@NenkMonica Terus kenapa, yang pribumi bebas koq beli properti disitu, kalian para ninja jg ga dilarang koq mau beli, jalan2 disitu...ga usah jadi provokator, emang disana bau2 arab ga masuk sih... ๐คก
BISNIS KELUARGA CENDANA
Belakangan, Orde Baru juga diwarnai tingkah-polah bisnis anak-anak Soeharto. Ini cuplikan cerita yang pernah menghebohkan itu...
#PSI#PSI11#SamaSama#Mei98JanganLagi
@DedynurPalakka TOLOL bandingkan tidak apple to apple...Indosat dan Hambalang tidak menanggung Utang 60 Tahun...GOBLOK jangan diborong dong bagi2 sama kader kalian lainnya ๐คฏ๐คฏ๐คฏ
Ini bukti jika pejabat Non Partai lebih baik karena tidak terikat dengan "KEPENTINGAN" partai, apalagi menempatkan orang2 partainya contoh nya parTAI Gajah...Kemenhut di isi mereka ๐ฉ๐ฉ๐ฉ
Klik untuk baca: https://t.co/FuciRhOGS3
@KejaksaanRI Korupsi dana haji, Whoosh, Pertamina dll masih lebih banyak...ga usah bangga krn itu hanya bunga tabungan korporasi yg sudah menipu...btw hampir lupa apakabar silplester???
Jokowi awalnya nolak proyek ini, karena alasan efisiensi dan risiko utang, tapi Rini ngotot dengan dalih B2B dan tekanan geopolitik agar proyek tetap berjalan.
Di sinilah titik beloknya: keputusan teknokratis berubah jadi keputusan politis ๐
Edan.
Beli barang cuma Rp3.000, dari Tangerang ke Surabaya, gratis ongkos kirim. Dikirim sampai pintu rumah.
Pemerintah perlu meregulasi ini marketplace. Bahaya sekali, bisa membunuh semua usaha di daerah. Apalagi pabrikan/disributor/importir juga jualan sendiri sekarang.
Bukan hanya akan membunuh pengecer, tapi juga produk2 dalam negeri karena harganya belum mampu bersaing dgn produk impor dari China. Ditambah fasilitas gratis ongkir yg edan begini, beli tiga ribu perak saja gratis ongkir, mati sudah industri lokal.
----
Marketplace sih tidak rugi kasih gratis ongkir edan begini, karena ada biaya admin dan biaya program Gratis ongkir yang ditanggung penjual. Besarnya sampai 14% nilai penjulalan.
Selain itu penjual juga kena biaya setiap invoice yg besarnya Rp1.200/inv.
Di sisi pembeli, marketplace juga kenakan biaya layanan yang besarnya Rp1.000 sampai 2.000 tergantung jenis pembayaran.
Berdasar contoh harga bolpen yg Rp3.000 ini, maka MP mengantongi lebih kurang Rp2.620.
Wedan, lebih besar cuan MP dari penjual pasti, sebesar 87%. ๐ช
Apalagi MP sekarang juga punya ekspedisi sendiri. Mati lah ekspedisi lain yg bukan group dari MP.
-----
Gawat ini, Pemerintahan Presidan @prabowo harus segera bertindak, meregulasi Marketplace ini. Jika tidak maka korban akan berjatuhan;
1. Retail/pedagang di daerah karena tidak bisa jual akibat membeli langsung ke pabrik/distributor/importir jauh lebih murah, gratis ongkir.
2. Industri/UMKM akan segera gulung tikar semua, akibat tidak mampu bersaing dgn produk impor dari China.
3. Perusahaan Ekspedisi akan ambruk, karena tidak nyucuk biayanya untuk bersaing dgn ekspedisi yang satu group dengan MP.
______
Dari sisi konsumen memang diuntungkan, namun jika pebisnis bertumbagan (retail, umkm, ekspedisi) maka akan makin banyak juga rakyat yang kantongnya tidak terisi. Ujungnya kelas menengah akan berguguran menjadi kelas miskin yang harus disubsisi negara, diberi bansos negara.
Bahaya kan.....
Bahaya bukan karena China produktif dgn produk-produknya yg kompetitif harganya, tapi karena pemerintah abai dengan realitas di bawah.
Jika pemerintah tidak abai, maka bisa mengambil kebijakan yang ujungnya retail, UMKM dan bisnis ekspedisi tidak ambruk, sekaligus membuat rekan2 manufactur China berpikir membangun pabrik di Indonesia, daripada menanggung cost ekspor ke Indonesia. Nanti dorong bermitra dgn pengusaha Indonesia dan menyerap bahan baku dari Indonesia.
Ayo para menteri bekerja !!!
Jangan mikir tambang tok!
Manufactur itu kunci untuk jadi negara maju.
๐