tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan 🤭
⛔️ I'm not buzzer, or 02 votters. Kalau dilihat dr komunikasi publik, memang salah. Karena kata2nya mengandung kemarahan publik. Tapi who knows, krn emng sasaran (komunikan) yg dituju bukan warga overall?
Just random thought 🧏🏻♀️
Ngebaca bbrapa pidato pak prabowo yg banyak bikin warga marah, apalagi yg terakhir 'Londo Ireng', buat aku mikir: What if, sebenernya pidato2 'asbun' pak prabowo itu bukan buat warga. Emang bener2 ditujukan ke some oknum, sbg bentuk komunikasi?
⬇️⬇️
Buat esensi pesannya, cuma pak prabowo as komunikator dan some oknum yang dituju as komunikan, yang tau. Kita nggak bisa ngeliat pesan jelasnya, krn ad bbrapa gap lapisan:
1.) Pengetahuan [dIm artian fakta lapangan]
2.) Kekuasaan
[PERNYATAAN SIKAP]
Prabowo Harus Minta Maaf Sebut Wartawan Londo Ireng
Kami, kelompok organisasi jurnalis dan media, mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menabalkan jurnalis sebagai ‘Londo Ireng’.
-utas-
@vathyera Cancelling books/knowledge is definitely the dumbest thing ever and won't do you any good. Sadar kan kalau tweetlo ini sangat anti-intellectualism? Inget Foucault itu literal pedo, Sartre itu pk, tapi tanpa karya mereka kita gak akan bisa menghukum orang seperti mereka
Kalo dibilang capek sih nggak ya, lebih ke muak aja tiap bulam kudu gonta ganti dokter. Masalahnya ini rujukan nggak sstu dokter doang. Tiap ke rujuk, beda dokter.
Kehitung udah tiga, sama empat spesialis ini yg udh ku temuin dalam jangka setahun ini. Damnnn
IN INDONESIA, the cost of one book equals a week's worth of living expenses.
And the PRESIDENT of our country ignores the low value of his own country's currency! Oh, we are so doomed.