Selamat malam. Kami ucapkan terima kasih kepada SK yang telah kooperatif mengikuti sidang hingga selesai. Berkas sidang dapat diakses melalui tautan ini. Adapun keputusan sidang akan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang dalam waktu 3x24 jam. Terima kasih. https://t.co/yaxgIIg2mu
ㅤ
Tawa ringan lolos dari bibirnya, bahu Shun terangkat sedikit sebelum merosot santai. “Wah, kayaknya buku itu relatable banget, ya,” celetuknya sambil mengangguk. Ia lalu berdiri perlahan, merapikan jubah. “Sampai jumpa, Profesor. Terima kasih untuk kelas hari ini!”
ㅤ
️️
️️
“Kelas berikutnya kita akan bahas si Buku yang sangat tegas seperti perasaan sepihak kita ke crush kita yang keren itu. Hehehe” ujarnya sambil tertawa. “Jadi sampai jumpa di kelas berikutnya!!”
️️
️️
️️
️️
“Bercandaaa, jangan ada yang tersinggung loh.” Primrose lantas menepuk satu tangannya. “Nah, materi kita selesai sampai sini dulu. Kita lanjutkan di pertemuan berikutnya dengan pembahasan lebih seru!”
️️
️️
️️
️️
“Pena akan aktif bahkan pada isyarat paling samar dari kemampuan sihir dalam diri seorang anak, dan langsung mencoba menuliskan namanya dalam Buku” ucapnya. “See, pena ini peka banget kan? Gak kayak gebetan kalian itu ya?” candanya lalu tergelak.
️️
️️
️️
️️
“Pena akan terangkat dari pot tintanya dan mencoba menuliskan nama anak tersebut ke dalam halaman Buku” lanjutnya sembari kembali menegak minumannya.
️️
️️
️️
️️
“Lalu bagaimana cara kerja si Pena, Profs?” monolongnya lagi. “Pada saat yang tepat ketika seorang anak asal Britania Raya atau Irlandia pertama kali menunjukkan tanda-tanda sihir,” Primrose memotong kalimatnya, berdehem sejenak.
️️
️️
️️
️️
“Akhirnya sang penyelidik membantu mencari sistem cadangan kedua untuk proses pendaftaran. Sangat chaos sekali ya?” ujarnya sambil menggelengkan kepalanya. “Sampai sini, sudah mengantuk?”
️️
️️
️️
️️
“Hal ini menyebabkan proses pendaftaran sekolah menjadi tidak mungkin dilakukan. Pihak sekolah sampai meminta bantuan kepada seorang Penyelidik Calamity yang bekerja untuk Statute of Secrecy Task Force loh!”
️️
️️
️️
️️
“Oh ya, pada saat peristiwa Calamity, para murid Hogwarts mulai mencoba untuk secara sengaja memfokuskan perhatian mereka pada Pena dan Buku Penerimaan agar peristiwa Calamity menjadikan keduanya sebagai Foundable.”
️️
️️
️️
️️
“Benar. Pena ini diyakini terbuat dari bulu Augurey. Uniknya, pena ini tidak membutuhkan tinta loh! Bahkan di pot tinta peraknya tidak pernah terlihat tinta. Keren kan?” ucapnya, terlihat kagum akan keajaiban Pena itu.
️️
️️
️️
️️
Primrose menepuk satu tangannya, “Nah sekarang! Ada yang tau terbuat dari bulu apa sih pena ajaib satu ini?” tanyanya sembari menatap muridnya satu persatu.
️️
️️