MUSISI MENULIS
Terima Kasih, Ricky (oleh: @thisisyudhis)
"Pertama kali saya bertemu (alias nonton doang) Ricky adalah di acara peluncuran EP pertama Seringai di Kemang pada 2004."
Baca selengkapnya di link berikut ini:
https://t.co/GkXAd7yp3x
"Terima kasih untuk para ustadz pengasap yang setia di garda depan pembenaran".
Sementara itu, kata Cak Nun: Kowe Kudu Ngerti Kesehatanmu Dewek.
Sebuah utas.
Campaign disinformation udah di mulai sama stafsus squidward ini yang sepertinya di majuin buat nge degradasi perjuangan sipil, kita harus lebih bersiap. #TolakRUUTNI
PSI memang sampah, tapi ini spt nyelem ke kubangan lumpur.
Krisis iklim dijadikan bancakan partai. FOLU pula lagi.
Suami-istri yg jelas gak pny kompentensi dimasukkan ke situ.
PSI “bangun reputasi” dgn cela2 TGUPP DKI siang malam. Eh skrg lbh parah😂
PKS ini Oon amat ya. Pdhal jelas2 kebanyakan orang itu nyinyir & BT ama PKS akhir2 ini bukan krn soal Anies.
Tp krn PKS yg ngaku paling oposisi, skrg jadi penyepong dinasti, sekolam berpelukan sama PSI wkkk. Saking gak jelasnya, sampe ngedukung yg macam di Banten 😂
Kesimpulan Imaduddin segera memantik kontroversi. Pengurus Rabithah Alawiyah menyebut studi Imaduddin hanya merujuk kitab-kitab modern. Mana yang benar?
https://t.co/j0vCiZpuWi
Namun, kepercayaan pada garis keturunan habib itu goyah setelah seorang kiai dari Tangerang, Imaduddin Utsman, menerbitkan penelitian yang menyimpulkan nasab Nabi Muhammad terputus pada keturunan ke-10.
Obral Gelar Habib
Para pedagang Yaman mulai berdatangan ke Indonesia pada abad 12. Delapan abad kemudian terjadi lonjakan kaum Hadrami yang mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad.
#MajalahTempo
aku curiga, mrk gak mencantumkan nama Koesalah di kredit penerjemahan bukan krn alasan mrk gak/kurang menghargai atau memberi kredit pd penerjemah, tapi krn alasan lain... (lanj.)
BREAKING NEWS!
PM Belanda Mark Rutte menyatakan pengakuan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 di sela perdebatan di Parlemen Belanda. Pengakuan resmi pertama sejak 78 tahun. https://t.co/KgIfB6A6gH
Kemarin banyak yang puji kemampuan satire Ismail Marzuki dalam lagu Selamat Hari Lebaran. Saya sepakat soal itu.
Tapi, mustahil rasanya melupakan makalah yang ditulis oleh Remy Sylado, tentang "tudingan" plagiat yang dilakukan Ismail Marzuki. Bukan hanya satu lagu.