Aku juga umur 34 tahun ini. Lagi nulis tesis juga buat S2. Aku hidup sendiri dan berapa kali ngejar relasi serius tapi tidak berhasil. Rumah gak punya dan aku sehari-hari tidur di atas karpet studio. Masak sendiri, cuci baju sendiri pakai tangan dan belum punya setrika. Motorku aku jual untuk biaya sekolah.
Aku sih bangga sama diriku sendiri dan gak peduli dengan standart hidup orang lain. Ternyata aku mampu ngurus hidupku. Ternyata Tuhan ga ninggalin aku dan Dia kasih semua kemampuan supaya aku bisa survive sendirian. Dan aku terus berdoa untuk diriku sendiri agar aku terus diberikan kekuatan fisik, mental, dan spiritual, bukan hanya untuk mengurusi diriku sendiri, tapi juga supaya suatu hari nanti aku bisa menjadi sumber kekuatan untuk orang yang aku sayang.
Stay strong everybody dan TETAP SEMANGAT 🔥 semoga kita semua senantiasa dalam perlindungan-Nya
Yang umur 20an tp ngerasa belum mencapai dan punya apa2, kukasi tau. Aku udah mau 34. Belum nikah, blm punya rumah, br mau lulus S2, masih gatau hbs lulus mau apa juga, dan ga punya safety net, tp gapapa wkwk.
Karena ternyata ya, aku cuma butuh tenang dan nyaman. Ada skill yang bisa bantu aku bikin duit. Aku bisa hidup cukup nyaman, bisa beli kebutuhan pokok, punya temen2 yang baik luar biasa, hubungan sm keluarga membaik krn bisa nerima mereka the way they are, so overall support system bagus.
Kalo aku ngejar apa yg teman2ku punya, aku udh stres bgt pasti. Tapi aku ngejar yang aku butuhin. Ngejar sekolah lagi, ngejar relationship sehat sama orang2 terdekat, ngejar skill yg bisa bikin duit dari rumah sambil tesisan, dan ngejar wisdom utk jalanin hidup lebih tenang.
Pengen ga punya kemapanan duniawi? Ya pengenlah. Aku lakuin yang terbaik hari ini, supaya aku dapetin goal aku ke depan. Yang penting, pondasinya dah kuat. Tinggal bikin bangunan dan beresin facade, hehe.
Tiap orang itu timeline-nya beda-beda 😚
#Thread
STRATEGI CERDAS UNTUK INDONESIA EMAS
Sembilan tahun dipimpin oleh Pak Jokowi ternyata rakyat nusantara belum juga mampu membaca setiap gerakan cantik yang dibuatnya. Grand strateginya membawa Indonesia emas tahun 2045 dengan menyiapkan infrastruktur yg baik agar mampu memanfaatkan bonus demografi tentunya bisa dirasakan.
Tetapi taktiknya yang nyaris tak terbaca, sama seperti kita masyarakat awan disuruh baca morse jaman pramuka, hanya bisa menduga lalu berhalusinasi membangun cerita seakan lebih tahu dari apa yg dipikirkan seorang Jokowi.
Bahkan kawan dan lawan politiknya serta para pengamatpun dipecundangi tanpa mempermalukan mereka yang memang sudah kehilangan rasa malunya. Hannya sepak terjangnya menghabisi lawannya begitu nyata. Seperti politisi senior PDIP Panda Nababan katakan kalau suharto menghabisi lawannya melalui tangan beberapa jendral sehingga sering para jendral tersebut berebut posisi agar dianggap paling dekat dengan Soeharto, tetapi Jokowi tdk perlu orang lain menyingkirkannya. Dia lakukan sendiri - ya sendiri.
Mungkin kita sudah mulai lupa bagaimana Jokowi meniadakan kehadiran Sang Wapres periode pertama dengan membuang orang - orang disekitarnya sebut saja Sudirman Said, Anis Baswedan. Lalu mengirin Setia Novanto ke hotel Prodeo disaat menjadi Ketua DPR, membuang kerewelan Rizal Ramli dari kabinet, mencopot Gatot Nurmantyo dari panglima hingga tenggelam sampai sejarang, menghabisi mafia minyak dg membubarkan Petral, memberangus HTI, FPI dan kelompok radikal lainnya, bahkan yang lebih dahsyat lagi merebut kembali kekayaan tanah air kita dari tangan asing : Freeport, Blok Mahakam, New Mont Nusatenggara. Jokowi bukanlah presiden hanya mampu omong doang, dia mampu menghadapi tekanan China, Eropa dan AS juga lembaga seperti WTO dan IMF.
Namun sebelum berhadapan, dia siapkan dulu infra dan supra strukturnya. Ketika dia bangun pangkalan militer di Natuna, membangun bandara di Mianggas dan Anambas, membangun jalan di papua, memperbaiki seluruh pintu masuk perbatasan menjadi lebih bagus dari negeri tetangga, banyak orang mempertanyakan. Untuk apa bangun bandara di Mianggas dan Anambas, bahkan kawan politiknya mentertawakan dengan sombong, dia lupa kalau Jokowi sedang menyiapkan infrastruktur agar kalau benar terjadi perang terbuka antara China dan AS, Indonesia tidak mati jadi pelanduk ditengah - tengahnya. Bila diperlukan kedua bandara tersebut dapat difungsikan seperti kapal induk menjaga wilayah Indonesia di utara dengan dukungan pesawat tempur dari basenya di Makassar, dan Mianggas mengeliminir serangan dari selatan dengan dukungan pesawat tempur dari basenya di Madiun.
Daripada membeli kapal induk bekas yang membutuhkan biaya operasional yang cukup besar, seperti kesalahan yang dilakukan Thailand dan India punya kapal induk tetapi tidak mampu mengoperasikan secara maksimal.
Lalu untuk apa jalan jalan di Papua membelah hutan belantara, memudahkan mobilitas alutsista kita menyekat pergerakan KKB yang dapat bantuan dari berbagai negara. Ciamik bukan, makanya AS gigit jari. Apalagi Papua di pecah-pecah lagi menjadi sekian provinsi, ini akan melemahkan KKB. Apakah itu sudah cukup, belum. Suara nyinyir dari negara negara seupil hidung di pasifik dirangkul dan dielus oleh Jokowi, mereka didatangi di undang dalam konfrensi negara kepulauan, apa yang bisa kita lihat, eh dua negara yg dulu vokal menyuarakan kemerdekaan Papua Barat kini malah memuji Indonesia di PBB, ingat apa yang diucapkan Solomon dan Timor Leste dalam sidang PBB lalu?. Kini tinggal tunggu suara Vanuatu, Fiji dan negara sebesar biji gandum lainnya. Jokowi kok dilawan.
1/3
“ 𝐒 𝐎 𝐄 𝐊 𝐀 𝐑 𝐍 𝐎 “
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya. Tapi jangan pernah lupakan sejarah. Soekarno dalam profile sejarahnya memiliki dua sisi mata uang, disatu sisi sebagai Pahlawan Kemerdekaan, namun disisi lain lembaran-lembaran hitam sarat menghiasi perjalanan hidupnya.
Soekarno bukan hanya pernah tercatat sbg Mandor Romusha di jaman penjajahan Jepang, pada periode 1956 hingga 1965, kemesraannya dng PKI dimasa lalu yg kemudian berujung pada pembantaian sejumlah Jenderal TNI-AD masih segar dalam ingatan rakyat.
Demokrasi Terpimpin Soekarno adalah pencetus Konsep Nasakom. Di Istana Negara, pada 23 Oktober 1965, Soekarno menyebut dirinya sebagai perasan dari Nasakom
Dalam buku “The Years of Living Dangerously” karya C. J. Koch, seorang jurnalis Australia, pada thn 1964, bulan Juli, Soekarno pernah berpidato utk rakyat Indonesia agar makan tikus buat pengganti daging.
Ada pernyataan yg tak terlupakan dari Soe Hok Gie dalam bukunya “Catatan Seorang Demonstran”, Hok Gie adalah aktifis yang terkenal kritis mengkritik kebijakan pemerintahan di bawah Presiden Soekarno. Dia menilai pemerintah membiarkan kondisi ekonomi Indonesia semakin terpuruk, ketika hidup rakyat semakin melarat, para pejabat pemerintahan justru malah berfoya-foya di istana seakan tidak terjadi apa-apa.
Soe Hok Gie berkata, “Aku dapat membayangkan betapa kotornya hidup perkelaminan di sini (Istana Presiden)," ketika ia melihat Sekretaris pribadi Soekarno di Istana Negara berkebaya ketat dengan buah dada yg menggiurkan.
“Terus terang saja, aku melirik padanya, padahal dalam hal ini aku biasanya acuh tak acuh”, kata Hok Gie.
Printilan peristiwa dalam catatan Soe Hok Gie banyak yg tak diketahui publik. Suatu ketika Senat Fakultas Sastra UI menerima surat dari Menteri Koordinator Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Profesor Prinojo, dimana Fakultas diminta mengirimkan 20 orang mahasiswi untuk nonton wayang kulit di Istana semalam penuh.
Hal itu sontak membuat Hok Gie dan kawan-kawannya tersinggung, karena seolah Fakultas Sastra adalah pemasok wanita utk konsumsi istana. Apalagi tidak ada permintaan utk mengundang seorang pun mahasiswa.
Ketika kebanyakan orang bangga ketika diundang ke Istana, beda dengan Soe Hok Gie yang justru sedih dan kecewa, sebab ia menyaksikan betapa kotornya kehidupan di Istana.
"Setiap aku keluar dari istana, aku sedih dan kecewa. Sedangkan biasanya orang lain bangga jika bisa berjabatan tangan dengan Bung Karno," ucap Gie.
Sejarah juga mencatat bahwa Soekarno adalah salah satu tokoh penyebab kekalahan Perang Surabaya melawan Sekutu. [Ricklefs, Merle Calvin (1993). A History of Modern Indonesia Since c. 1300, Second ed., MacMillan.]
Untuk menyelamatkan pasukan Brigade 49 Inggris (paling ditakuti di Asia) yg hampir menyerah karena kehabisan logistik serta amunisi akibat dikepung dan diblokade Jenderal Soedirman dengan TNI serta para pejuang Surabaya, Inggris membujuk Bung Karno utk menghentikan perang dan segera membuka blokade. Entah kenapa Soekarno setuju, padahal peperangan sudah diambang kemenangan.
Setelah blokade dibuka, Inggris mengirim logistik dan amunisi.
Beberapa hari kemudian Inggris memukul mundur warga Surabaya. Inggris dengan telak memenangkan peperangan ini.
Soekarno juga memenjarakan Buya Hamka, Sutan Syahrir, dan lawan-lawan politik lainnya yg telah ikut berjasa memerdekakan Indonesia. Sutan Syahrir sampe lari ke Swiss dan pernah menderita kehausan hingga harus minum air kencingnya sendiri sewaktu dipenjara.
Jika mau dikupas, masih banyak lagi sejarah buram tentang Soekarno yg ada dalam catatan sejarah, namun demi menjaga maruah para pahlawan bangsa, petikan sejarah itu dibungkus rapat dan ditabukan diperbincangkan dalam berbagai kesempatan.
Bangsa ini telah memberikan penghormatan yang tidak kurang-kurang kepada Soekarno, bila ‘dipaksa’ berlebihan, khawatirnya disatu waktu akan berbalik, bak dipaksa menelan penghormatan berlebihan, akhirnya berujung muntah penuh kebencian.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta wartawan menghapus video yang diambil saat kegiatannya. Dia mengaku pusing karena sering viral di media sosial. https://t.co/UPnxx56Fhv
Kelebihan gubernur Lampung:
1. Gubernur yg humble, tak segan bertanya ke warganya ini daerah mana
2. Gubernur yg pandai bersukur, ucapkan hamdalah saat tugasnya diambil aliih pusat
3. Gubernur yg menggemaskan