Setelah di pilah-pilah baru di pilih. Strategi memang hanya itu, pemilahan dan pemilihan. Kadang karena mata buta oleh keinginan hingga hati tidak lagi mau pemilahan. Hakikat berpendidikan bukan untuk langsung pemilihan tapi ada pemilahan. Jangan di skip.
Hanya menunggu itu terjadi di tingkat universitas. Dimana ruang kuliah terminimalkan pertemuan tatap muka. Yang lain telah teraplikasikan dengan hanya butuh akses smartphon (RI 5.0). Dampaknya : 1 kampus swasta tutup lapak. 2 hanya tersisa dosen unggul dan 3 hemat biaya.
Decoupling (keterlepasan dengan masa lalu) ini bukan konspirasi tapi domino effect dari kencangnya digitalisasi. Contonnya Dunia ekonomi yang terdistrupsi dan menumbangkan raksasa2 bisnis yang tidak memiliki daya inovasi. Dunia pendidikan tingkat pelajar sudah merasakannya.
Aneh, mereka menunaikan kewajiban rukun islam minimal rukun pertama tapi cara bicaranya seolah islamlah yg tidak toleran sampai ucapan salam saja mau diganti. Rasulullah menyuruh untuk mewaspadai kaum zinziq seperti ini. Fenomena laten seperti ini telah, sedang dan terus terjadi.
Pendidikan yg katanya untuk mencerdasan tapi sudah dikotori oleh instansi pendidikan itu sendiri. Pendidikan dipaksakan terkapitalisasi. Hanya orang-orang beruang dan pintar yang tembus instansi pendidikan ternama. Yg pintar semakin pintar dan bodoh semakin terkungkung kebodohan.
Janganlah berbohong karena yang ku takutkan bukan amarahku yang memuncak tapi kepercayaanku yang menghilang. Kejujuranmu juga bukan yang ku senangi tapi aku bisa terbebas dari benci.
Apatis kini berkonotasi sesat dengan peng-artian kikir kepedulian. Dulu apatis yang kata sebenarnya adalah apate, sebuah bentuk dari keikhlasan sejati tanpa mengharap imbalan dari semua kebaikan-kebaikan. Hiduplah seolah kebaikan sedang menghantuimu.
Saat aku membantumu. Tolong buang kata-kata terima kasihmu itu. Karena aku tidak membantumu, aku membantu diriku sendiri. Karena dirimu adalah diriku seperti manifestasi hawa dari adam. Yaitu cinta
Sekalipun kita menduga bahwa gila rasanya kepada orang karena terlalu acuh kepada dunia. Bagi mereka kitalah yang gila karena mengejar dunia. Mereka adalah orang-orang yang mampu meninggalkan dunia sebelum meninggal dunia.
Cepat atau pun sangat lambat sekalipun. Bahwa hal yang paling sakit dari mencintai adalah sabar tapi sabar juga senjata terampuh untuk bertahan. Karena tanpa sabar maka cinta hanyalah nafsu.
Corana adalah tipe pemusnah massal biologis yang juga makan tuan. Dulu Virus sar pernah populer dan beberapa bentuk virus dari hasil rekayasa manusia. Jika corona datang dari makanan, seharusnya virus ini sudah lama ada. Bisa jadi, inilah upaya pengghentian bonus demografi.
Salah satu hal yang terbodoh dalam hidup adalah saat mengira bahwa semua orang sebaik kita. Tapi hal yang terpenting untuk di kedepankan adalah berbaik sangka.
Hanya ada sehari lalu digantikan hari esok. 2019 pergi hanyalah dilematis akut. Tidak ada yg hilang saat tidak memiliki. 2020 hanya pertanda bahwa usia semakin menua. Hidup hanya ttg pilihan-pilihan antara bodoh amat pada satu pilihan atau teramat bodoh pada satu pilihan lainnya.
Hanya karn kehidupan adalah penderitaan dan kebahagiaan hanyalah selingan maka wajar kita selalu terlempar dalam faktinitas ketidak berdayaan. Instrument terkuat untuk bertahan dan bertumbuh adalah estetika, etika dan transendensi. Bukan kesuksesan materialis.
Dari tsunami kita belajar bahwa ada campur tangan Sang Khalik dalam setiap kehidupan.
Tsunami adalah peringatan yang harus selalu kita ingat.
Alfatihah
Islam sontoloyonya buah pikir sukarno ternyata multigenerasi. Era ini wajahnya terlalu fulgar dengan terlalu adem ayem sama nonmuslim dan rela mati demi toleransi tp mengafirkan saudara sendiri. Bukankah perpecahan diantara islam adalah inginnya mereka ?
Ku bebaskan diri dari belenggu kerinduan dgn melontarkan kata-kata ttg sebuah kerinduan yang slalu kurindui. Kamu bukanlah cinta sejati tapi aku yang mencintai dengan cara sejati. Yg selalu betah di ufuk kerinduan tanpa lagi hasrat sebuah pertemuan. Rindu saja sudah cukup bagiku.