[Opportunity Cost] a thread
Pernah nggak sih ngerasa sebuah pilihan itu “gratis”, padahal sebenarnya tetap ada yang dibayar? Nah, ekonomi nyebutnya opportunity cost: nilai dari pilihan terbaik yang kita korbankan saat memilih sesuatu. Jadi biaya nonton series dua jam bukan cuma kuota internet, tapi juga dua jam yang sebenarnya bisa dipakai tidur, belajar, kerja sampingan, atau ngobrol sama keluarga. Bukan berarti nonton itu salah. Poinnya, setiap “iya” hampir selalu punya “tidak” yang ikut tersembunyi. Makanya keputusan yang kelihatan murah belum tentu benar-benar murah. Kadang biaya terbesarnya justru nggak pernah muncul di struk pembayaran kita.
@erlanishere Pelajaran menulis tegak bersambung masih ada nggak sih di SD sekarang? Dulu awal 2000-an masih diajarin, makanya tulisan orang zaman dulu bentuknya mirip-mirip
Jadi opportunity cost bukan teori buat bikin kita takut memilih. Konsep ini cuma mengingatkan: sebelum bilang sebuah keputusan “menguntungkan”, cek dulu apa yang harus dilepas. Karena keuntungan hari ini kadang dibayar mahal oleh pilihan yang hilang besok. Ini berlaku dari tingkat terkecil berupa pilihan pribadi, sampai tingkat terbesar berupa pilihan dalam menjalankan negara. Gitu guys
[Opportunity Cost] a thread
Pernah nggak sih ngerasa sebuah pilihan itu “gratis”, padahal sebenarnya tetap ada yang dibayar? Nah, ekonomi nyebutnya opportunity cost: nilai dari pilihan terbaik yang kita korbankan saat memilih sesuatu. Jadi biaya nonton series dua jam bukan cuma kuota internet, tapi juga dua jam yang sebenarnya bisa dipakai tidur, belajar, kerja sampingan, atau ngobrol sama keluarga. Bukan berarti nonton itu salah. Poinnya, setiap “iya” hampir selalu punya “tidak” yang ikut tersembunyi. Makanya keputusan yang kelihatan murah belum tentu benar-benar murah. Kadang biaya terbesarnya justru nggak pernah muncul di struk pembayaran kita.
Plot twist-nya, opportunity cost bukan cuma urusan dompet pribadi. Negara juga mengalaminya. Belanja negara dalam APBN 2025 ditetapkan sekitar Rp3.621,3 triliun, sementara alokasi awal Program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp71 triliun. Begitu anggaran dipakai untuk satu program, uang yang sama nggak bisa sekaligus dipakai penuh untuk sekolah, rumah sakit, transportasi, irigasi, atau riset—kecuali pendapatan ditambah, pos lain dikurangi, atau pembiayaan dinaikkan. Ini bukan berarti program MBG pasti salah. Justru pertanyaan ekonominya: dibanding alternatif yang dikorbankan, apakah manfaat program itu paling besar?