Mereka merasa "kalah": Melihat Anda tetap tenang membuat ego mereka terluka. Mereka ingin melihat Anda hancur atau mengeluh agar mereka merasa memiliki "teman" yang sama-sama menderita.
Setiap orang punya garis start yang berbeda. Gak semua berangkat dari titik yg sama, jadi wajar kalau perjalanan & waktunya juga beda-beda.
Tips dariku yg ga punya privilege: Fokus aja pada jalanmu sendiri. Lakukan yg terbaik. Pelan atau cepat, yang penting tetap maju.
Dulu aku orangnya ga enakan kalau marah, malah lebih cenderung mengalah biar ga jd masalah yg panjang.
Lalu aku paham bahwa marah kadang diperlukan, utk mengubah kebiasaan orang.
Kesimpulanku: Jarang marah dan ga kritis, akan rentan dimanfaatkan orang.
Gak tau ini fase apaan tapi hampa aja gitu, rasanya diem di rumah bosen, main keluar kek gak punya tenaga, tiap hari ngerasa pengen kemana mana tapi gak pengen kemana mana juga
Suatu hari, Rasulullah duduk bersama Aisyah. Tiba-tiba terdengar suara riuh dari halaman. Anak-anak kecil berkumpul menyaksikan seorang gadis Habasyah menari dan bermain. Rasulullah memanggil Aisyah, menyuruhnya melihat. Aisyah bersandar di bahu beliau, menatap lewat celah antara kepala dan pundak suaminya.
โSudah puas?โ tanya Rasul. Aisyah menjawab, โBelum,โ karena ingin tahu sejauh mana perhatian beliau padanya.
Lalu Umar datang. Seketika orang-orang bubar, dan si gadis berhenti. Rasul tersenyum, โAku melihat setan dari kalangan jin dan manusia lari dari Umar.โ
Aisyah pun kembali ke dalam. Wibawa Umar membuat suasana berubah tanpa sepatah kata pun.๐งต