π¨ π‘ππͺ: Copa America returns to it's original calendar!
Between 2015 and 2024, the tournament was held every TWO YEARS. Now it'll go back to being held every four years.
Messi finally wins it and the schedule's back to normal. π¦π·π€
Setelah nonton videonya bang Pandji, bagian ini lumayan bikin gue mikirβ¦
Pantes rakyat sama wakil rakyat makin susah relate, beda server penghasilannya kejauhan ππ
Rasio gaji DPR Filipina: 5,7 kali UMR
Rasio gaji DPR Malaysia: 10,5 kali UMR
Rasio gaji DPR Singapura: 3,7 kali UMR
Rasio gaji DPR Amerika: 3,6 kali UMR
Rasio gaji DPR Australia: 2,8 kali UMR
Rasio gaji DPR Indonesia: 75 kali UMR
TUJUH PULUH LIMA KALI.
Negara lain beda beberapa kali lipat, kita langsung lompat ke puluhan kali π
wakil rakyatnya sudah sejahtera, kapan rakyat yang diwakili ikut nyusul?
Lawan Indonesia BNI All star dulu nyaris penuh, ini big match cuman setengahnya yg nonton.
Real gara2 in this economy, apa promotornya gagal jualan yak π
#chelseavsacmilan
Oke kemaren udah cukup lucu2annya π€£
Sedikit serius ah.
Jelas ini kesalahan pelatih. Tapi bukan berarti STY otomatis levelnya di atas JH.
Problemnya, JH masih menggunakan tactical pattern yang sama seolah-olah dia masih punya Grade A players seperti Idzes, Paes/Emil, Diks, Verdonk, Joey, dan Romeny.
Pendekatan itu masih cukup workable ketika menghadapi Kamboja dan Timor Leste. Tapi ketika level opposition naik seperti Singapura dan Vietnam, kelemahannya mulai exposed.
Tanpa pemain dengan technical quality dan individual capacity seperti mereka, build-up, progression, dan defensive transition yang dirancang JH jadi jauh kurang efektif. Gap-nya terlalu besar antara tactical demands dengan player profiles yang tersedia.
Dan yang paling kelihatan adalah inkonsistensi performa pemain. Thom Haye satu-satunya yang masih consistently performing di level yang dibutuhkan. Dan, Haye maen di mana gaes?
Tapi Haye juga bukan superhuman. Dia nggak bisa sendirian menanggung beban dari sebuah tactical approach yang membutuhkan pemain dengan kualitas, mobility, dan decision-making tertentu.
Jadi, persoalannya bukan "pemainnya jelek". JH juga harus bisa melakukan tactical adjustment sesuai pemain yang tersedia.
Good coaches don't just impose a system. They adapt the system to the players they have.
Dan kalau bicara soal kemampuan melakukan itu di sepakbola Indonesia, Bojan Hodak adalah the gold standard!
Tapi jangan deh Bojan Hodak ngelatih Timnas Indonesia, mening fokus istirahat aja ya.
Ga di twitter ga di IG, akun @TimnasIndonesia tidak memberikan informasi terkait dengan hasil akhir pertandingan.
Tidak ada ucapan terimakasih ke pemain yang berjuang, atau doa untuk lebih baik lagi kedepannya.
Benar2 cuma dibiarin aja.
Akun timnas yang dipegang tanpa hati.
Btw, tau yang bikin bete lagi?
Di twitter ga ada informasi Garuda Pertiwi Calling untuk U17 yang akan ikut Srikandi Cup. Padahal di IG ada.
Benar2 serampangan yang pegang akunny.