen yang memalukan.
Duta besar negara lain membela pengusahanya supaya bisa invest di negara kita
sementara duta besar kita tidak pernah terlihat bela pengusaha Indonesia di luar negeri."
Prancis:
Duta besar Prancis Muhammad Omar sudah 4 tahun bertugas di Indonesia.
Ada 11 perusahaan Prancis yang sudah siap invest.
Sampai sekarang masih pending semua.
Alasannya satu: tidak ada kepastian regulasi.
Hari ini bebas pajak.
Besok tidak.
Hari ini satu aturan.
Besok aturan berubah.
Tidak ada yang bisa diprediksi.
Uni Emirat Arab:
Ini yang paling brutal.
Hampir Rp800 triliun gagal masuk ke Indonesia.
Ada satu investor Arab yang sudah siap bawa Rp85 triliun 5 miliar dolar.
Di saat yang sama dia juga lihat peluang di Amerika Serikat. Karena proses izin di Indonesia tidak jelas-jelas selesai dia akhirnya buka pabrik di Amerika.
Sekarang pabriknya di Amerika sudah running.
Di Indonesia masih standby.
Dan Rp85 triliun itu pergi ke Amerika.
Dan keluhannya selalu sama dari dulu:
Benix bilang keluhan investor tidak berubah dari ribuan seminar yang sudah dibikin pemerintah.
Birokrasi berbelit-belit.
Izin tumpang tindih antara pusat dan daerah.
Tidak ada kepastian hukum.
Pungli dan premanisme merajalela.
Regulasi berubah-ubah tanpa pemberitahuan.
Pemerintah pusat bilang A.
Gubernur bilang B.
Bupati bilang C.
Walikota bilang D.
Kepala desa bilang E.
RT/RW bilang F.
Dan kalau tidak ikut semua lapisan gudangmu bisa dibakar, bisa didemo ormas.
Contoh yang paling gila:
BYD, Cherry, Wuling datang ke Indonesia.
Buka pabrik mobil listrik.
Lapangan kerja tercipta.
Impor BBM berkurang.
Semua pihak diuntungkan.
Tapi setelah pabrik berdiri insentif pajak yang dijanjikan tiba-tiba dihilangkan.
Hari ini bebas pajak.
Besok tidak bebas pajak.
Hari ini tidak bayar PPN.
Besok harus bayar.
Hari ini ada satu aturan.
Besok ada aturan baru lagi.
Siapa yang mau invest di negara seperti itu?
Itu bukan investasi. Itu perjudian.
Dan ini yang paling ironis:
Indonesia punya semua yang dibutuhkan investor:
280 juta penduduk pasar konsumen terbesar keempat di dunia.
Nikel terbesar di dunia.
Sawit terbesar di dunia.
Lokasi strategis di antara Samudra Hindia dan Pasifik. UMR yang kompetitif.
Tapi yang jadi pusat perdagangan Asia Tenggara bukan Indonesia. Singapura.
Negara kota yang luasnya tidak lebih besar dari sebagian Jakarta.
Negara yang menikmati posisi strategis Selat Malaka bukan Indonesia yang memilikinya tapi Singapura yang mengelolanya dengan benar.
Dan rupiah terus melemah ini bukan kebetulan:
Ketika investor tidak mau masuk dolar tidak mengalir masuk. Capital outflow terus terjadi. Rupiah makin tertekan.
Prabowo bilang: "Mau dolar berapa ribu kek."
Gubernur BI bilang: "Rupiah stabil volatilitasnya 5,4%."
Tapi kenyataannya: duta besar Swiss, Prancis, dan Uni Emirat Arab semua mengadu bahwa investasi mereka tidak bisa masuk.
Rp800 triliun dari UEA saja gagal masuk. Berapa total yang sudah gagal selama bertahun-tahun?
Masalah Indonesia bukan kurang sumber daya alam. Bukan kurang potensi. Bukan kurang investor yang mau masuk.
Masalah Indonesia adalah sistem yang membuat orang yang mau masuk akhirnya memilih pergi.
Dan selama birokrasi berlapis-lapis, regulasi berubah-ubah, pungli dan premanisme tidak diberantas serius, serta izin bisa berbeda antara pusat dan daerah investor terbaik yang sudah siap bawa triliunan ke Indonesia akan terus memilih Vietnam, Thailand, atau Singapura.
Dan rupiah akan terus melemah.
Bukan karena faktor global semata.
Tapi karena kita sendiri yang membangun tembok untuk mengusir uang yang seharusnya bisa menciptakan lapangan kerja bagi rakyat kita.