Orang Indonesia tiap hari diajarin sabar sama agama, tapi gak paham makna sabar dalam konteks delayed gratifications.
Contoh: Indramayu dulu kaya karena ekonomi pantura. Begitu ada tol, orang gak ada alasan buat berhenti di Indramayu.
Kenapa? Karena banyak pengalaman pendatang tiap makan di sana harganya digetok mahal. Akhirnya pembeli kapok.
Begitu dibuat tol, gak ada lagi alasan orang mampir.
Kenapa harga digetok mahal? Karena gak sabar, gak mikir masa depan. Mikirnya cuma duit hari ini.
Ya Allah semoga ada rezeki buat nonton tim kesayangan saya inii🤲
Meskipun sukanya nyakitin dan bikin hari yang cerah jadi kelabu, tapi dia adalah tim yang sudah saya dukung 20 tahun lebih. Cinta pertama saya di sepak bola.
Ngeliat mereka secara langsung bakal jadi momen yang emosional banget pasti🥹
✨Nih mungkin Plot twist paling gila yang lo mungkin belum tau:
✨Justin Bieber literally earn up to $1 MILIAR sepanjang karirnya. Tapi tahun 2022? Dia broke. Se-broke itu sampe minjem kartu kredit temennya cuy cuma buat main golf. 💀
Terus apa yang dia lakuin?🤔
➡️Dia jual 300 lagu semua katalog musiknya, dari "Baby" sampe "Peaches" seharga $200 juta ke Hipgnosis. Bukan karena mau. Tapi karena literally nggak ada pilihan lain.
➡️Anyway kenapa bisa kyak gini? Tour "Justice" dia cancel di tengah jalan. Utang ke promotor AEG? Sekitar $20-40 juta. Belum lagi utang ke manager-nya, Scooter Braun, hampir $31 juta. Semua numpuk dalam waktu bersamaan.
➡️Di luar keliatan fine. Posting foto sama Hailey, pakai outfit bagus, vibes oke. Di dalam? Financial collapse.
💎This is why net worth ≠ cash flow.
✨Dan ini terjadi bukan ke orang random tapi ke salah satu artis terbesar yang pernah ada. Ciakakakak
@MRTBenhil@otunns@zfsnp@hrdbacot Bener. Kalo dari solo ke pacitan dibanding harus muterin Wonogiri lewat praci, lebih baik motong diagonal lewat Ngadirojo, Nguntoronadi, Baturetno. Jalannya aman jalan provinsi dan dilalui bus AKAP juga
Kutha cilik, ngendi-ngendi cedak, kecenderungan jalan lebih sering lengang. Yo opsi berkendara santai dan tidak kemrungsung kui sangat masuk akal. Yen pengen golek wong plat AD banter, jajal balapan karo Rio Haryanto utawa Denny Orlando mawon. 🙏
Info jalur one way mulai dari km 490, tapi gerbang tol bawen ungaran kok ditutup ? Antrian masuk tol arah one way sampai mengular panjang. Chaos banget koordinasi mudik arus balik kali ini, ga becus #infomudik
Kalau misal orang patah tulang, apakah dia cukup curhat ke Tuhan aja?
Nggak bisa gitu kan.
Kita tetap butuh dokter. Begitu juga kita tetap butuh psikolog. Butuh orang yang profesional di bidang itu.
Tuhan bukan menggantikan relasi kita sama manusia.
Bukan pilihan “psikolog ATAU Tuhan”. Tapi “psikolog DAN Tuhan”.
Selain itu, curhat itu BUKAN terapi.
Curhat itu emang bikin lega, feeling better. Tapi nggak otomatis pasti memulihkan, healing better.
Bisa terjadi curhat berkali-kali, tapi pola pikir, perilaku tetap sama aja.
Bahkan curhat berkali-kali kadang malah makin kuat itu karena terus diulang.
Sedangkan terapi psikolog itu ngasih intervensi yang terarah dan aman secara ilmiah.
Memahami, mengurai pola, mengubah reaksi jadi respon.
Dan karenanya terapi itu emang nggak nyaman. Ini yang banyak orang masih keliru, mengira terapi itu nyari yang nyaman. Terapi itu bukan hiburan yang ngasih rasa nyaman.
Ditambah lagi, manusia itu punya blind spot. Maksudnya piye?
Kita sering nggak sadar hal-hal di diri kita yang perlu dibenahi. Maka kita perlu bantuan profesional, psikolog.
btw, buat yang tahun ini pulkam dan di kampungnya ada pantai, kalo nemu bola² bundar gini jangan dihancurin ya wkwkwkw
karena itu yang udah dibundar-bundarin sama si kepiting adalah pasir yang udah dia periksa untuk cari makanan. biasanya plankton.
jadi kalo kita dengan sengaja injek dan hancurin, itutuh kemungkinan bikin dia kerja ekstra karna harus periksa lagi semuanya dari awal 😭😭
If you let Ramadan pass without seeking & being granted His Forgiveness, you have truly missed out. So don't let ignorance & negligence overtake you. Seek His Forgiveness to get closer to Him. Do it in these last days.
Pernah waktu sesi konseling, aku nanya ke psikolog, “Kenapa ya orang yang lagi depresi atau sering cemas itu rasanya gampang banget lupa?”
Beliau bilang, sebenarnya bukan karena mereka benar-benar pelupa. Otaknya cuma lagi terlalu sibuk bertahan. Setiap hari, bahkan setiap detik, energi mereka habis dipakai buat ngadepin rasa cemas, pikiran yang nggak berhenti, dan perasaan yang naik turun.
Akhirnya, banyak hal di sekitar jadi nggak sempat terekam dengan jelas. Bukan karena mereka nggak peduli atau nggak perhatian, tapi karena di dalam dirinya sedang ada “perang” yang terus berlangsung.
Dengan topografi vulkanik dan sistem sungai yang kompleks, Indonesia sebenarnya punya modal besar untuk menjadi salah satu lokasi terbaik Sport Tourism Ekstrem dunia.
🧵
Suatu hari, Umar bin Khattab melihat Jabir ibn Abdullah pulang dari pasar dengan membawa sesuatu di tangannya.
Umar bertanya, “Apa yang engkau bawa itu, wahai Jabir?”
Jabir menjawab, “Ini sepotong daging. Aku membelinya karena aku ingin memakannya.”
Umar menatapnya, lalu berkata pelan namun menggetarkan, “Apakah setiap kali engkau menginginkan sesuatu, engkau langsung membelinya?”
Dialog itu sekilas mungkin terasa berlebihan. Apa salahnya makan enak? Apa salahnya membeli sesuatu yang kita inginkan? Jika kita yang ditegur, barangkali kita akan tersinggung dan berkata, “Kenapa ikut campur urusan orang lain? Suka-suka aku dong, mau makan apa saja, kan ini uangku."
Namun Jabir bukanlah orang yang hatinya sempit. Ia tidak marah. Ia justru diam, merenung, mencoba memahami maksud teguran itu. Umar tidak sedang melarang daging, dan tidak pula mengharamkan kenikmatan dunia. Ia hanya sedang mengajarkan prinsip besar: tidak semua keinginan harus dipenuhi. Manusia harus mampu mengelola hasratnya, bukan diperbudak olehnya. Sebab ketika keinginan selalu dituruti, perlahan ia berubah menjadi penguasa yang mengendalikan hidup.
Di sinilah letak pelajaran yang relevan sepanjang zaman, termasuk saat ini. Betapa banyak orang bukan hancur karena kekurangan, melainkan karena tidak pernah belajar menahan keinginan. Gaji dua digit bahkan tiga digit pun ternyata tak cukup, karena gaya hidupnya terus mengikuti keinginan yang mahal.
Atas nama gengsi, nafsu yang dibiarkan tumbuh liar akan mengikis ketahanan jiwa, melemahkan disiplin, dan menumpulkan empati. Orang yang terbiasa berkata “iya” pada semua keinginannya akan kesulitan berkata “tidak” saat hidup menuntut pengorbanan.
Puasa hadir sebagai latihan nyata untuk menaklukkan diri. Kita lapar, kita haus, sementara makanan dan minuman tersedia di depan mata, bahkan kini cukup satu sentuhan layar untuk memesannya.
Uang mungkin ada, kesempatan terbuka, tapi kita memilih menahan diri. Bukan karena tidak mampu membeli, bukan tak punya uang, tapi karena sedang belajar menguasai diri.
Puasa mendidik kita untuk menyadari bahwa kebebasan sejati bukanlah melakukan semua yang kita mau, akan tetapi ketika kita mampu menahan apa yang kita mau.
Teguran singkat Umar kepada Jabir menjadi pelajaran panjang bagi siapa pun yang mau berpikir: kendalikan keinginanmu sebelum keinginan itu mengendalikanmu.