Jazakumullah khair atas doa guru2 tercinta, sahabat2 terbaik dan panutanku dalam berdakwah…Tuan guru Ust Abdul Somad, Ust Das’ad Latif dan Syeikh Muhammad Jaber atas kiriman doa2 terbaiknya utk Alfaqir. Doa yg sama untuk antum semua 🙏❤️
Teruntuk keluargaku tercinta…maafin Abi yaa, di hari yg seharusnya kita berkumpul dan berdoa bersama, Abi malah masih berdakwah di pelosok nusantara (Bualemo Banggai Sulteng). Walau ribuan kilometer terpisah, semoga Allah tetap tautkan hati kita dalam cintaNYA.
Spesial buat istriku sayang, maaf yaa sudah buat kamu merasa kangen terus, sama aku juga rindu berat, mau kasih ke Dilan supaya dia yg nahan rindu, tapi aku ga kenal 😁. Btw, makasih yaa sudah mengurus semuanya sendiri selama aku nggak ada. Semoga Allah mengganti kebersamaan kita yg hilang selama di dunia dengan keabadian surga. Aamiin ❤️❤️❤️
Untuk teman2 semua…mohon tetap doakan Alfaqir selalu istiqomah dalam kebaikan dan ketaatan. Jazakumullah ahsanal jaza 🙏
Dear buzzer, rakyat akan mengapresiasi jika Dolar bisa dibawah Rp 15.400 dan harga Pertamax dibawah Rp 12.100 (itu start saat Pak Prabowo dilantik). Jadi kalau skrg dolar turun ke 17.720 ya blm layak dipuji. Begitu juga klo besok misal Pertamax turun ke 14.000, berlebihan juga kalau dipuji. Lagian tugas rakyat itu mengkritisi & mengevaluasi, bukannya asal memuji jika memang blm pantas dipuji.
“Kami Datang untuk Bertanding, Tapi Kami Diciptakan untuk Beribadah”
Di tengah hiruk-pikuk dunia olahraga yang dipenuhi sorotan kamera, kontrak bernilai fantastis, dan ambisi meraih kemenangan, sebuah kalimat sederhana dari pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw, mengingatkan banyak orang tentang sesuatu yang jauh lebih besar daripada sepak bola.
Ketika ditanya mengapa tetap keluar untuk menunaikan sholat Jum’at meski ada peringatan cuaca buruk dan angin kencang, ia tidak berbicara tentang strategi, prestasi, atau target pertandingan. Ia justru mengembalikan pembicaraan pada hakikat kehidupan.
“Kalian takut kepada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin.”
Betapa sering manusia begitu sibuk menjaga urusan dunia, namun lalai menjaga hubungannya dengan Sang Pencipta. Kita rela menunda makan, menunda istirahat, bahkan mengorbankan waktu bersama keluarga demi pekerjaan atau kesenangan. Namun ketika panggilan Allah berkumandang, tidak sedikit yang mencari alasan untuk menunda.
Padahal pertandingan sebesar apa pun suatu hari akan berakhir. Trofi akan berdebu. Gelar akan dilupakan. Nama besar akan tergantikan oleh generasi berikutnya. Tetapi satu sujud yang ikhlas di hadapan Allah akan tetap bernilai hingga hari ketika seluruh manusia berdiri di hadapan-Nya.
Pape Thiaw seakan ingin mengingatkan bahwa manusia tidak diciptakan untuk mengejar dunia semata. Kemenangan terbesar bukanlah mengangkat piala, melainkan tetap taat ketika dunia menawarkan seribu alasan untuk lalai.
Karena pada akhirnya, kita tidak akan ditanya berapa banyak pertandingan yang kita menangkan, berapa banyak harta yang kita kumpulkan, atau seberapa terkenal nama kita. Yang akan ditanya adalah: bagaimana kita memenuhi tujuan penciptaan kita.
Dunia adalah tempat singgah. Prestasi adalah bonus. Sedangkan ibadah adalah alasan utama mengapa kita ada.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Semoga kita tidak pernah menukar panggilan Allah dengan tepuk tangan manusia.
Kalau korupsi yg bapak lakukan dulu itu tindakan pantas apa tdk pak? Btw, bicara masalah etika dan kepantasan, seharusnya anda menasihati juga Presiden utk berhati2 ketika berpidato di depan publik.
Sekolah saya sudah 6x didatangi sales MBG namun dengan tegas kami menolak karena survei orangtuapun 100% menolak. Merasa dzhalim saja hak utk siswa miskin tapi dinikmati juga sama siswa mampu. Harusnya dari awal memang begini kan...
Saya hanya heran kenapa yg hadir tdk berani mengkoreksi dan malah bertepuk tangan. Ini sdh terjadi beberapa kali loh...please, kalau beliau salah bilang saja salah...
Allah yg menjamin rizqimu saat Pertamax 12.300. Allah juga yg menjamin rizqimu saat Pertamax 16.250. Yakinlah... rizqimu tak akan diambil org atau salah alamat yaa ikhwah...
Allah yg menjamin rizqimu saat ada MBG. Allah juga yg menjamin rizqimu saat MBG ditutup. Yakinlah...rizqimu tak akan diambil orang atau salah alamat yaa ikhwah...
Satu persatu para pengusaha dan investor MBG berteriak karena ketidakberesan program ini. Btw, jgn lagi sebut mereka relawan yaa...relawan itu rela bahkan jika tdk dibayar 😊. Satu lagi, ketika di bbrp tempat MBG dihentikan sementara knp yg teriak pengusahanya ya? Harusnya kan anak2 sekolah dan ibu hamil penerima manfaat yg teriak2 kelaparan krn ga dpt MBG, tapi saya malah blm dengar tuh ada penerima manfaat yg kelaparan gara2 ga dpt MBG. CMIIW