Ada 2 tipe capek di hidup ini. Ada capek yang kalau dipake istirahat kamu bisa tidur enak, dibuat makan apapun masih nikmat, dan cenderung pengen capek lagi. Ada capek yang malah bikin kamu stres, makan sama tidur ga enak dan bahkan ga mau kamu alamin lagi.
Poinnya adalah, baik itu kadang tidak baik. Jangan serta merta menyuruh atau melarang orang lain dengan dalih sayang. Sayang itu justru kalau kita tau apa sebetulnya yang mereka butuh bukan dari yang kita anggap baik.
Kadang yang keliatannya menyiksa bagi kita belum tentu sama dengan apa yang orang itu rasakan. Seorang lansia dilarang keluarganya untuk menyapu halaman depan rumahnya dan merapikan kebunnya. Lansia itu keesokan harinya malah murung hingga dalam hitungan minggu jatuh sakit.
Atau seorang suami yang merasa dirinya hebat dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga lalu melarang istrinya bekerja. Bukan soal capek, motivasi bekerja tiap individu berbeda. Sang istri kadang bukan butuh duit, dia ingin mengaktualisasikan dirinya, berguna bagi orang lain dan sbgnya
Apa salah seorang 'Ibu' yang membuang bayinya? Wahai kaum so suci, kenapa kalian begitu menghinakan perempuan yang membuang bayinya? Kalian tau? Betapa sungguh dia sudah mati matian mempertahankan bayi itu. Betapa lelah dia menahan cemoohan congor ente!
Bukan baju yg salah, bukan juga dada besar yg ada di tubuhnya. Tapi masalahnya si pelaku ni terbiasa apa engga. Mau ditaro di pantai yg banyak cewe berbikini pun kalo emang ga ada niat perkosa mah yaudah. Bukan apa yg udh attach ke korban tp t*t*t ente yg justru kudu di jaga bos!
Konflik berbanding lurus dengan keintiman hubungan antar manusia. Makin kompak, makin banyak konflik yang ditemui. Wajar kita banyak berkelahi dengan adik/kakak sendiri karena dekat dengan mereka. Jadi konflik itu lumrah, tinggal gimana lo bisa beresin masalahnya itu hal berbeda
Tipikal Gen X atau boomers kalo di dunia maya suka ubah2 huruf dalam satu istilah nama, gpp sih tapi ganggu aja gitu..
misal "Japri" jadi "Jafri", "Grup" jadi "Grub", "Ojol" jadi "Ozol"