“Kebiasaan” fraud dan korupsi itu ga cuma di kalangan “pejabat” tapi bisa juga di sekitar kita.
Dari mulai belajar nilep uang spp, uang saku, nilep nota di kasir, parkir ilegal, tiket pungli di tempat wisata.
Masalahnya udah mengakar.
@bardanslm Itu namanya safe space mas. Di luar rumah energi abis dipake buat mikir taktis dan strategis. Begitu pulang, otak otomatis shutdown karena tau rumah adalah tempat paling aman buat jadi "planga-plongo" tanpa takut dihakimi dan dinilai ga perform hehe.
saya sangat relate👆
🚨🚨🎙️| Roy Keane to Alf-Inge Haaland after he claimed referees favoured England over Norway:
“Does he really remember the match he actually saw? He always seems to be drinking alcohol during the matches.”
Menengah itu apes mas, lebih deket ke jurang kemiskinan daripada chance ke kaya.
Udah pph kena, ppn kena, subsidi cuma dapet tertentu (pertalite) wkwwkwk, gaji naik susah pula wkwkwkw
Solusinya: double job.
Edan
Trade off ama health ini
Jurnalis asal Perancis, Romain Molina melalui akun X resminya dikabarkan bakal membongkar sesuatu yang sangat amat menarik dari sepak bola Indonesia.
Nama Romain Molina memang cukup dikenal terkait dirinya yang membeberkan isu menarik diluar lapangan utamanya soal skandal.
Beberapa waktu lalu dirinya sempat membahas soal busuknya organisasi tertinggi sepak bola dunia, FIFA.
Waduh apa ini kira-kira case Indonesia, adakah kaitannya dengan Piala Dunia U-20 dulu? Atah terkait dengan proses naturalisasi kira-kira ya? 🙄
Di seluruh dunia, ada fans sepak bola yang mengikuti tim mereka baik di kandang maupun tandang, tidak melewatkan 1 pertandingan pun selama bertahun-tahun
Tapi tidak banyak penggemar yang bisa mengatakan bahwa mereka menantang dan mengalahkan asosiasi sepak bola nasional.
April, 13 tahun yang lalu, Andie Peci dibacok dan dipukuli sekitar 12 orang berbadan besar.
Peci dianiaya beberapa saat setelah ia mengikuti aksi damai mendukung Persebaya Surabaya 1927 yang tak diakui eksistensinya oleh PSSI.
Karena sepak bola, pria2 beringas itu hendak menculik Peci. Namun Peci menolak, melawan, dan menangkis sabetan2 celurit pelaku. Tangan Peci berdarah, beberapa bagian tubuhnya lebam. Di rumah sakit, Peci menerima 29 jahitan pada tangannya.
Teror itu tidak pernah menghentikan Peci. Dia bersuara semakin lantang, semakin aktif turun ke jalan. Sampai hari ini, para pelaku pembacokan itu tidak pernah terungkap. Siapa otak di balik penyiksaan itu tidak pernah tersingkap.
Hari ini, Peci meninggal dunia, meninggalkan jejak kenangan berupa keberanian dan idealisme pilih tanding.
Peci, sebuah kehormatan bisa mengenalmu. Selamat jalan. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Innalillahi wa innailaihi rojiun.