Segera tayang di Indonesia, film "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper)" yg diangkat dr novel saya yg berjudul sama lolos sbg film perwakilan Indonesia utk berkompetisi dlm Golden Goblet Award "Shanghai International Film Festival" 2026.
Mohon doanya. 🙏🥺
Check out the trailer for Sesarini’s ‘SANG PENJAGA’ (‘ECHOES OF THE UNSEEN’) that will premiere at Europe on Screen 2026. #EoS26
The short film follows 2 individuals searching for a lost necklace inside a carnival when reality pulls one away while the other fades into lights.
Selamat jalan bung John. Jasamu, karyamu, dan kerjamu akan terus berdampak dan menginspirasi kami. Tanpamu tak ada aku, tak ada kami dan tak ada kita. Sinema Indonesia, Asia dan Dunia ikut kehilangan dan berduka. Beristirahatlah dalam kedamaian.❤️❤️❤️
Esteemed producer John Badalu has sadly passed away.
The producer has made his mark in producing award-winning films and having notable contribution for Indonesian Queer Cinema. Rest in legacy 🤍
Judi Tumbuh di Kamboja
Bisnis perjudian berkembang di Kamboja. Namun pemerintah Kamboja melarang warganya bermain judi. Perusahaan judi di Kamboja diduga terhubung dengan pengusaha dan politikus dari Indonesia. Tempo menelusuri sentra perjudian di Sihanoukville dan Poipet.
Simak selengkapnya Program Bocor Alus Politik di Channel Youtube Tempodotco dan Spotify
#BocorAlusPolitik #PodcastBAP #PodcastTempo
Selain Film Cocote Tonggo, Tobali Film juga sedang mempersiapkan Film lain yang berjudul “Amin Tanpa Iman” dalam produksi Film ini, Tobali Film Belerja sama dengan Leslar Picture. Film ini disutradarai oleh Ismail Basbeth dengan Bintang Pendukung seperti Rizki Bilar, Adul, Susan Sameh, Dewi Irawan, Lolok, Ika Diharjo dan beberapa pendukung lainnya
134. HER MIND (2023)
I will always love how Ismail Basbeth capture his women documentary figure aesthetically and respectfully, same goes with this one lovely piece.
Watched on YouTube
Moroccan Harvard graduate and Microsoft engineer Ibtehal Abu Saad disrupted the company’s 50th anniversary, accusing AI chief Mustafa Suleyman and Microsoft of aiding Israel’s genocide in Gaza through tech and military contracts.
“They might come after me for what I said, but my fear of retaliation doesn’t even compare to my fear of contributing to technologies used to bomb innocent people. To me, my greatest fear is waking up on an ordinary workday only to find out that the code I wrote might have played a part in killing children. That’s the haunting thought that consumed me.”
Wuih, sudah sepuluh tahun sejak cerita ini ditulis pertama kali. Pertama berjudul Tentang Hujan, lalu menjadi Kuyang, berubah lagi menjadi Potret Mimpi Buruk, lalu tayang di Indonesia tahun ini dengan judul Jabang Mayit,
Semoga tetap bisa menikmati filmnya, syukur bisa membantu tidur siang saat sedang menjalani puasa. Lumayan bisa bernafas. 🫣 Tugas telah tuntas, sisanya kami serahkan pada nasib. Rayakan.