kayak habis sidang putusan perceraian, gak nuntut harta gono gini yang penting hak asuh anak dia yang pegang, terus cuman minta child support 1k/6bln alias menginjak harga diri ex husband sambil membawa tas hermes
Satu keunikan dari judul-judul film panjang Wregas Bhanuteja. Versi Indonesia selalu 2 kata dan internasional 1 kata.
PENYALIN CAHAYA - PHOTOCOPIER
BUDI PEKERTI - ANDRAGOGY
PARA PERASUK - LEVITATING
deserves. even SZA liked a post about this (kasus FH UI). let this case go international so people can see how serious it is and how wrong this situation is, especially if institutions are still protecting those involved instead of holding them accountable
mau berterima kasih ke akun sampahfhui karena dengan kebongkarnya groupchat itu jadi ikut ngebongkar:
1. kasus-kasus lain dari pelaku yang sama
2. kasus serupa dari pelaku dan/atau kampus lain
3. kasus-kasus lama yang berusaha ditutupin
4. jati diri banyak orang (terutama laki)
Siapa sangka momen karaoke gak terduga ini—ketika karakter Eva Stratt-nya Sandra Hüller menyanyikan “ Sign of the Times”— jadi highlight emosional dari Project Hail Mary di set bumi.
Adegan ini sebenarnya gak pernah direncanain, baik di naskah awal, maupun di novel. Ini benar-benar jadi tambahan dadakan pas waktu produksi.
Asal muasalnya kenapa adegan karaokean ini ada karena Ryan Gosling gak sengaja dengerin Sandra Hüller nyanyi di luar take, lalu ia ngerasa kalau momen ini harus masuk film. Gosling sampe meyakinkan sutradara buat nambahin adegan karaoke ini di film.
Hüller setuju tampil tapi dengan satu syarat: boleh pilih lagu sendiri. Akhirnya dia memilih “Sign of the Times” dari Harry Styles yang ternyata sangat pas dengan tema PHM.
Hüller bahkan belajar lagu itu dalam waktu semalam sebelum syuting dilakukan.
Butuh satu hari khusus buat syuting adegan ini, padahal awalnya gak ada di jadwal. Tapi hasilnya sepadan!