Nggak! Adik ini nggak mengajarkan kita apa-apa. Yang dia lakukan hanyalah fragmen dari kemiskinan. Malahan harusnya kamu yang mencuit begini malu karena menjadikan kemalangan nasib orang lain sebagai bahan bersyukur. Itu tanda bahwa kamu manusia bejat.
OMG akhirnya ada yang satu pemikiran denganku: While Snape's love for Lily is evident, so is his resentment towards James Potter and, by extension, Harry.
Kemarin aku pengin kasih kutipan yang... pas di Grimmauld Place itu, lo; Snape menyimpan halaman kedua surat dengan tanda tangan Lily, then took the photo of Harryโs family enclosed in the letter, merobeknya menjadi dua, dan keeps only the picture of Lily, tapi aku lupa di halaman berapa (malas mencarinya).
Why did more people not see how creepy it was?
Irony and tragedy: Snape's actions are driven by love, yet they are also acts of selfishness and pettiness. A true Slytherin.
Harry maafin dia (nggak eksplisit, sih, tapi kek, "Ok, lah, you're brave enough to save us all in the end. Thanks.") juga semata-mata menunjukkan dia berjiwa kesatria; values honor and gallantry. A true Gryffindor.
Dia lulusan Manajemen. Dia menerapkan ilmunya di dunia bisnis. Kok langsung dibilang susah mendapatkan pekerjaan? Kok lo menganggap bahwa jualan sapi lebih rendah daripada kerja kantoran?