Dulu pas gw sekolah, orang tua berlomba-lomba untuk masukin anaknya ke sekolah negeri.
Sekarang ketika gw mau masukin anak gw sekolah, gw berusaha keras untuk anak gw masuk swasta.
Kalau kalian punya anak, mau masuk ke sekolah negeri atau swasta? dan kenapa?
Baru baca ribut-ribut ini (xixixi) dan IMO ini levelnya bukan riset tapi tulisan opini biasa. Karena nggak ada footnote/sitasinya, nggak ada daftar pustaka, terus metodenya juga nggak robust sama sekali.
Sepanjang we treat it in that limit yaudah sih.
Anjir, ada yg bilang klo kepadatan bakteri yg nempel di spons yg bentukannya begini ekuivalen dg tai manusia?
Gw saking syoknya sampe cari2 referensi literatur yg relevan ttg ini & nemuin fakta yg bikin gue, buset dah momuntah :(
Buat yg sering begini, aplg pake spons bekas orang, tobat!
Jepang nih apa sih, keren banget 😭
Ini timnas mau main di World Cup dengan kondisi abis win streak di 5 laga terakhir. Termasuk ngalahin Brasil & Inggris.
Udah mah pemain jago-jago, jersey keren, skrg punya theme song kayak gini.
Timnas paling kalcer
✅Bagi2 100 ribu kupon.
✅Setiap kupon berharga Rp 500 ribu.
✅Pos anggarannya? "Pokoknya ada."
Jika pemegang otoritas administratif tertinggi spt Sekkab dgn arogan dan enteng pakai frasa membunuh akuntabilitas kayak gini, berarti ada sinyal bahwa tertib administrasi negeri ini bisa dgn gampangnya diterabas demi kepentingan2 pragmatis.
Ngeri bener pengelolaan negara ini..
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa insentif Rp 6 juta per hari bagi dapur SPPG lebih efisien daripada membangun fasilitas dari nol. Selain menghemat anggaran, dana tersebut merupakan bentuk apresiasi negara atas kontribusi pihak ketiga dalam mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Baca di sini: https://t.co/ljTqAMqZZ7
~TR #MBG #BGN
Tidak habis pikir. Petunjuk teknis terbaru menunjukkan YAYASAN pengelola MBG dapat insentif 6 JUTA PER HARI selama 313 hari, libur pun masih dapat. Insentif itu tanpa kena pajak.
6 juta x 313 hari=1,87 miliar per SPPG
Bayangin POLRI kelola 1.179 SPPG PER HARI DAPAT INSENTIF Rp 7,07 M dan 1 tahun jadi Rp 2,21 Triliun.
Itu pun belum yayasan lain di bawah TNI.
Udahlah bubar aja negara ini.
Dijelaskan bahwa insentif ini bukan berdasarkan output based (berlaku 2025) yaitu jumlah porsi yang diberikan, tapi malahan availability based yaitu asal sudah ada dapur meski belum beroperasi. Jelas-jelas enak donk yang penyaluran porsinya sedikit bahkan belum kerja sudah dapat 6 JUTA PER HARI. Cukup duduk manis dukung rejim.
Memang MBG INI DIBIKIN BUAT MENGGERERUK DUIT NEGARA.
Kepada elite mereka royal dan disebutkan sebagai insentif, sementara bantuan ke rakyat disebut subsidi dan dianggap beban.
Menurutku, makanan di Solo yang sampai bisa bikin aku nelen ludah padahal cuma ngebayangin doang ya cuma Tengkleng.
Lebih spesifik lagi Tengkleng Pak Dar belakang stadion Sriwedari.