Klo soal hype Piala Dunia, tenang aja, ntar begitu pertandingan pertama dan klip2 nyebar di medsos juga akan rame.
Match kedua itu main Jumat jam 9 pagi WIB.
Tim besar pertama yang main, Brazil, jadwalnya hari Minggu.
Ntar juga rame sendiri hypenya
moment pidato kenegaraan pak SBY.
tanpa di sadari jaman pak SBY tuh banyak bgt yg dibuat untuk kesejahteraan rakyat, contohnya BOS, wajib belajar 12 tahun gratis digaungkan jaman dia, askes/jamsostek, ajakan untuk cintai produk indonesia sampe pertamina dibikin pasti pas supaya rakyat yakin pake produk dalem negeri, gas elpiji, subsidi pendidikan universitas, bidik misi, KPK dan masih banyak lagi. Tanpa terlalu memberatkan rakyat dgn pajak2 yg berlebihan, selalu melibatkan pakar2 ahli dibidangnya untuk ambil keputusan.
Mungkin infrastruktur ga terlalu banyak tapi tanpa sadar beliau membangun dari sisi SDM dan kesejahteraan sosial dulu.
tambah in kalau ada gaes..
Kalian tau ga sih, Pak SBY dulu pas jaman
krisis global mau naikin bensin
400 PERAK doank aja dia pidato loh Live di TV2..
beliau minta maaf ke rakyat dengan wajah yg sedih.
Minta maaf berkali2 harus ambil keputusan itu.
Dia juga banyak kekurangannya, tapi sumpah gw kangen dengan pemimpin kek gitu, yg bertanggung jawab, yg punya empati ke rakyat!
Bukan malah denial bilang rupiah lemah ga ngaruh! Rakyat cuma butuh makan, ga mimpi jadi kaya! 4jg 4jg
cc:threadris_kaanisya
Juni ini tuh bakal bikin Prabowo pusing:
1. Surat Utang Negara Jatuh Tempo 800T
2. Gaji ke13 harus mulai dicairkan
3. El Nino dimulai, kemungkinan besar gagal panen
4. Penerimaan Pajak seret krn kelas menengah susut & konsumsi melemah
5. Perang Iran masih berkecamuk harga minyak tinggi
APBN kita ngak bakal kuat buat nahan subsidi kalo program2 signature dia yg super boros kayak MBG di stop
Cancel culture itu memang blm bisa diterapkan di Indo ya? Politisi problematik dihina2 di sosmed, tp ketika ketemu masih dipuja2, sampai minta salaman. Benar2 seperti ga ada apa2 yang terjadi dan dia lakukan utk negara ini. 🙃
Eh wok, korban bullying itu orang-orang GA BERSALAH yang diejek karna kekurangan mereka. Kalo lu dibully karna lu jahat, kejam, pelanggar ham, nirempati, belaga budek sama suara rakyat, jadi gausah nyama-nyamain diri deh.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Poin pertama saja sudah sangat problematik. Belum lagi poin2 selanjutnya.
Orang ini nggak paham soal bahwa narasi biaya pribadi presiden itu justru menabrak prinsip tata kelola negara.
Klaim bahwa kelebihan biaya ditanggung oleh dana pribadi presiden itu secara etika birokrasi dan hukum tata negara adalah hal yg sangat problematis.
Ini blurs the line. Dalam administrasi publik modern, harus ada batas yang mutlak antara kekayaan pribadi pejabat (private wealth) dan operasional negara (public fund).
Saat presiden memakai duit pribadi untuk urusan kedinasan, hal ini justru merusak standarisasi penganggaran dan akuntabilitas.
Lalu bagaimana biaya2 dicatatkan dalam LKPP?
Apakah ini dikategorikan sebagai hibah pribadi kepada negara?
Jika iya, apakah sudah melalui prosedur penerimaan hibah yang sah agar tidak menimbulkan conflict of interest di kemudian hari?
My dad skipped my graduation to watch this final in person. I was the only kid whose dad didn’t show up, but as I got older, I realized I probably would’ve done the same.