Pagi td temen sy tlp, nangis2 abis ditipu katanya. Biasalah, penipu yg tlp minta transfer gtu. Yg bikin temen sy percaya, si penipu manggil dia “pim”. “Pim” adlh panggilan kecil tmn sy, yg hanya org deket yg tau. Terus dia inget dia abis ikutan ini:
Akhirnya berkat postingan JogjaUpdate , aku jadi tau bahwa ada tempat makan yg sedia “sego manten” seperti ini. Hari ini meluncur ke kedai rukun, untuk menyantap makanan lejat ini
Matur nuwun, sudah mengobati kerinduanku
@nickoisniken
Penanganan pohon tumbang lanjut geser ke parkiran Bioskop Empire XXI @cinema21 jl UripSumoharjo GK @PemkotJogja terdampak sebuah mobil tertimpa pohon, sudah terevakuasi. Clear 🙏👨🚒🇲🇨
"tapi mereka dibesarkan di Indonesia" belom tentu berhubungan dengan "fasih bahasa Indonesia baku"
ingat. belajar bahasa baku adalah tanda² dari kaum yang terdidik. hal tersebut harus dipelajari di sekolah.
bahasa gaul dan informal adalah ranah rumah dan pergaulan. bukan baku.
orang² kayak gini emang harus belajar sosiolinguistik. Indonesia punya kondisi yang namanya diglossia (di: dua) dimana bahasa Indonesia menjadi 2 tipe. tipe formal, baku, standar, yang dipake kaum "terpelajar" dan tipe non-baku, dialek, "gaul", yang dipake sehari hari.