@jova_fyodor dan tentang jam(waktu)
waktu itu latar, tempat semua kegiatan tuh berjalan. jadi semua orang apapun kegiatannya pasti pake waktunya sendiri masing2, jadi gak bisa disebut jual beli waktu
menurut keyakinan saya ygy😶🌫️
@jova_fyodor Kerja dan jualan tuh dah beda konsep. gada orang yg jual jam, yg ada jual tenaga, skill, pengetahuan, dll. apa sebutan orang yg jual tenaga? kerja! kerja tuh lu jual sesuatu dr jiwa raga lu untuk ditukar uang, kalo jualan? lu ngasih objek external dr badan lu untuk ditukar uang.
@jova_fyodor pernyataan benernya tuh gini 'lu kerja 176jam/bulan ke satu orang, dengan tarif konsisten tenaga lu dibayar 113rb/jam nya' atau 'lu kerja tanpa batasan jam ke banyak orang buat hasil inkonsisten, dengan tarif tenaga lu dibayar 150rb/jam nya' pilih mana?
@jova_fyodor jangan campur aduk bikin bingung, kalo lu masih dapet uang dengan tuker sesuatu dr badan lu, jangan ngomong jualan.
konteks analogi lu tu tentang 'kerja', kenapa lu narik kesimpulan pake 'jualan', gak masuk lah.
@tanyarlfes Woi @pemerintah !!!!! Liat noh warga luuuu gajinya sejutaaaaaaaa dan harus boong sama keluarganya biar bisa nyimpen duitttt! Gaji sejuta masih harus buat ortu dan adekkkkkk!!!! Liat lu pemerintah zalimmmmmm!!!!! Elu malah minta naik tunjangannnn dan bagi-bagi jabatannnnnnn
Visionernya dr segi apa? Rata² negara² maju skrng punya visi utk memperbaiki lingkungan, makanya muncul berbagai sumber daya baru yg ramah lingkungan, lha disini kok malah mau obrak abrik lingkungan? Kayaknya proyek² bongkar hutan gini tuh visinya manusia² tahun 40an deh
Ini bener bener nanya ya.
Saya awalnya dukung pembangunan IKN karena prediksi jakarta tenggelam.
Jadi menurut saya proyek IKN ini visioner gitu.
Jadi yg ingin aku tanyakan, apakah kalian menolak pindahnya ibukota atau menolak pindah ibukota ke kota yg dibangun dari nol?
Misal pindah ibukota ke kota yg udah ada, gak bangun dari nol apakah kalian akan oke? Discuss aja ya no hard feeling.
Jaga wudhu. Pelihara shalat. Rutinkan membaca Al Quran walau hanya 1 ayat. Mulailah berolahraga.
Kita mungkin akan menghadapi kondisi yg lain dari biasanya.
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight…
Pada 21 Agustus 1969, Masjid Al
Aqsha dibakar. Api dengan segera melahap sajadah, mushaf Al Quran, atap masjid dan beberapa bagian-bagian masjid yg terbuat dari kayu. Salah satu yg turut terbakar adalah mimbar yg dibuat pada tahun 1187 dan diletakkan di Al Aqsha oleh pemimpin dan pahlawan umat Islam Shalahuddin Al Ayyubi, sang pembebas dan pembuka Al Quds pada tahun yg sama setelah mengalahkam tentara salib yg dipimpin oleh Richard I (The Lionheart) dari Inggris setelah berkuasa hampir 1 abad di sana.
Pelaku pembakarannya adalah seseorang yg berasal dari Australia bernama Dennis Michael Rohan yg didukung penuh oleh pemukim pendatang Zionis Israel lainnya di sana. Umat Islam setempat berusaha memadamkan api tersebut. Namun, upaya tersebut dihalangi oleh tentara Zionis Israel.
Dennis Michael Rohan ditangkap dua hari kemudian pada tanggal 23 Agustus 1969. Namun dibebaskan atas alasan gangguan jiwa.
Hal yg lebih ‘menarik’ adalah pernyataan Perdana Menteri Israel Golda Meir (PM perempuan satu-satunya) pada saat terjadinya kebakaran di Masjid Al Aqsha tersebut. Ia mengaku tidak bisa tidur karena takut negara-negara Arab sekitar dan dunia Islam menyerang Israel sebagai bentuk perlawanan atas terbakarnya Masjid Al Aqsha dan juga kekalahan perang Enam Hari pada tahun 1967, dua tahun sebelumnya. Namun, besoknya ternyata tidak terjadi apa-apa.
Muncullah pernyataan Golda Meir yg diabadikan dalam catatan sejarah yg seharusnya menjadi tamparan keras negara-negara Arab dan dunia Islam:
“Aku tak bisa tidur di hari ketika Al Aqsha terbakar. Dan aku mengira hari itu Israel akan musnah. Namun ketika aku menjumpai pagi, ternyata malah Arab dan Islam-lah yg sedang tertidur”.
Hari ini, 54 tahun setelah terbakarnya Masjid Al Aqsha dan pernyataan Golda Meir, apakah Arab dan dunia Islam masih tertidur? Semoga saja tidak.
@masGalsakti @Tarmizi___ @nisma_mokhtar@neohistoria_id Gak berkaitan sm dr sendiri? Tuhan saya sm beliau sama, Alhamdulillah.
Hahaha 'ah.. bego!' Jangan pake perasaan dong dalam perbedaan pendapat, jd keliatan, situ jenis manusia macam apa.