cerita pahit seorang satpam saat menjalankan tugasnya:
- ada satpam halte busway di Bundaran HI
- dia negur mobil Alphard item yang nerobos lampu merah pas orang lagi nyebrang
- sopir sama 2 penumpangnya malah turun, dorong-dorong si satpam
- terus bilang "saya juga aparat, gak takut"
- satpamnya ajak ke pos polisi, tapi tetap didorong-dorong di jalan
- sampai di pos polisi, salah satu orang itu nunjukin kartu tanda anggota
- eh malah kepala pos polisinya nyalahin si satpam,
- katanya dia gak boleh ketuk kaca mobil orang
- si satpam akhirnya minta maaf, sampai sujud
- karena ngerasa gak ada pilihan lain dia sendirian,
- sementara orang yang berantem sama dia ngancem
- mau laporin dia ke tempat kerjanya biar dipecat
A little background.
The salaryman was born in 1931, while the station employee was born in 1946, making them 15 years apart in age.
They first met in 1966, one year after the photo on the right was taken. At the time, the salaryman was 35, and the station employee was just 20.
The salaryman spent his boyhood during World War II. After overcoming the severe job shortage of postwar Japan, he joined an office supplies company at the age of 18 in 1949. Through years of dedication, he rose to a supervisory position.
The station employee, on the other hand, was born after the war. Fascinated by railway stations and uniforms from childhood, he joined the Japanese National Railways after graduating from high school in 1965. After completing his training at the Railway Academy, he was assigned to his first station. When they met, he had been there for less than a year and was still a newly assigned station employee.
Aku rasa, hal yang paling bikin khawatir dari semua hal menjijikkan yang Souta lakukan ini adalah bahwa bahkan VTuber sebesar dia, with SO MUCH to lose, ternyata terbukti sebagai a fucking weirdo di balik persona dia.
(01/xx)
dokter di cianjur terima bayaran hasil panen warga yang mau berobat:
- dr. yusuf nugraha di cianjur terapkan sistem bayar ijab kabul
- pasien bayar sesuai kemampuan
- bisa pakai hasil panen, makanan, barang layak pakai, sampai botol plastik bekas
- tidak ada pasien ditolak karena tak punya uang
- pakai subsidi silang: pasien mampu bantu tutup biaya pasien kurang mampu