Kalo lo suka buku. Ga usah dibaca. Cukup diposting!! Cari kalimat yg lo suka, kasih stabilo, foto, terus kasih caption2 deep!! Karena ngapain punya buku kalo ga dipamerin?? Ayo!! Posting dan pamer lah kalo kalian anak buku!!!! Ga keliatan sok pinter kok!! Kalian keren & ga norak!
Nikita was said : Kita tuh sering banget ibadah karena ada maunya (transaksional). Shalat karena mau bisnis lancar, umrah karena ingin dimudahkan rejeki, dan lainnya. Gimana caranya supaya tidak seperti itu, agar tetap mendapat keberkahan?
Jawaban Mr Faris ternyata bikin Niki terharu 😭🥺
Allah itu akan selalu membuat cara supaya hambaNya ingin selalu mendekat kepadaNya, termasuk dengan berbagai reward yang diberikan, dan itu itss okee bangeet...ketika hambaNya mengharapkan itu..
Menarik banget pesan yang bisa diambil dari podcast ini
Menurutku pesan dari Nikita Willy yang bisa diambil begini : Awalnya kita mendekat kepada Allah karena berharap sesuatu.
Sampai akhirnya kita sadar, dekat dengan-Nya saja sudah menjadi nikmat yang tak ternilai.����
Karhutla yang sibuk handle malah Malaysia
Krakatau erupsi yang sibuk mantau dan planning mitigasi malah Jepang
Punya Presiden tapi perannya kek owner catering anjir! MBG doang yg diomongin, jelek
Jujur gue suka sama cerita lain kaya gini karena memang faktanya banyak orang yang udah melakukan ibadah yang dianggap puncak seperti tahajud tapi juga masih kesusahan, but i really sure pasti ada hal baik yang luar biasa dibaliknya.. kayak almh mama kak sandi kharisma ini (lanjutannya di bawah)
drama bagus yang underrated karena stasiun tvnya gak becus promosiin + ga tayang di ott mainstream + fans ga bebas promosiin krn terkendala c0pyyr1ght stasiun tvnya yang ketat banget 🫴
Fathimah: "saya yg akan komando anak-anak saya, kamu diam!"
"saya melihat teman-teman saya terhimpit dan mengajak mereka kembali kesini, bukan krn saya nurut sama anda. bagi saya, teman-teman saya lebih berharga"
"krn saya tau bagi anda, nyawa teman-teman saya ini tidak ada artinya"
merindinggg dengarnya 🥹
Minggu lalu gue nonton reel, “Kenapa perempuan banyak yang rush into relationships/marriage, sementara laki-laki cenderung lebih santai?”
Terus orangnya jawab;
“Coba lo bayangin kalo dari kecil cowok-cowok diajarin bahwa mereka cuman bisa kerja sampai umur 25. Setelah itu mereka nggak akan bisa menghasilkan uang lagi. Menurut lo, mereka bakal desperate buat buru-buru kerja dan cari duit nggak, apalagi ketika semakin mendekati umur 25? Exactly.
Kurang lebih begitu juga dengan perempuan. Kita hidup dalam sistem patriarki yang dari kecil sering mendoktrin bahwa perempuan ‘harus’ menikah sebelum umur 30. Begitu lewat 30 dan belum menikah, langsung ada stigma macam-macam: terlalu pemilih, susah dapat pasangan, nggak laku, dan sebagainya.
Kalau dari kecil lo tumbuh dalam lingkungan yang terus-terusan menanamkan standar seperti itu, ya mau nggak mau lo akan merasa dikejar waktu. Jadi bukan semata-mata karena perempuan ‘terlalu desperate’ buat menikah, tapi karena sejak kecil kita udah diajarkan bahwa ada batas waktu tertentu untuk mencapai hal tersebut.”
and I fucking gagged.