Para pelakon tonil politik yang datang ke makam itu tentu punya kekuatan batin dan ketebalan muka yang sulit dicari tandingannya.
Semoga makam mereka tidak jadi olok2 di kemudian hari. Tertulis di nisannya, di sini terbaring orang yang membawa dendam politik sampai mati.
"Masa Jabatan DPR Harusnya Dibatasi"
Saya selalu bilang bahwa menjadi wakil rakyat itu harusnya bukan pekerjaan, melainkan: pengabdian.
DPR/DPRD seharusnya diisi oleh orang yang "sudah selesai dengan diri sendiri". Sudah punya pekerjaan dan pendapatan untuk dirinya sendiri. Jadi, nggak perlu cari duit di kursi DPR. Makanya, saya juga usul gaji DPR itu nggak perlu banyak dan nggak perlu tunjangan-tunjangan.
Begitu juga dengan masa jabatan. Ketika masa jabatan eksekutif (Presiden, Gubernur, Bupati, Wali Kota) dibatasi cuma 2 periode, kenapa masa jabatan legislatif tidak dibatasi?
Kursi DPR RI saat ini memang murni profesi. Di sisi lain, mereka adalah pembuat UU. Hasilnya, UU yang mereka buat "menyelamatkan" profesi mereka dengan tidak membatasi masa jabatan anggita DPR.
Yang lebih parah, karena mereka pembuat UU, mereka juga memberikan pensiun untuk seumur hidup mereka. Ini menurut saya sebuah dagelan yang sama sekali tidak lucu.
Masa jabatan eksekutif dibatasi karena incumbent itu selalu diuntungkan. Kalau tidak dibatasi, maka pejabat incumbent akan mungkin tidak pernah tergantikan.
Begitu juga wakil rakyat, anggota dewan incumbent itu sulit dikalahkan. Mereka selalu punya privilege untuk memenangkan kembali pemilihan. Tak heran banyak anggota DPR RI yang duduk di kursinya lebih dari 20 tahun. Mereka seperti raja, jabatannya seumur hidup.
Kalau usulan saya pribadi, jabatan wakil rakyat bukan hanya perlu dibatasi, tapi malah CUKUP 1 PERIODE SAJA. Jadi setiap kali pileg, tak ada caleg incumbent. Biar para wakil rakyat berlomba untuk dikenang menjadi wakil rakyat yang baik karena hanya bisa menjabat 1 periode.
Sekarang mari kita bayangkan lagi andai pendapatan DPR kecil dan masa jabatannya cuma 5 tahun. Maka kursi DPR hanya akan diisi oleh orang-orang yang hanya ingin mengabdikan waktunya untuk masyarakat. Bukan profesi, bukan pekerjaan, bukan tempat menumpuk kekayaan hingga ratusan miliar, plus mendapatkan uang pensiun.
Ayo, mari kita coba pikirkan kembali. Kita nggak bisa membiarkan hal seperti ini terus terjadi. Wakil rakyat yang seharusnya mewakili kepentingan rakyat, malah mewakili kepentingannya sendiri dengan jabatan dan pensiun seumur hidup mereka.
Mojokerto, 2 September 2025
Hasyim Muhammad
Ini KABIB yang kasus kekerasan se*ual terhadap istrinya, kini NDAWIR jualan KAIN KISWAH makam rosululloh, dan yg paling jelas itu KRESEK MERAH untuk MENAMPUNG DUIT dari KIBBIN yg mau CIUM kiswah itu.
Kata dia
"Jangan ditarik nanti RUSAK jatuhnya KURANGAJAR sama NABI"
MIKIR BIN!
ADA YG TAU INI SIAPA ?
Kok Berani Benar Bicara Apa Adanya,
Jangan2 Utusan / Buzzer nya Pak Mul..
Dia Bilang Soal Nyagubnya Abah ;
1. Tdk Mau Berkorban
2. Tdk Mau Berjuang
3. Tengil
#sinetwit (thread)
#SoloBalapan
Perjalanan kisah politik pemilu 2024 ketika seorang Jokowi berada di persimpangan jalan menghadapi semua tantangan, loyalitas, pengkhianatan untuk Indonesia Emas 2045.
Sumber diambil dari kunjungan ke Solo, wawancara berbagai pihak
RT 888 dulu