Hari ini, 20 Mei 2026 sebenarnya sedang terjadi 3 Peristiwa Besar:
1. Demo Guru di depan DPR-RI
2. Rapat Paripurna Presiden di DPR-RI
3. Sidang gugatan UU APBN 2026, menyoal MBG, keterangan Saksi dari perkara nomor 40.
“Dia aja kali nggak kerja” ~ Purbaya menanggapi yang pesimis sama ekonomi Indonesia.
Ya udah Pak Bacot, ini udah 17.500… terserah gimana caranya deh, kalau emang jagoan.
Sidang pengadilan kok jadi pertunjukkan kebodohan dan kebejatan, apa sdh tdk ada lagi hati nurani?
Persidangan apa ini? Kok wdilakukan oleh orang2 yg tdk kompeten.
https://t.co/nuzqVAqTry
President - Hindu
Vice President - Hindu
Prime Minister - Hindu
Home Minister - Hindu
Defense Minister - Hindu
Law Minister - Hindu
Party President - Hindu
Chief Justice - Hindu
Army Chief - Hindu
BSF Chief - Hindu
CBI Chief - Hindu
IB Chief - Hindu
RAW Chief - Hindu
80% of the population - Hindu
When everyone from the top down is Hindu,
So how are Hindus in danger?
This is just fooling logic, isn't it?
@Dahnilanzar Sekarang baru mulai ngaku pak, kalo MBG yg totalnya 223 Triliun ini memang diambil dari alokasi dana Pendidikan 20% ya pak?
Kenapa sekarang baru ngaku pak, jutaan guru guru kami telah merasakan dampaknya pak. Semenjak MBG masuk alokasi dana Pendidikan
“Ikan busuk mulai dari kepala,” Pantesan.
Makanya, mundur, Pak!
Minta maaf, tapi gak mundur, permintaan maafnya jadi gak ada artinya!
https://t.co/Gq8KaCUYAj
Kenapa Presiden @prabowo terkesan sungkan mencopot KAPOLRI?
Apakah beliau membutuhkan DESAKAN RAKYAT yang masif agar KAPOLRI mengundurkan diri?
Bagaimana ini KAPOLRI?
Sudahlah tidak sanggup mengemban tugas.
Tidak punya malu.
Tidak punya harga diri.
Jangan menguji kesabaran rakyat hanya karena jadi tameng Penipu Ijazah!
Kami tidak mau ada darah tumpah lagi oleh Baracuda Brimob yang menggilas Affan dan Injakan sepatu lars yang menghancurkan jantung Reza!
Ketika sahabat saya Ust Das'ad Latif curhat bahwa rekening pribadinya utk pembangunan masjid diblokir. Dan utk membukanya harus bayar 100k 🙈. Btw, jika selevel beliau saja bisa kena blokir, bagaimana rakyat biasa?