👩🏻 : aku laper, gada uang
👨🏻 : gw tf
👩🏻 : mau brangkat kerja bensin gada
👨🏻 : gw tf
👩🏻 : tas ini lucu ya, pengen beli tp gada uang
👨🏻 : gw tf
diakhir dia bilang,
👩🏻 : "gw gapernah minta apa apa sama lu"
dia emg ga minta, tapi dia ngerangkai kata biar dapet iba. dan dengan polosnya dalam sebulan dia ngabisin 18jt. namun dicerita dia, gw hanya mokondo semata.
cc:threadariefate
Menurut ku cowo yg bayarin cewe nya makan, dianter-jemput itu bukan bare minimum.
Di balik itu mereka nahan makan, mereka nabung buat bayarin kita, mereka spent itu buat kita padahal bisa buat dirinya sendiri, in my opinion itu efort
gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
Pernah ngejar target sampe bener-bener harus tercapai, tapi kadang ada kejadian jatuh dari motor, ban bocor, dompet hilang. Setelah gua sadari, rezeki itu memang udah di takar,
dan gua cm mau bilang nikmatin dan tambahkan nilai syukur mu atas pekerjaan yang diberikan kepada-Nya.
Perdebatan ini sebenernya gabakal ada ujungnya. Sebagai driver, pernah juga jalan dari parkiran yang jauh menuju mall untuk ambil food, rela nungguin customer turun dari apart dan kadang nunggu belanja dulu di mart. Kadang alhamdulillah dapet tip yang diluar nalar.
yap! “kalo bisa jangan pake gojek hemat kak” LAHH ORANG APKNYA SENDIRI YANG NGASIH OPSI. in this economy yang serba mahal kalo ada opsi murahh yaa why not. kalo mau nyalahin yaaa ke apknyaa bukan ke konsumen kocak
@eza_pri@winterautumns_@yappingfess Betul, kalo customer bayar nontunai earnings yang terlihat di apk 10.400. Biasany driver akan dapat 7.000- 9000 yang masuk ke cash wallet. Jika customer bayar tunai, credit wallet driver berkurang oleh potongan si aplikator. Lalu driver dapat cash dari customer. Kurleb begitu ya.
Jalani hidup nothing to lose.
Seperti kata marcus aurelius:
"What are you afraid of losing, when nothing in the world belongs to you?"
Be happy setiap hari.
Usaha aja dulu, kalo gagal coba lagi.
Kalo masih gagal, coba ganti.
Jangan banyak takut gagal, nanti keduluan ajal.
disini gw ga memihak siapapun antara kudu yb or awkarin, ga juga riding the wave, but let me explain somethin
atp we dont really know wht happen behind them, apa yang kita liat sekarang adalah sebuah informasi yang dapat mereka share, namun apakah kita langsung percaya saja dengan semua informasi tersebut? ga perlu lah kita telan mentah mentah, karena balik lagi kita disini cuma netizen yang bisa kuanggap sebagai penonton bukan pemeran.
informasi yang ada perlu di check and re-check kemudian perlu di validate, nah siapa yang harus men validate informasi tersebut? ya mereka mereka yang bersangkutan, tidak hanya satu pihak saja namun keduanya.
di era internet sekarang banyak sekali informasi yang tidak utuh, kita tidak bisa langsung ambil informasi tersebut dan mengolahnya, perlu namanya pengecekan ulang apakah itu benar atau tidak, kalopun benar apakah informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan? kalopun bisa apakah latar belakangnya? banyak proses yang perlu dilakukan dalam mencerna sebuah informasi terutama yang beredar di internet.
era sekarang informasi dapat diakses dan digunakan siapa saja, informasi yang ada pun dapat diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi oleh siapa saja. semua ini dapat terjadi dalam hitungan detik, informasi dari belahan dunia dapat kita akses dalam beberapa menit bahkan detik saja. karena masif dan cepatnya sebuah informasi ini akan menimbulkan sebuah efek pastinya. baik itu yang positif maupun negatif, dalam efek negatif penyebaran informasi ini keabsahan dari informasi terkadang tidak jelas, kemudian tingkat validitasnya apakah sesuai dari informasi yang awal, karena semakin banyak orang menyebarkan sebuah informasi terkadang nilai validitasnya akan berkurang dari satu fase ke fase lain, fase disini adalah rantai penyebaran informasi itu sendiri, terkadang sebuah informasi ketika telah disebarkan pada beberapa orang akan ada distrupsi baik itu pengurangan nilai informasi ataupun penambahan. kita asumsikan saja, sebuah informasi abcde disebarkan kepada orang selanjutnya dan dari orang selanjutnya ini informasi ini bisa saja berubah menjadi informasi abced dan berlanjut terus, maka validitas dari informasi tersebut terkaburkan.
maka kita tidak bisa menelan mentah mentah sebuah informasi begitu saja, perlu di pertanyakan dan di check apakah informasi tersebut valid atau tidak.
selain itu jangan menjadi seseorang yang menambahkan nilai informasi padahal bukanlah orang yang menjadi sumber informasi utama didalamnya, apalagi membuat asumsi liar di media sosial
semua yang kujelaskan merupakan bagaimana era internet dimana distrupsi informasi sangatlah tinggi
perlu adanya check re-check dan tidak mudah percaya terhadap sebuah informasi yang ada
terkahir dari aku
bijaklah dalam mengolah sebuah informasi di era sekarang, karena kita berada di zaman keterbukaan informasi yang sangatlah masif
Yang klinis dibantah, yang klenik disembah. Yang pakar diragukan, yang sensasional dipertontonkan. Orang pintar dibilang bodoh, orang bodoh merasa pintar. Ternyata, sebaik-baiknya makan bergizi gratis, negeri ini lebih membutuhkan pendidikan gratis
jujur, gua gangerti bgt warga mari nih tentang kematian banyak bgt yang berspekulasi aneh aneh, buzzer arahan siape sih? buset segitunya ye, nirempati betul jadi manusia teh anying
Terkait perdebatan GERD dapat menyebabkan seseorang m*ningg*l dunia, gua rasa artikel dari PB PEGI ini cukup menjelaskan, silakan dibaca, terutama yang di-highlight
Poin satu lagi yang sebenernya tidak kalah penting dan butuh perhatian lebih adalah perlunya membedakan antara GERD dengan serangan jantung (acute coronary syndrome), karena seringkali keluhannya serupa 🙏🏻
Dan bila ternyata serangan jantung, itu adalah suatu emergency yang risiko kematiannya tinggi dan membutuhkan penanganan segera
Udah gak sakit lagi ya lula 😭🥺
Ternyata selama ini kamu punya riwayat 4 pnykit sekaligus, kamu hebat lulaa bisa bertahan sejauh ini.
Foto2 ini diambil pas tahun baru 2026 ketika orang2 ngerayain thn baru tapi kamu berjuang dgn rasa sakit km di RS.
Semoga tenang ya di alam sana lula.. alfatihah.. 🥀