🚨 BREAKING:
🇷🇺Putin:"I want ordinary citizens of Western countries to hear me..
The truth is that the problems you are facing now are the result of years of actions by the ruling elites of your own countries.
Gyndore’s Liquidity Bootstrapping Event opens 15 September at 3 PM UTC.
2M GYND (20% of total supply) at $0.10 each. First come, first served.
All capital raised funds GYND’s launch market and protocol-owned liquidity.
Full details below. https://t.co/dVJzgywGMZ
Gyndore DropWave Season 1 has officially concluded.
A huge thank you to every community member who participated, shared feedback, and helped make it special 🧡
The reservation portal is now open for you to secure your bGYND allocation before 09.09.26
→ https://t.co/pV6kr2KOCA
Sebelum semuanya diunggah ke medsos, seharusnya sudah cukup diselesaikan secara kekeluargaan lewat RT/RW,
Hak parkir penghuni kost memang ada, kepentingan acara warga juga ada. Yang gak ada adalah kesabaran untuk bicara baik",
Viral gak selalu menyelesaikan masalah, kadang justru memperbesar luka di kedua belah pihak.
@TomketLovers udah kaya ngarepin dari Airdrop aja ya min gak cair" 🤭, pdahal duit pribadi kok di persulit, mending samperin aja min ke kantor nya 100 jta loh bukan dana kecil
Every prediction market you've ever used has a gatekeeper. Not anymore.
The era of creator-made prediction markets starts now.
Sign up below to secure beta access, claim your first badge, and start earning your Melee Score.
https://t.co/dUZaLxG8Ws
💔 Mereka Cuma Warga Biasa… Tapi Nyawa dan Martabatnya Dirampas
Malam 27 Agustus 2026, Pejompongan berubah jadi neraka.
Bambang Setiyawan (59).
Seorang ayah. Seorang suami.
Pedagang cermin yang setiap hari berdiri di pinggir jalan hanya untuk menyambung hidup.
Sore itu istrinya sudah memohon:
“Tutup aja, Pak. Massanya udah banyak.”
Dia nurut. Dia bahkan sempat bantu antar tetangga yang sakit ke rumah sakit.
Tapi malamnya… dia tidak pulang.
Yang pulang cuma video.
Video yang menunjukkan tubuhnya diseret dan dipukuli orang-orang tak dikenal.
Sampai akhirnya meninggal di rumah sakit.
Istrinya menunggu sampai dini hari.
Anaknya mengenali ayahnya dari video yang beredar.
Begitu kejamnya malam itu.
Faturohman.
Baru 18 tahun.
Masih pelajar kelas 12 SMA.
Dia cuma berdiri di gang rumahnya sendiri.
- Tidak ikut demo.
- Tidak bawa senjata.
- Tidak teriak-teriak.
- Tiba-tiba diseret.
- Didorong sampai jatuh.
- Dipukuli di dada, punggung, dan kepala.
Lalu dipaksa mengaku sebagai
“provokator”.
Anak itu pulang dengan wajah babak belur dan perban di kepala.
Sementara orang-orang yang menyeretnya mengaku intel.
Dua warga.
Satu sudah tidak bernyawa.
Satu lagi luka dan terhina.
-Mereka bukan massa.
-Mereka bukan ancaman.
-Mereka hanya manusia yang sedang berada di kampung halamannya sendiri.
Sampai kapan warga sipil harus jadi korban?
Sampai kapan nyawa orang kecil dianggap murah?
Usut tuntas.
Jangan biarkan keluarga Bambang menangis sendirian.
Jangan biarkan Fatur hidup dengan luka dan rasa takut. Ini bukan cuma berita.
Ini luka kita bersama.
#UsutTuntasPejompongan
#KeadilanUntukBambang
#KeadilanUntukFatur
#WargaBukanProvokator
#StopKekerasan