3 pemain asing terakhir yg dikenalkan PSIM tidak hanya dikemas secara apik, namun menyiratkan pesan yang saling terhubung satu dengan yang lain.
• Adrian & Kotabaru: Kotabaru adalah sebuah kawasan yg di dalamnya terdapat Stadion Kridosono, dulu stadion ini menjadi panggung para talenta lokal dan asing untuk diuji di depan publik. Menariknya sepekan kemudian pasca video dirilis, PSIM mengumumkan salah satu binaan akademinya yang promosi ke tim utama yakni Athaullah Daib.
• Mauro & Bantaran Kali Code: Realitas sosial dan isu krisis ruang begitu jelas diekspos oleh tim media, ini menunjukkan sikap keberpihakan klub yang ingin berada dalam satu garis perjuangan bersama pendukungnya. Pada scene terakhir Mauro bersama anak-anak berpose di depan jembatan yg bbrp waktu lalu sempat viral 😌
• Marvin & Mandala Krida: Keduanya adalah puzzle kepingan PSIM pada masing-masing konteks. Marvin adalah pemain asing terakhir yg melengkapi skuad JP musim depan, sedangkan Mandala Krida adalah misi besar yang sedang dikawal bersama-sama. Mandala Krida adalah marwah sekaligus rumah untuk PSIM.
• Tambahan : Terima kasih @PSIMJOGJA telah kesetrum sengatan kritik teman-teman, foto Adrian dengan babon aniem di enggok-enggokan Padmanaba pesannya dapet banget 🙌🏻
Selamat berlaga di Super League 2026/2027,
AYDK!
🚨BREAKING NEWS: CAHYA SUPRIADI SELANGKAH LAGI GABUNG PERSIB🚨
Bukan cuman pemain berbendera cahaya matahari dari amerika latin, Persib juga selangkah lagi akan mendatangkan Cahya Supriadi untuk pelapis Teja Paku Alam yg akan tetap jadi kiper utama musim depan. Kumaha yes/no?👀
Selama ini suporter sepakbola kerap distigmatisasi secara negatif dengan kekerasan. Padahal mereka adalah bagian masyarakat yang kritis terhadap ketidakadilan. Seperti suporter di Yogyakarta yang menyuarakan usut tuntas korupsi mandala krida. Jika gerakan ini bersua dengan gerakan mahasiswa tentu akan lebih bergelora 🔥
Selama ini suporter sepakbola kerap distigmatisasi secara negatif dengan kekerasan. Padahal mereka adalah bagian masyarakat yang kritis terhadap ketidakadilan. Seperti suporter di Yogyakarta yang menulis “Upah Murah Nonton Bola Susah”