tiap kali denger wacana "kurikulum pencegahan LGBT" buat anak SD, gua selalu kepikiran film Monster (2023) karya Koreeda
banyak org selesai nonton film itu terus nanya "emang monster-nya siapa?"
and that's the point, monster-nya bukan Minato, bukan juga Yori. mereka cuma dua anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya ngerti apa yang mereka rasain
buat gua, monster-nya adalah masyarakat yang bikin anak-anak ini percaya kalo ada sesuatu yang salah dalam diri mereka, sampe mereka harus tumbuh dengan rasa takut, rasa malu, bahkan nganggep diri mereka "berotak babi" cuma karena ngerasa beda
anak queer itu exist, and will always be.
mereka bukan jadi queer karena diajarin di sekolah, nonton film, atau ketemu orang LGBT. tapi kalo dari kecil mereka terus diajarin LGBT adalah sesuatu yang harus "dicegah", then once they fully understand themselves, hal pertama yang ikut tumbuh bukan penerimaan diri, melainkan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa mereka adalah barang rusak
kalau dari kecil negara mulai menanamkan bahwa keberadaan mereka adalah sesuatu yang harus "dicegah", yang lahir bukan generasi yang "straight", yang lahir justru anak anak yang ngabisin masa kecilnya dengan "kenapa gua salah?"
that's the real tragedy, dan menurut gua, itulah monster yang sebenarnya, I hope no other Minato or Yori ever has to grow up believing they're the monster
counter homophobic ke lgbtq+ tuh selalu ‘akibat dari sex sesama jenis’.
PADAHAL gak semua lgbtq+ tuh ngesex. kasian banget hidup lu pada fokusnya ke selangkangan dan reproduksi doang. misogynistic dan patriarchy bener-bener ngerusak daya berpikir orang 😕.
YA AMPUN STOP BILANG LGBT ≠ ANAL SEKS/BOTI. example aja, gua aroace dan seumur hidup GA PERNAH dan GA MINAT seks dalam bentuk apapun. sedikit edukasi, hanya sebagian kecil dari lgbt yang melakukan anal seks, even gay aja banyak yang ga pernah
Rata-rata di mata warga +62
Ngegym = Gay
Gak Pacaran = Gay
Makan-makanan sehat = Aneh
Minum air putih = Hemat
Gak rokok/alkohol/judi = Gak asik
Suka ngaji = Sok suci/radikal
Apa lagi?
ini salah satu statement dari bang Raditya Dika yang menurutku kena banget
“aku tidak mau berhubungan lagi dengan orang itu selama lamanya, dengan cara aku menganggap dia tidak ada. jadi yang lebih parah dari membenci orang adalah dengan menganggap dia tidak pernah ada wujudnya. ini lebih menyakitkan daripada dibenci, untuk dianggap tidak ada”
iPhone lo dimaling?
Find My gak bisa bantu banyak karena dia cuma kasih lokasi.
iPhone lo bisa otomatis kasih foto muka pencurinya + lokasi GPS + lock HP lo + matiin Airplane Mode yang pencuri coba nyalain pake Shortcuts.
Gini caranya:
FUN FACT :
✅ Matcha lebih bikin melek daripada kopi
✅ Matcha bikin kulit mulussss
✅ Matcha bantu nurunin berat badan
Rutinin minum matcha 3x seminggu guys. Thank me later
TANDA LO SEBENERNYA CERDAS & PUNYA VALUE TINGGI
( tapi lo sering ngerasa minder sama diri lo sendiri )
Lo gabutuh bukti dari orang lain buat buktiin lo berharga.
Lo cuma perlu berhenti nge-dismiss tanda2 yang udah ada di lo sendiri.
gue spill tanda ini biar lo sadar...