Beredar pesan WhatsApp yang mengatasnamakan BMKG dan Gubernur Lampung soal air laut naik 20 cm hingga ancaman tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Faktanya, klaim tersebut tidak sesuai informasi resmi. BMKG menyatakan hingga Minggu (6/9), pemantauan InaTEWS tidak mendeteksi anomali muka laut maupun meteotsunami di sekitar Selat Sunda.
Gunung Anak Krakatau memang berstatus Level III (Siaga), tetapi status tersebut berkaitan dengan aktivitas vulkanik, bukan kenaikan muka air laut.
Masyarakat diminta tidak panik, tetap waspada, dan jangan meneruskan informasi yang belum terverifikasi. Ikuti update hanya dari kanal resmi BMKG, PVMBG/Badan Geologi, BNPB, BPBD, dan Pemprov Lampung.
#LampungGeh #InfoLampung #ErupsiAnakKrakatau
Ini beneran numpuk bgt debu vulkaniknya, mau seberapa kali disapu + disiram. Dan gw udah mulai batuk-batuk karna emang sengebul itu debunya.
Terus langsung kefikiran, Lampung kena debu vulkanik dari anak krakatau aja bisa segini parahnya, apalagi Kalimantan☹️