Upah kupas bawang 700 ribu per kg.
Sawah per hektar bisa panen 40 ton.
Usaha penggilingan padi untung 2 triliun.
Angka-angka ini dari mulut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2004-2015.
Contoh jenderal ngurus pertanian.
Mentan sudah nyebokin presidennya?
Bismillah, menyoal ijazah Mas Gibran bin Jokowi yang sedang punya kuasa tentulah berisiko. Biasanya suara kritis dan suara kebenaran yang membuat penguasa tidak nyaman dibungkam dengan 3 modus: Dibeli, Dikriminalisasi, Dihabisi.
Tapi kebenaran tetap harus disampaikan walaupun hanya satu ayat.
Demi kita menjaga etika moralitas berbangsa, dan kehormatan serta kewibawaan jabatan seterhormat Wakil Presiden.
Lengkapnya, simak pernyataan video saya di atas.
Salam Integritas!
Termul Kepanasan
Gusnur mempersiapkan Gugatan Balik untuk Jokowi
Perdata - Pidana
Mengingat kasus ijazah yang telah menghukum nya dan sampai saat ini pun ijazah itu belum pernah diperlihatkan ke publik dan masih jdi polemik di kasus yang diperjuangkan Roy dan Tifa
Harga diri seorang ayah tidak bisa diukur atau tdk bisa dibayar dengan Hukum sekalipun... Anak tetaplah anak, walaupun nyawa sebagai gantinya, itulah seorang Ayah
HIJRAH ITU BUKAN MUNDUR!
Ampun deh. Malah sampai disebut pengecut segala macam.
Allahuakbar.
Umat Muslim, kapan kita belajar kata pertama hijrah digunakan?
1.500 tahun yang lalu Nabiyullah Rasulullah SAW berhijrah dari Mekkah ke Yatsrib yang kemudian menjadi Madinah.
Apakah beliau mundur dari perjuangan menyebarluaskan Islam? TIDAK!
Apakah lantas beliau pengecut! TIDAK SAMA SEKALI!
Beliau berhijrah untuk membangun kekuatan, menghimpun energi, mengkonsolidasikan pemikiran, mengembangkan jejaring, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, menyelesaikan masalah umat, dan menerima petunjuk Allah dengan lebih tenang.
Apa yang dilakukan Rasulullah SAW adalah suri tauladan buat seluruh umat.
Termasuk saya.
Saya Hijrah dari urusan Ijazah Jokowi.
Karena saya memperjuangkan kebenaran ini sejak tahun 2022, jauh sebelum orang-orang lain melakukannya. Saya mengkaji, meneliti, mengobservasi dalam hening dan diam.
Lalu mendadak viral karena saya dilaporkan polisi oleh Joko Widodo 30 April 2025.
Artinya total 4 tahun saya meneliti ijazah ini. Ditambah 450 hari saya dikriminalisasi.
Artinya 1.460 hari + 450 hari = 1.910 hari saya menghabiskan waktu untuk mengurusi ijazah ini.
Berapa Miliar Rupiah saya keluarkan untuk berjuang dengan segala macam perjuangan ini. Keluar dari kantong sendiri! Tanpa bohir!
Hasil penelitian saya rampung dan bulan Agustus 2025 dan menjadi buku Jokowi's White Paper.
Masih lagi ditambah saya berurusan dengan POLDA menjadi saksi, terlapor, tersangka, lalu terdakwa.
Ditahan, disidang, kemudian setelah berjuang empat kali sidang duduk di kursi terdakwa
Kemudian 23 Juli 2026 status terdakwa saya dinyatakan batal demi hukum.
Lalu saya mau berhijrah kok pada protes.
Bahkan memaki saya pengecut.
Bahkan sekarang ini isu mencuat saya dikatakan diam-diam ke Solo.
Allahuakbar!
Jika saya mau berdamai dengan Joko Widodo, akan saya terima tawaran itu jauh-jauh hari.
Dan saya buka transparan ini:
Tawaran Restorative Justice kepada saya engkap dengan paket Rp 50 M!
Apakah saya ambil? TIDAK!
Lalu kalian masih bilang saya mundur, saya pengecut, saya pengkhianat
Bagaimana sih pikiran kalian?
Hah???
Saya hijrah karena tugas saya sebagai peneliti sudah saya tunaikan.
Tugas saya sebagai pejuang sudah saya tunaikan! Perjuangan saya selesai dengan eksepsi saya diterima dan saya bebas.
Karena itu saya katakan: saya hijrah.
Saya mau urusi banyaaak sekali masalah-masalah yang di depan mata: ancaman kesehatan yang makin meledak, teknologi Vaksin yang harus diawasi, senjata biologis yang menjadi bagian dari Perang Dunia III, gangguan mental massal yang bikin banyak bunuh diri dan pembunuhan sadis, masalah geopolitik, sosial, kesejahteraan, status gizi buruk, angka infeksi yang meledak.
Dan banyak masalah lain yang butuh pemikiran dan solusi dan saya wajib berkontribusi.
Sekarang, ketika status bebas saya terancam dibatalkan, ya tentu saya harus melawan, dong. Saya bebas cuma tiga hari lalu tiba-tiba jadi terdakwa lagi dengan panggilan sidang.
Ya harus saya lawan dong. Dengan apa? Ya dengan fasilitas hukum yang ada mulai dari Pra Peradilan.
Maka saya mengajukan Pra Peradilan!
Diizinkan Mahkamah Agung maka insyaAllah Rabu 12 Agustus 2026 saya berjuang lagi di sidang.
Lalu kalian bantu saya apa selama ini?
Beli buku saya kek.
Borong buku biar saya tenang berjuang tanpa mikir dengan apa saya membiayai perjuangan ini.
Jangan cuma jadi komentator bola di lapangan seakan jadi si paling berjuang.
Bantu beli buku kagak.
Datang temani saya bersidang kagak.
Menghujat paling duluan.
Kalah berani sama perempuan.
Huh! Cemen!
Mana lipstik saya kok keselip.
Giliran mau dipake ngilang.
Sebel!
https://t.co/dcg2gD0AgA
Jokowi Smakin Tersudut
Pertemuan Prabowo - Menhan dan panglima TNI
di sinyalir untuk siaga 1 penggantian kapolri dan Jaksa Agung
daripada hanya bikin Ribut lebih baik turunkan saja mereka
Kasusnya “ngilang” kan..?
Hebatnya warga Konoha itu, tanpa dicuci otaknya bisa auto cleaning sendiri, jadi nggak perlu “Brain Wash”.
Makanya jangan heran kalo APH-nya pada kaya raya, warganya gampang lupa..😩
KALAU SAMPAI SIDANG TERJADI
Bayangkan kalau sampai sidang terjadi.
Siapa yang gemetaran menghadapi 130 BAP yang tingginya 1,5 meter.
Siapa yang gemetaran menghadapi cecaran dan blenderan 27 Advokat ganas-ganas kepada 130 Saksi.
Yang jelas bukan saya!
Indikasi ada yang gemetaran yaitu dengan disembunyikannya 26 BAP yang isinya Ahli-Ahli dari Polda, 4 Ahli Digital. Forensik dan BAP dari Puslabfor.
Bagaimana jika Eksepsi Dr Tifa ditolak atau diterima?
Saya nothing to loose aja.
Diterima artinya saya bisa lanjut perjuangan dalam banyak hal.
Eksepsi ditolak, ya ayo kita lanjut sidang lagi.
Yang gemetaran jika lanjut sidang intinya bukan saya.
Paham?
Karena Ijazah S3 nya Roy Suryo adalah Asli bukan buatan pasar Pramuka maka pelaporan ijazah atas dirinya oleh Termul akan dihantam balik scr hukum.
Roy coba ditekan dg kasus serupa kya si Omon Parcel, namun krn S3 nya Roy ASLI maka tdk mau balik arah lgsg login jd TERMUL. 😎🔥