Biangmie tutup permanen karena tidak sanggup bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku dan operasional lainnya. Mereka juga nge-spill resep dan racikan mereka biar orang bisa coba bikin sendiri di rumah๐ฅบ
Pernah denger soal pink theory gak?
Cewek yang dulu benci banget sama pink tapi pas udah tua atau dewasa tiba-tiba suka pink, bukan karena dia gila
Tapi karena emosinya udah mulai healing dan ngerasa nyaman, dia udah ngerasa aman dan makin happy, atau mungkin dia udah gak peduli lagi apa kata orang ๐คฒ๐ป๐
TITIK
Gue pernah pacaran 4 tahun, dia ngelamar sekali setiap tahunnya dan gue terima di tahun ke 4 kita bareng, kita bahkan janji bakalan S2 bareng, dia kerja mampus-mampusan ngeusahain banyak hal buat gue. I really thought he was everything i needed until i met his mom wkwkw.
๐ฅ IMAGINE TELLING AN AFRICAN PARENT THIS ๐ญ
A British dad finds out his daughter dropped out of university to SELL ADULT CONTENT.
His first reaction?
Not the money. Not the income.
He talks about her future, reputation, consequences, and how choices today can follow her tomorrow.
Now imagine that same conversation in a Naija home ๐ญ๐ฅ
Before she finishes explaining the ยฃ5k/month, youโll hear about:
* School fees sacrificed
* Family name
* Prayers and expectations
* Legacy
* โWhat will people say?โ ๐
Money can solve problems, but it doesnโt automatically build character, discipline, or purpose.
A quick bag can change your lifestyle.
But your values shape your destiny.
Be honest: how would your parents react if you were in this situation? ๐
๐ฅ : @thetradersmanuk
C & Q โ๏ธ๐พ
๐ณ๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐โ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ - ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐. ๐ฎ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐.
Kalau kamu cari yang mental provider, ya wajar dia merasa tugasnya sudah selesai begitu provide kamu. Makanya carilah pasangan yang punya mental partner!
Tolong jangan pernah coba-coba pacaran sama orang yang emotionally intelligent kalau kamu belum siap mental buat berubah. Serius, nih.
Di media sosial mungkin keliatannya enak banget punya pasangan yang emotionally intelligent. Tapi dalam dunia nyata, kalau kamunya masih hobi melihara ego, berhadapan sama mereka justru bakal bikin kamu gerah sendiri.
1. Radar Manipulasinya Tajam
Orang yang cerdas emosional cepat menangkap perubahan sikap. Begitu kamu mulai ngeles, defensif, atau mengalihkan topik, mereka langsung sadar. Manipulasi kecil biasanya gak mempan.
2. Anti Silent Treatment
Mereka gak suka ngediemin pasangan berhari-hari. Kalau ada masalah, mereka milih bicarain secara langsung, tenang, dan jelas.
3. Gak Takut bahas Hal yang Sulit
Buat yang terbiasa menghindari obrolan sulit, cara mereka mungkin berasanya terlalu blak-blakan. Padahal, mereka jujur karena peduli dan ingin hubungan membaik.
4. Dipaksa "Ngaca" dan Turunin Ego
Berhubungan dengan orang yang matang emosinya bikin kamu lebih sering introspeksi diri. Memang gak selalu nyaman, tapi di situlah proses bertumbuh dimulai.
Jangan pernah pacaran sama orang yang emotionally intelligent kalau kamu ogah berubah. Tapi, silakan masuk ke kehidupan mereka kalau kamu emang udah bener-bener siap buat level up jadi manusia yang lebih dewasa.
Gimana, berani gak dapet pasangan yang begini?
Sering gak nemu momen di mana cowok tiba-tiba jadi cuek dan dingin banget pas ngerasa gak dihargai?
Ternyata, buat banyak pria... rasa hormat dan cinta itu berjalan beriringan banget, gak bisa dipisahkan.
Kadang kita emang suka sibuk nyari validasi cinta kayak pengen diperhatiin terus, tapi malah lupa kalau cara kita berbicara, menghargai pendapat dia, atau gak merendahkan dia sebenernya bentuk kasih sayang yang paling nyata.
Nah, giliran pasangan udah jujur bilang kalau dia ngerasa gak dihargai, respon kita malah langsung membantah atau membela diri.
Sikap defensif kayak gitu justru bikin jarak di antara kalian makin lebar banget. Ujung-ujungnya, karena capek, kalian malah memilih diam dan menarik diri sekalian.
Makanya, kalau pengen hubungan tetap hangat dan awet, jangan cuma fokus sama gimana cara kita pengen dicintai doang.
Belajar juga buat ngasih rasa hormat ke dia, karena hubungan yang sehat itu emang harus dibangun dari kedua hal itu secara seimbang.
Gimana menurut kamu? Setuju gak?
In Japan, due to the unbearable and sometimes dangerous heat during the summer, this kindergarten has installed a retractable roof so that the children can play in the shade.
First Date Minta dibayarin?
"ya itu kan emang tanggung jawab cowok, kalau first date aj ga bisa provide apalagi pas nikah"
yaelah baru juga first date, kek yakin aja bakal nikah..
ยกEn Japรณn, la gente ha salido a las calles para impedir la construcciรณn de una mezquita!
Miles de residentes japoneses de Fujisawa se han unido en protesta contra la mezquita propuesta.
El mismo patrรณn de siempre se repite en Japรณn: construir una mezquita y luego apropiarse poco a poco de la zona e imponer su identidad.
Pero el pueblo japonรฉs ha despertado y dice claramente: ยกNo!
๐ฏ๐ต It is very important that Japan never becomes yet another colony of Islam. Our kindness is being taken advantage of. There is no point in accepting people who will never tolerate us and our culture.
men cheat more, but women cheat better alias cowok itu lebih sering selingkuh, tapi selingkuh cewek jauh lebih rapi.
Bagi sebagian cewek, perselingkuhan itu jarang banget terjadi cuma karena urusan fisik instan.
Biasanya, jadi semacam exit plan ketika hubungan sebenarnya sudah lama terasa hambar atau rusak.
Jadi pas dia mutusin buat nyebrang ke orang lain, itu adalah cara dia buat bener-bener meyakinkan diri kalau hubungannya yang sekarang emang sudah selesai.
Tapi yang paling menarik adalah bagaimana lingkungan sosial ada standar ganda melihat fenomena ini.
Kalau cowok yang ketahuan selingkuh, labelnya langsung buruk: gak bisa jaga pandangan, bajingan, atau cuma mikirin nafsu.
Tapi kalau cewek yang selingkuh, biasanya bakal muncul kalimat kayak, "Dia itu kesepian, kurang kasih sayang dan perhatian," atau "Ini adalah bagian dari proses dia buat mencari jati diri."
Alhasil, si cewek malah sering diposisikan sebagai "korban" atau karakter yang harus dikasihani, padahal posisinya dia juga melakukan kesalahan yang sama.
Dan ujung-ujungnya tetap si cowok yang disalahin. Padahal, hubungan yang gagal itu gak pernah cuma karena salah satu pihak.
Jadi, daripada sibuk merangkai narasi biar kelihatan paling tersakiti setelah melakukan kesalahan, jauh lebih dewasa kalau kita mau sama-sama ngaca dan mengakui porsi kesalahan masing-masing.