you can now get unlimited free GLM 5.2 for the first time in history π³
this is bigger than ever. here's how to do it:
1 / cancel your existing subscriptions:
cancel your Lovable, Cursor, and Claude Code subscriptions. you don't need them anymore
2 / sign up for an account on freebuff
you can now use unlimited GPT 5.6 and deepseek as well.
3 / to get GLM 5.2: go to the earn tab, and complete the bounties.
a bounty provides unlimited GLM 5.2 messages for an hour, each.
this isn't going to last forever.
Jika kau menemuiku terundung tawa bersama yang bukan kau
Ketahuilah aku telah melewati neraka, berdansa dg maut hingga tuhan memeberikanku seikat peluk yang hidup dari seseorang yang tak pernah lelah dg mencintai dan dicintai, semoga celaka tak hadir padamu sebagai aku
Kau berikan segarnya air pada seorang nan dahaga, namun saat kau dahaga ia bakar tenggorokanmu seraya menganggapmu penjahat
.
Yaaah kiranya seperti itu, habis manis sepah diludahi
Dermaga berlabuh, kian menjauh
Erangan riuh nafas alam, dalam
Fakta logika, lebur sirna
Indah rupa, mengelok depan mata
Angan terus datang, tak terbayang
Naluri hati, yang tak berganti
Tenggelam dalam qalbu, sirna pilu
Inilah timur, yang tak pandang umur
Ketika kuingat nestapa dua tahun lalu, terbesit pikiran tuk memutuskan jiwa dengan waktu
.
Ntah mengapa niat yang begitu baik nan tulus, dihancurkan dengan perundungan yang terus menerus
.
Kalaulah bukan neraka taruhanya, telah kupisahkan jiwa ini dari jasadnya
Baru saja kutemukan tenang dalam kata sedikit tegas, namun divonis kejam bak memecah gelas
.
Menerima petuah tuk selalu mencampakan pikiran berlebih, tak peduli jasad tersayat tertatih
.
Coba kau rasakan perasaan serta hati seorang laki, mungkin gila tak hidup tak mati
Beratus kilometer kutempuh ke arah timur, demi rasa nan tak pandang umur, meski terkadang akal kalang kabut tanpa arah tak beratur
.
Ribuan detik ku meniti, tak peduli jasad letih tertatih tatih
.
Dahulu aku dan engkau mula bersemi, semoga kelak menjadi kita dan kami
Selalu teringat teori relativitas, tentang momentum yang bertabir ruang tak berbatas
.
Tentang ruangan tak buntu, yang bertentangan atas waktu
.
Seakan terlelap, ketika bersama seakan detik begitu cepat meluap
.
Dan terbangun saat berpisah, seakan detik berhenti tanpa arah
Lahir di padang gersang diterpa debu nan berterbangan, namun berusaha bergandengan dengan bunga di luasnya taman
.
Dahulu jasad yang sering ditinggi puja, kini terbuang jauh terasingkan
.
Terpojok disudut gelapnya ruangan, tampak tenang namun penuh gelisah diatas pertengkaran
Kukira hanya genangan air yang ku pijak, ternyata terus tenggelam hingga dasar samudera yang tak berpijak
.
Terhempas jauh ke dalam tak berhalang, hanya diam tersungkur dipojokan kaku lantas menghilang
.
Berlalu semu di telan oleh waktu, hingga lupa bagaimana rasa pilu
Tertatih meronta diri ini dalam simponi semesta, mennerokahi jurang jurang sempit nan gulita
.
Hangat erat terpeluk oleh dekapanmu, hingga lupa akan genangan pilu
.
Teruslah menetap di sisi, jangan sekedar memaruh mawar lalu pergi