Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Kesimpulannya sederhana sekali, saudara-saudara. Tiket pesawat mahal bukan karena Indonesia memang susah. Bukan karena avtur. Bukan karena geografi kepulauan. Semua itu adalah narasi yang sangat berguna bagi mereka yang diuntungkan kalau lo percaya bahwa ini adalah takdir yang tidak bisa diubah.
Yang sebetulnya terjadi adalah: Ada dua grup maskapai yang menguasai 96 persen langit Indonesia, dilindungi oleh regulasi yang mempersulit pesaing baru masuk, dibantu tarif batas bawah yang mengunci harga tinggi, dan didukung oleh struktur pajak yang justru memukul penumpang domestik lebih keras dari penumpang internasional.
Dan setiap kali ada krisis baru seperti lonjakan avtur April 2026, narasi "ya wajar lah" itu semakin mudah dijual. Padahal krisis itu hanya mengekspos lebih telanjang betapa rapuhnya industri yang dari dulu memang tidak pernah dibangun di atas kompetisi yang sehat.
Langit Indonesia milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik dua grup konglomerat.
Sumber: LPEM FEB UI Working Paper 041 (2019), https://t.co/bfPsVb3LFe (Apr 2026), GoodStats (Apr 2026), CNBC Indonesia dan Media Indonesia (Jan 2026), DPR RI (Jan 2026), Databoks/Traveloka (Mei 2026).
Secara politik bingung gak kamu?
Yang ditemui dubes malah mantan wapres. Bukan Presiden dan bukan wapres penjabat.
Ini artinya Iran aja gak percaya sama kapasitas Presiden dan Wapres kita 😂
Siswa SD 10 tahun di NTT bunuh diri karena tak bisa membeli buku & pensil.
Yang harus diminta pertanggungjawaban:
1. Bupati
2. Gubernur
3. Kementerian Perempuan & Perlindungan Anak
4. Kementerian Kependudukan & Pembangunan Keluarga
5. Kemendikdasmen
6. Kemensos
7. Presiden