@fullmoonfolks Talent generation.
Talenta yg muncul jarang2 dalam 100 tahun sekali.
Apa talentanya?
1. Decision making yg cepat. Brarti neuron2 d otaknya cepet banget.
2. Visual Scanning.
Dia jalan, tolah toleh, tau d mana ruang kosongnya
Masih inget kejadian ini sampe sekarang 🥲. Momen Messi menatap trofi Piala Dunia dengan tatapan kosong. Mimpi didepan mata sirna gitu aja. Setelah itu banyak yg menghina, bahkan publik negaranya sendiri.
Hatinya mungkin hancur. Tapi Messi nggak nyerah. Dia bangkit lagi. Tatapan kosong di Maracana berubah jadi air mata bahagia. 8 tahun perjuangan, 8 tahun kesetiaan dibayar dengan trofi Piala Dunia 2022. Messi bisa bangkit dari titik terendah dan wujudkan mimpinya.
Lebih hebatnya lagi, kini 4 tahun berselang, di umur 39 tahun, Messi masih sanggup kembali ke panggung puncak yang pernah Ia menangkan.
Pelajaran dari Messi nih. Walau mungkin impianmu sudah didepan mata tapi belum tercapai, tetap tenang, tetap yakin, kalau suatu saat bakal kejadian. Jadi jangan pernah berhenti percaya sama dirimu sendiri yaa. Impianmu sedang menunggu perjuanganmu.
Baca kalimat indah ini, "Keyakinan adalah bahan bakar utama untuk mengubah mimpi jadi nyata".
Dari para Pembenci Argentina kita belajar,
tidak semua orang senang dengan kesusksesan kita,
saat prestasi tak bisa dihentikan,
sebagiian orang malah mencari² kesalahan,menyebar fitnah dan melontarkan hujatan.
tapi kita gosah habiskan energi buat ngebales.
melangkah terus biar kerja keras, prestasi dan waktu yg menjawabnya...
met pagi semua..
Argentina tidak pernah menghadapi lawan yang dinilai lawan ideal dan punya peringkat lebih bagus di atas kertas di fase knockout.
Rinciannya:
32 besar: Uruguay, tapi jadi lawan Cape Verde.
16 besar: Iran/Turki tapi jadi Mesir/Australia dan akhirnya Mesir.
QF: Portugal. Portugal kalah saing dengan Kolombia. Disangka bakal ketemu Kolombia yang peringkatnya lebih bagus dibanding Swiss, eh ternyata malah Swiss.
SF: Kalo lolos semifinal, di atas kertas Argentina bakal ketemu Inggris, tapi kalo sampai jumpa Norwegia, berarti pola ini berlanjut.
Jadi selalu ada kejutan di calon lawan pada perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Tapi itu semua jelas bukan salah Argentina.
Mısır Milli Takım teknik direktörü Hossam Hassan, galibiyetin ardından Filistin bayrağı açtı.
Uluslararası bir turnuvada Filistin'i savunmak yürek ister.
Çok büyüksün hocam...