Queer beneran aja ga segampang itu buat nemuin sexuality sendiri, perjalanannya panjang buat yakin sama jati diri sendiri. Kamu kok bisa semudah itu menebak sexuality orang lain just by his look dan yakin sama analisa sendiri. Mending belajar sogiesc dulu deh๐
Fatimah ini bilang ke rekan sesama mahasiswa bahkan yang seumuran, malah:
"Anak-anak saya".
Berkali-kali pula.
Kadang berpikir apakah anak ini Mahasiswa abadi gitu? Tidak lulus-lulus?
Makanya usianya jauh lebih tua sekali dengan sesamanya mahasiswa?
Harusnya kan temen-teman saya atau rekan saya gitu.
Gak bisa bayangkan ketika Anies dulu pidato, yang datang seumuran dia sama tuanya, lalu di didepan publik teriak-teriak:
"Ini anak-anak saya semua yang hadir"
Aneh banget kan?
Kecuali nyebutnya:
"Anak buah saya, itu baru benar atasan ke anak buah".
Ini ke rekan sepermainannya bilang anak-anak saya?
Kok gap penyebutan ke rekam mahasiswanya jauh banget.
Jadi usia Fatimah ini berapa sih?
Tadi ada yang bilang kalo aku sibuk ngejar ketertinggalan dan sering ngeluh "yah aku sendiri yang belum ini itu" Coba deh bentar aja di posisi aku. Kalo kamu sanggup sehari aja aku anggap kamu hebat. Ada juga yang bilang "pace orang beda beda" Tau kok tapi siapa yang mau begini๐