Awalnya aku mengira ada satu pengeluaran besar yang membuat uang kami selalu habis.
Ternyata Engga ada.
Yang muncul justru transaksi kecil:
Rp24.000 untuk minuman.
Rp39.000 untuk ongkir.
Rp67.000 untuk makan.
Rp49.000 untuk aplikasi.
Semuanya terasa murah saat dibayar.
Engga ada yang cukup besar untuk membuat kami merasa sedang boros.
Gue kerja kantoran 8 tahun. Gaji Rp 6,2 juta, THR lancar, BPJS aman.
Temen SMA gue jualan frozen food dari dapur rumahnya, gak punya slip gaji sama sekali.
Bulan lalu dia beli ruko.
Gue masih ngontrak.
Yang bikin gue kepikiran bukan itu. Tapi jawabannya pas gue tanya rahasianya.
Namanya Wulan. Dulu di sekolah biasa aja, gak pinter-pinter amat.
Gue yang dulu ranking, gue yang kuliah, gue yang kerja kantoran.
Gue pikir dia bakal jawab soal keberuntungan, atau modal dari suaminya.
Dia malah balik nanya, "Lo tiap bulan dapet berapa banyak pelanggan baru?"
Gue bingung. Gue kan karyawan.
"Nah itu," katanya.
"Lo cuma punya satu pembeli seumur hidup: kantor lo."
"Kalau satu pembeli itu berhenti beli, penghasilan lo nol. Gue punya 400-an pembeli. Kalau 10 kabur, gue masih hidup."
Gue gak bisa jawab apa-apa waktu itu.
Sepanjang jalan pulang gue itung-itung sendiri, dan makin gak enak perasaannya.
Gue selalu ngira kerja kantoran itu aman.
Ternyata definisi aman gue selama ini keliru.
Aman itu bukan penghasilan yang pasti. Aman itu penghasilan yang gak bisa diputus satu orang.
Dan hidup gue, cicilan gue, sekolah anak gue, semuanya bergantung sama tanda tangan satu orang di ruangan HRD.
Selama 8 tahun gue nyebut itu "stabil".
Tapi gue gak langsung resign. Gue gak senekat itu, dan gue gak nyaranin siapa-siapa resign gara-gara baca thread.
Gue mulai dari yang paling kecil.
Gue jualan sambel kemasan buatan ibu gue, ke temen kantor doang.
Modal pertama gue Rp 380 ribu, itu dari uang belanja yang gue sisihin diem-diem.
Gak ada rencana besar. Gue cuma pengen tau rasanya dapet duit dari orang yang gak wajib bayar gue.
Bulan pertama laku 14 botol. Untung Rp 112 ribu.
Kecil banget. Gaji gue sehari aja lebih gede.
Tapi ada rasa yang gak pernah gue dapet dari 8 tahun kerja kantoran:
itu duit yang dateng bukan karena gue nunggu tanggal 25.
Itu duit yang dateng karena ada orang yang mau bayar buat sesuatu yang gue bikin.
Masalah muncul di bulan ketiga.
Ada pembeli komplain sambelnya berjamur padahal baru 5 hari.
Gue panik. Gue kirain resepnya salah, sampe gue nyalahin ibu gue dalem hati.
Wulan yang akhirnya kasih tau.
"Bukan sambelnya, Mbak. Kemasannya. Lo pake botol biasa, udaranya masih masuk."
Masalahnya bukan di produk. Di bungkusnya.
cc : anitarisoraya
@PartaiSocmed Indonesia, kesenjangan semakin terlihat jauh, yg miskin makin kismin, yang kaya makin kaya., kayaknya perlu di dorong UU pembatasan kekayaan supaya Gap kesenjangan bisa diatur pemerintah., 🙃
@tirta_cipeng Optimis gw c, di jeda transfer ini klw kebutuhan pemain dia terpenuhi semua, maka Liverpool musim depan akan sulit dibendung, Arne adalah satu² nya pelatih Liverpool di musim pertama langsung juara 🤭✊
@id_lgk Musim ini kayak pesawat terbang terus jatuh ke bumi, kok bisa gitu ya..😁, sempet memuji slot pelatih Genius musim kmaren, skrng kok amburadul mainnya, gak ada gairah, pressing kacau, pertahanan kocar Kacir, ada yang salah dg siapa
NIH GUYS INFO LENGKAPNYA !!!
Kamu pedagang, ojol, freelancer, petani, nelayan, atau punya usaha sendiri?
Ada program pemerintah yang sering diabaikan tapi manfaatnya luar biasa. Namanya BPJS Ketenagakerjaan BPU.
APA ITU BPJS KETENAGAKERJAAN BPU?
BPU singkatan dari Bukan Penerima Upah.
Ini adalah program BPJS Ketenagakerjaan khusus untuk pekerja mandiri yang tidak terikat hubungan kerja dengan perusahaan.
Siapa pun yang bekerja dan menghasilkan uang tapi bukan sebagai karyawan resmi,
bisa dan sangat disarankan untuk daftar BPU.
SYARAT DAFTAR
Syaratnya sangat mudah, hanya dua hal:
- Punya NIK atau KTP Elektronik
- Usia minimal 15 tahun, maksimal belum genap 65 tahun
Tidak perlu surat keterangan kerja, tidak perlu slip gaji,
tidak perlu dokumen dari perusahaan. Siapapun warga negara Indonesia yang bekerja secara mandiri bisa langsung daftar.
Ada tiga program yang bisa diikuti peserta BPU:
1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Wajib diikuti. Iuran 1% dari penghasilan yang dilaporkan, minimal Rp 10.000 per bulan.
2. Jaminan Kematian (JKM): Wajib diikuti bersama JKK. Iuran tetap Rp 6.800 per bulan.
Jadi paket minimal JKK plus JKM hanya sekitar Rp 16.800 per bulan.
Lebih murah dari segelas kopi kekinian.
3. Jaminan Hari Tua (JHT): Bersifat opsional tapi sangat dianjurkan. Iuran 2% dari penghasilan yang dilaporkan, minimal Rp 20.000 per bulan. Ini adalah tabungan masa depan yang bisa dicairkan.
Info terbaru 2026: Ada keringanan iuran 50% untuk program JKK dan JKM. Untuk sektor transportasi berlaku Januari 2026 sampai Maret 2027. Untuk sektor lainnya berlaku April sampai Desember 2026.
Artinya sekarang adalah waktu terbaik untuk daftar karena iuran sedang disubsidi.
MANFAAT YANG DIDAPAT
Manfaat JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja):
Pengobatan dan perawatan medis tanpa batas plafon biaya sesuai indikasi medis. Santunan tidak mampu bekerja: 100% upah selama 12 bulan pertama, lalu 50% mulai bulan ke-13 hingga sembuh. Jika cacat permanen, mendapat santunan sesuai tingkat kecacatan. Jika meninggal akibat kecelakaan kerja, ahli waris mendapat santunan dan beasiswa pendidikan anak.
Manfaat JKM (Jaminan Kematian): Santunan kematian bukan akibat kecelakaan kerja sebesar Rp 42 juta. Biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta. Beasiswa pendidikan untuk 2 orang anak, dari SD hingga perguruan tinggi. Total manfaat JKM bisa mencapai Rp 174 juta apabila anak masih sekolah. Syarat untuk mendapat manfaat penuh JKM adalah sudah membayar iuran minimal 3 bulan berturut-turut.
Manfaat JHT (Jaminan Hari Tua): Tabungan yang bisa dicairkan saat berhenti bekerja, pensiun, atau kondisi tertentu. Setelah 10 tahun kepesertaan, bisa diambil sebagian maksimal 30% untuk kepemilikan rumah atau 10% untuk persiapan pensiun.
CARA DAFTAR ONLINE (Paling Mudah)
Langkah 1: Buka browser, kunjungi situs https://t.co/6FhWlDSUfz
Langkah 2: Klik tombol daftar atau mulai pendaftaran BPU
Langkah 3: Masukkan NIK KTP dan data diri lengkap, nama sesuai KTP, tanggal lahir, nomor HP aktif, dan alamat email
Langkah 4: Isi data pekerjaan, yaitu jenis pekerjaan, lokasi kerja, jam kerja per hari, dan estimasi penghasilan per bulan
Langkah 5: Pilih program yang ingin diikuti, minimal JKK dan JKM
Langkah 6: Pilih kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat
Langkah 7: Setelah data lengkap, klik lanjutkan. Sistem akan menghitung jumlah iuran yang harus dibayar
Langkah 8: Akan muncul kode pembayaran yang dikirim ke email
Langkah 9: Bayar iuran pertama melalui transfer bank, marketplace, minimarket, atau metode pembayaran lain yang tersedia
Langkah 10: Setelah pembayaran berhasil, kartu digital dikirim ke email. Kepesertaan langsung aktif.
Daftar sekarang jangan tunggu kecelakaan terjadi dulu.
Perlindungan aktif terhitung sejak pembayaran iuran pertama,
bukan sejak pendaftaran.
BPJS BPU bukan kemewahan.
Ini adalah jaring pengaman minimum yang seharusnya dimiliki setiap pekerja mandiri Indonesia. Iurannya lebih murah dari parkir motor sehari